Sabtu, 28 Juli 2012

Persaingan Pribadi Demi Emas Pertama AS


London, RENANG INDONESIA —Kontingen Ame­rika Serikat (AS) diprediksi masih akan mendominasi kolam renang di Olimpiade London 2012. Nama Michael Phelps dan Ryan Lochte seakan menjadi lumbung emas bagi Negeri Paman Sam. Di hari perdana perebutan emas renang hari ini, Phelps dan Lochte diperkirakan bakal menjalani bentrok head-to head  untuk memberikan emas pertama bagi negerinya.

Nomor 400 meter gaya ganti perorangan putra jadi penyedia emas pertama dari kolam renang. Seperti di nomor-nomor lainnya, AS dan kontingen lainnya maksimal diwakili dua perenang. Kali ini, Phelps dan Lochte yang menjadi andalan emas AS.

Rivalitas dua perenang itu men­jadi keuntungan bagi AS. Saat per­forma Phelps menurun usai menya­bet delapan emas di Olimpiade Beijing 2008, bintang Lochte malah bersinar. Begitu Phelps mem­per­baiki latihannya dan mulai konsisten meraih peningkatan, Lochte dan Phelps pun bersaing ketat dan saling mengalahkan di berbagai even.

Yang paling panas tentu saja trial tim AS di Omaha, Nebraska sebelum berangkat ke London bulan lalu. Mereka bertarung dalam tiga no­mor. Lochte menang di 400 meter gaya ganti, sementara Phelps me­nang di 200 meter gaya ganti dan 200 meter gaya bebas.

”Olimpiade adalah pertunjukan besar. Saya tak berlatih dan bekerja keras cuma untuk trial. Saya berlatih untuk di sini. Saya tahu masih bisa jauh lebih cepat,” sesumbar Lochte seperti dikutip Associated Press.

Lochte seakan menyindir lang­kah Phelps sebelum trial itu. Phelps yang masih jauh dari waktu terbaiknya bekerja amat keras hingga mampu meloloskan diri ke lima nomor perorangan. Tapi, dia melepas nomor 200 meter gaya bebas, sehingga pertarungan head to head dengan Lochte hanya terjadi di dua nomor gaya ganti (400 meter dan 200 m­e­ter).

”Saya datang ke sini bu­kan untuk mengejar perak atau perunggu. Saya datang untuk emas,” tegas Phelps.

Nomor gaya ganti disebut seba­gai yang paling berat dalam per­saingan renang putra. Ujian berat untuk daya tahan sekaligus kece­patan. Tak cukup hanya unggul di satu gaya, tapi harus tangguh untuk meraih keunggulan.

Dalam hal ini, Lochte dan Phelps sulit ditandingi rival-rival dari negara lainnya. Cuma tembok finis yang akan menentukan keunggulan di antara mereka.

”Akan terjadi perlombaan yang sangat ketat. Ini seperti impian pelatih, juga impian para penggemar renang. Tapi, sulit dikatakan sebagai impian yang terlibat persaingan,” ujar Bob Bowman yang sudah mela­tih Phelps sejak remaja. (jpnn)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar