Rabu, 25 Juli 2012

Siman Perbaiki Catatan Waktu Terbaiknya


JAKARTA, RENANG INDONESIA- Sebelum keberangkatannya menuju London untuk mengikuti Olimpiade, pada dini hari (23/7), satu-satunya perenang wakil Indonesia di ajang multievent terbesar itu, I Gde Siman Sudartawa melakukan pencatatan waktu terakhir di Kolam Renang F1 Cikini pada akhir pekan lalu.
Siman dalam ajang olimpiade London ini ditargetkan untuk bisa memenuhi target catatan waktu mencapai 54 detik, kendati dalam pencatatan waktu terakhirnya kemarin dia belum bisa menyentuhnya. Namun, dia berhasil memperbaiki catatan waktu terbaiknya yang sebelumnya didapatnya pada Kejuaraan Renang Asia Tenggara di Singapura yakni dengan total 55,32 detik. Pada pencatatan waktu kemarin, Siman memperbaikinya menjadi 22,26 detik.
Pelatihan renang Indonesia Albert Susanto, kepada wartawan, akhir pekan lalu mengatakan bahwa sebenarnya tes latihan kemarin adalah dalam persiapan menghadapi olimpiade agar pada saat bertanding, Siman tidak ada tekanan. Meskipun belum mampu menyentuh 54 detik, tapi Albert mengaku tetap akan memacu semangat anak asuhnya tersebut agar target waktu yang dibebankan bisa terpenuhi dalam sisa waktu ini.
Namun, dia mengaku mengawatirkan kondisi Siman yang kemungkinan akan mengalami jet leg. "Dia belum terbiasa terbang jauh, karena ini juga olimpiade pertamanya dengan lokasi yang jauh. Perbedaan waktu antara Jakarta-London yang terpaut 7 jam, ditambah dengan cuaca di sana yang memasuki musim dingin, dikhawatirkan dia tidak siap," imbuh Albert kemudian.
Bila tidak ada halangan, memang rencananya kontingen Indonesia tiba di London pada Rabu (25/7) siang waktu setempat. Setibanya disana, menurut Albert Siman akan diberikan waktu istirahat selama 3-4 hari sebelum akhirnya memulai adaptasi dengan kondisi kolam renang disana. Namun, kendalanya waktunya, adaptasi yang dilakukannya waktunya sangat mepet. Sementara calon lawan Siman lainnya, dari Singapura, Malaysia, dan Amerika sudah sejak jauh-jauh hari berlatih disana.
Albert yang sudah dia kali mewakili Indonesia di Olimpiade Atlanta dan Sydney tersebut mengatakan, Siman kalah pengalaman dibandingkan dengan para perenang lainnya yang akan tampil di London nanti. Namun tidak mustahil Siman bisa memecahkan rekornya sendiri.
Sedangkan Siman mengatakan ia tidak gugup, hanya saja diakuinya dirinya terlalu bersemangat untuk segera bertanding di London. "Selamaini paling jauh hanya bertanding ke Singapura dan Hongkong," ujarnya menambahkan. ((PRLM)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar