Sabtu, 14 Juni 2014

Tiga Atlet Renang Pelatnas Asian Games Tolak ke Amerika

JAKARTA, RENANG - Tiga atlet pelatnas renang yaitu I Gde Siman Sudartawa, Triady Fauzi dan Glenn Victor Susanto akhirnya menolak mengikuti program latih tanding di Amerika.

Tiga atlet putera Indonesia ini masuk dalam pelatnas Asian Games Incheon, Korea pada September mendatang. Mereka direncanakan melalukan latih tanding di Amerika selama tiga pekan pada bulan Juli.

Menurut pelatih nasional Albert C. Sutanto, ketiga atlet tersebut menyatakan tidak bersedia mengikuti program tanding atau try out di Amerika dan lebih ingin berkonsentrasi mempersiapkan diri di tanah air.

"Siman tetap berlatih di Jakarta bersama saya, Aji (Triady) bersama pelatih Nijaruddin di Bandung dan Glenn memilih mempersiapkan diri di Bali," kata Albert di Jakarta, Sabtu (14/06/2014).

Menurut Albert pula alasan utama para atlet tersebut menolak uji coba di Amerika adalah karena tidak ada pelatih nasional yang mendampingi mereka di sana. "Triady sempat menanyakan apakah ada pelatih yang mendampingi atlet. Kalau tidak, ia memilih meneruskan program latihan di tanah air," kata Albert.

Pihaknya memang telah mengajukan adanya satu pelatih yang mendampingi para atlet tersebut selama di Amerika. "Pihak PB PRSI hanya bersedia menanggung biaya transportasi saya untuk ke Amerika. Tetapi untuk penginapan dan lain-lain ditanggung sendiri," kata Albert lagi.

Meski batal pergi para atlet pelatnas Asian Games dan SEA Games 2015 akan mengikuti uji coba dengan mengikuti ajang SEA swimming Championships di Singapura mulai Senin (16/06/2014). "Buat Siman cs kita siapkan ikut kejuaraan AASF di India pada bulan Juli,"lanjut Albert.

Menurut Pelatih Kepala PRSI, Hartadi Nurjojo seperti dikutip Berita Satu (Kamis, 22/05/2014), untuk program ke AS ini, PB PRSI mengeluarkan dana Rp 120 juta per atlet. Itu baru biaya akomodasi dan lain-lain, belum biaya ikut kejuaraan. Sebagian besar dana keluar dari kantong PB, sedangkan Prima (Program Indonesia Emas) hanya menambahi sedikit. (Kompas.com)


Sabtu, 07 Juni 2014

Seage 2014: Ricky Pertajam Rekor Siman

SINGAPURA, RENANG - Atlet Pelatnas Asian Games asal Jawa Barat, Ricky Anggawijaya meraih medali emas di nomor 200 meter gaya punggung KU 16-18 38th SEA Age Group Swimming Championship sekaligus mempertajam rekor KU SEA, Sabtu (07/06/2014).

Ricky menorehkan waktu dengan catatan 2 menit 04.40 detik, sekaligus mempertajam rekor KU SEA atas nama atlet Indonesia lainnya, Gde Siman Sudartawa dengan catatan waktu 2:04.78.

Ricky mengungguli Khoi Tran Duy asal Vietnam dengan catatan waktu 2:05.10 dan Malcolm Low Wei Yang dari Singapura  dengan 2.09.60. Atlet Indonesia lainnya asal DKI, Adityastha RW berada di posisi enam dengan catatan waktu 2:12.48.

Di hari kedua 38th SEA Age Group Swimming Championship, para perenang muda Indonesia berhasil menambah beberapa medali emas. 

Atlet renang puteri asal Riau, Azzahra Permata Hani meraih medali emas nomor 400 meter gaya ganti kelompok umur 13 dan di bawahnya, dengan catatan waktu 5 menit 09.29 detik. Ia mengatasi atlet Vietnam, Nguyen Diep Phuong Tram (5.09.43) dan atlet Singapura, Nicole Toh Fann Rui (5:15.03).

Remaja 12 tahun asal Pekan Baru, Riau ini juga meraih medali perak di nomor 200 meter gaya bebas dengan catatan waktu 2 menit 12.61 detik.

Puteri pasangan Hanif Rusdi dan Nuniek Mahawati ini memang menunjukkan kemajuan pesat setelah setahun terakhir ditangani pelatih asal Perancis, David Armandoni. Di nomor 400 meter gaya ganti ia menunjuukkan peningkatan yang signifikan.

"Di Singapore Open Maret lalu, waktunya masih 5 menit 19 detik, kemudian menjadi 5 menit 14 detik di kejurnas Mei lalu dan naik lagi jadi 5 menit 9 detik di sini," kata Nuniek, orang tua Azzahra kepada kontributor Tyas Soemarto di kolam renang Singapore Sports School.

Peningkatan prestasi ini menurut pelatih David Armandoni merupakan buah kerja keras dari Azzahra sendiri. "Dia mau saja latihan 2 jam selama enam hari seminggu, ditambah latihan darat seperti senam dan aerobik," kata David.
Karena itulah, pelatih asal Perancis ini yakin anak asuhnya dapat bersaing dengan para atlet nasional di ajang pekan Olah raga nasional (PON) di Jawa Barat 2016 mendatang. "Saya siapkan untuk turun di nomor jarak menengah hingga jauh dari 400 sampai 1.500 meter," ungkapnya.

Medali emas lainnya dihasilkan atlet DKI, Azel Zelmi dan Sofie Kemala serta I Putu Wirawan di kelompok usia hingga 13 tahun. Azel Zelmi merebut medali emas keduanya di nomor 50 meter gaya kupu-kupu dengan catatan waktu 27.73 detik.

Sementara perenang puteri Sofie Kemala merengkuh emas di nomor 200 meter gaya punggung dengan catatan waktu 2:27.75. Sementara I Putu Wirawan memperoleh emas juga di nomor 200 meter gaya punggung dengan torehan waktu 2:22.62.


Di nomor 50 meter gaya kupu-kupu, perenang naisonal asal Jawa Timur, Muhammad Hamgari yang diharap juga akan mempertajam rekor KU SEA atas nama Gde Siman Sudartawa gagal setelah hanya mencatat waktu 26.45 detik. Namun rekor Siman (25.50 detik) dipertajam atlet Thailand, Pananuratana Supakrit dengan catatan waktu 25.10 detik. Di nomor ini, atlet Indonesia lainnya, Raymond SL terkena diskualifikasi. (kompas.com)

Jumat, 06 Juni 2014

Seage 2014:Janice Pertajam Waktu di Singapura

SINGAPURA, RENANG - Atlet renang puteri Jawa Timur, Janice Tandiokusuma mempertajam rekor 50 meter gaya dada saat merebut medali emas di ajang 38th SEA Age Group Swimming Championship di Singapura, Jumat (06/06/2014).

Janice menorehkan waktu 33.34 detik dan mempertajam rekor sebelumnya, 33.37 detik. Namun waktunya ini belum mempertajam rekor kelompuk umur Asia Tenggara (SEA Age Group/AG) 32.31 detik atas nama perenang Malaysia, Christina Loh pada 2011 lalu.
Janice, 18, mengatasi perenang Malaysia, Phee Jing En yang mencatat waktu 33.64 detik dan perunggu diraih Natsinee Auntkunlaset dari Thailand dengan catatan waktu 34.22 detik.

Perenang asal Surabaya ini mengaku keberhasilannya merupakan buah dari latihan yang rutin dan panjang. "Saya perbaiki kekurangan saya di pull-out bersama pelatih saya, Koh Omar (Suryaatmadja) dan ini dilatih terus menerus," kata Janice kepada kontributor Tyas Soemarto di Singapore Sports School.

Atlet Jawa Timur lainnya, Adinda Larasti Dewi merebut medali perunggu di nomor 400 meter gaya ganti puteri KU 14-15. Sementara di bagian putera, atlet nasional Muhammad Hamgari di KU 16-18 yang baru pindah dari Sulawesi Selatan hanya menempati posisi lima di nomor 100 meter gaya kupu-kupu dan 200 meter gaya ganti.
Medali emas lainnya direbut oleh atlet pelatnas Asian Games asal Jawa Barat, Ricky Anggawijaya di nomor 100 meter gaya punggung KU 16-18 dengan catatan waktu 57.32 detik.


Dua atlet DKI Jakarta juga mempersembahkan medali emas. Di nomor 100 meter gaya punggung puteri KU 13, Sofie Kemala merebut emas dengan catatan waktu 1:08.35, meski belum mempertajam rekor KU SEA atas nama Olivia Fernandez 1:07.38. Sementara Azel Zelmi merebut medali emas 100 meter gaya kupu-kupu KU 13 dengan catatan waktu 1.00.67. (Kompas.com)

Minggu, 25 Mei 2014

Kejurnas 2014: Triadi Fauzi jadi atlet terbaik



Jakarta, RENANG - Atlet renang Triadi Fauzi S terpilih menjadi atlet terbaik dari kategori senior pada Kejuaraan Nasional Renang Kelompok Umur 2014, di Jakarta, Sabtu.

Perenang Jawa Barat ini berhasil mengumpulkan delapan emas dan satu perak dalam Kejurnas yang berlangsung sejak 22 -- 24 Mei 2014 ini.

Dari semua nomor yang diikutinya, ia keluar menjadi pemenang kecuali pada nomor 200 meter gaya bebas putra, ia menduduki juara dua.

Meski hampir menyapu bersih setiap nomor yang diikutinya, Triadi belum mampu memperbaiki catatan waktunya dalam Kejurnas ini.

Menurut dia, waktu penyelenggaraan yang berdekatan dengan berlangsungnya Kejuaraan Renang Malaysia Open pada awal Mei 2014 membuatnya tak bisa tampil optimal.

"Kan habis lomba di Malaysia Open, setelah dari sana, tidak langsung progres," kata dia.

Triadi merupakan salah satu dari atlet pelatnas Asian Games. Ia mengatakan ingin ada pemusatan latihan untuk meningkatkan kekompakan para atlet.

Sementara pelatih renang nasional, Albert C. Sutanto menilai para atlet pelatnas Asian Games yang turun dalam Kejurnas ini memperlihatkan hasil yang baik. Para atlet yang dimaksud adalah Triadi Fauzi, Ricky Anggawijaya, I Gede Siman Sudartawa, Glenn Victor Sutanto, Dennis Tiwa dan Alexis Wijaya Ohmar.

"Semua menunjukkan progres yang meningkat," kata Albert.

Untuk lebih meningkatkan kemampuan para atlet menjelang pelaksanaan Asian Games 2014, maka dalam ajang kejuaraan berikutnya yakni pada South East Asian Swimming Championships, mereka akan diturunkan pada nomor-nomor yang sesuai kemampuan terbaik masing-masing atlet tersebut sehingga para atlet bisa lebih memfokuskan diri dibandingkan dengan saat Kejurnas yang menuntut mereka untuk turun bertanding di beberapa nomor sekaligus.

"Di pertandingan selanjutnya, saya ingin mereka fokus ke nomor-nomor yang menjadi spesialisasi mereka masing-masing. Di SEA Champ kita akan lebih fokuskan ke nomor utama mereka," kata dia.

Sementara atlet terbaik putra dari Grup 1 yakni Ricky Anggawijaya (Jawa Barat) yang memperoleh 4 emas, 2 perak; dari Grup 2 yakni Erick Ahmad Fathoni (Jawa Tengah) dengan 5 emas, 2 perak, 2 perunggu; Grup 3 yakni Azel Zelmi (DKI) dengan 5 emas, 1 perak; dan pada Grup 4 diraih Dwi Arjuno Saputro (Jawa Tengah) dengan 6 emas, 1 perak.

Untuk atlet terbaik putri kategori senior diraih Kathriana Mella (DKI) dengan 3 emas. Dari Grup 1, ada Monaliza (Jabar) dengan 7 emas, 1 perak; dari Grup 2 yakni Livia Valiant (Jabar) dengan 3 emas, 1 perak, 1 perunggu; Grup 3 diraih Laila Siti (DKI) dengan 5 emas, 1 perak; dan atlet terbaik pada Grup 4 yakni Rahmalia Azahra (Kalimantan Timur) dengan 1 emas. (ANTARA News)

Sabtu, 24 Mei 2014

Kejurnas 2014: 29 Atlet Lolos ke SEA Age Group di Singapura



JAKARTA, RENANG - Sebanyak 29 atlet perenang putera puteri akan mewakili Indonesia di ajang 38th SEA Age Groups Swimming Championships di Singapura, 6-8 Juni mendatang.
Para atlet renang ini dtentukan berdasar pantauan terhadap prestasi mereka dalam kejuaraan-kejuaraan renang sebelum dan hingga Kejuaraan nasional renang yang berlangsung di kolam rennag Gelora Bung Karno, Senayan, 22-24 Mei.

"Penunjukkan para atlet ini berdasar pada rangkaian prestasi mereka, serta peluang mereka di ajang SEA Age Group,"kata pelatih kepala nasional, Hartadi Nurtjojo di Jakarta, Sabtu (24/05/2014).

Menurut Hartadi, ajang SEA Age Group ini menjadi sangat penting karena merupakan ajang seleksi terakhir untuk dapat lolos ke ajang Olympic Youth Games yang akan berlangusng di Nanjing pada Agustus 2014 mendatang.

Para atlet yang lolos antara lain Ricky Anggawijaya, Satrio Bagaskara, A. Fadlan Prawira, Livia Kostaman dari Jawa Barat; Muhammad Hamgari, M. Aulia Akbar dan Janice Tandiokusuma dari Jawa Timur; Budiman Hadiprakoso, Ahmad Mustaghfirin, Sagita dari Jawa Tengah sementara DKI meloloskan 7 atlet yaitu  Ilham Achmad, Dwiki Anugrah, Azel Zelmi, Adityastha RW, AA Istri Kania Ratih, Sofie K dan Laila Siti Aminah

Hingga saat ini, baru dua nama yang dipastikan lolos limit A menuju Olympic Youth Games 2014, yaitu Ricky Anggawijaya untuk putera dan Monaliza untuk puteri. (Kompas.com)

Kejurnas 2014: DKI Juara Umum



JAKARTA, RENANG - Atlet-atlet renang DKI Jakarta berhasil merebut gelar juara umum pada Kejuaraan nasional (kejurnas) renang yang berlangsung di kolam renang Gelora Bung Karno, 22-24 Mei 2014.

DKi keluar sebagai juara umum dengan mengumpulkan 38 medali emas, 42 perak dan 27 perunggu. Mereka berhasil menggeser juara bertahan tahun lalu, Jawa Barat yang kini berada di peringkat dua dengan 32 emas, 26 perak dan 20 perunggu.

Sementara kontingen Jawa Timur berada di posisi tiga dengan mengumpulkan 25 medali emas, 23 perak dan 37 perunggu. Meski begitu, Jawa Timur sebenarnya tampil tidak dengan kekuatan sesungguhnya karena beberapa atlet renang nasional seperti Ressa Kania Dewi, Glenn Victor, Patricia Yosita Hapsari dan Muhammad Hamgari belum  diperkenankan membela nama provinsi pada Kejurnas kali ini.

Sebagai tuan rumah, DKI memang turun dengan kekuatan penuh yaitu 62 atlet. Namun seorang atlet terpaksa absen karena tekena tifus, sementara satu orang lainnya  mengundurkan diri tanpa alasan.

Meski dominasi Jawa Barat kali ini tergeser namun provinsi ini masih mendominasi dalam hal atlet renang terbaik. Mereka menempatkan Triadi Fauzi Sidiq, Ricky  Anggawijaya, Monaliza dan Livia Kostaman sebagai atlet terbaik di kelompok umumur masing-masing.

Sementara DKI menempatkan tiga atlet menjadi yang terbaik, Jawa Tengah (2) dan Kalimantan Timur 1 orang.

Kejurnas renang 2014 ini ditutup oleh ketua umum PP PRSI, Sandiaga Uno, Sabtu (24/05/2014).

Klasemen perolehan medali:
1. DKI Jakarta (38-42-27)
2. Jawa Barat (32 26 20)
3. jawa Timur (25 23 27)
4. jawa Tengah (19 22 19)
5. Bali (7 5 14)
6. Riau (6 9 6)
7. Kaltim (3 3 2)
8. DIY (3 3 1)
9. Kaltara (1 1 4)


Daftar perenang terbaik:
Kelompok Umur IV
Putra: Dwi Arjuno Saputro (Jawa Tengah)
Putri: Rahmania Azzahra (Kalimantan Timur)


Kelompok Umur III:
Putra: Azel Zelmi (DKI)
Puitri: Laila Siti Aminah (DKI)


Kelompok Umur II:
Putra: Erick Achmad Fathoni (Jawa tengah)
Putri: Livia Kostaman (Jawa Barat)


Kelompok Umur I:
Putra: Ricky Anggawijaya (Jawa Barat)
Putrri: Monaliza (Jawa Barat)


Kelompok senior:
Putra: Triady Fauzi Sidiq (Jawa Barat)
Putri: Kathriana Mella (DKI)

(Kompas.com)

Rabu, 21 Mei 2014

Kejurnas 2014: Persiapan Minim, DKI Targetkan Juara Umum Kejurnas Renang

JAKARTA, RENANG - Kontingen DKI Jakarta menargetkan keluar sebagai juara umum dalam kejuaraan nasional renang yang akan berlangsung 22-24 Mei 2014.

Bertindak sebagai tuan rumah dalam perhelatan yang berlangsung di kolam renang Gelora Bung Karno, Senayan ini DKI menurunkan kekuatan penuh yang bermaterikan 62 atlet dari kelompok usia IV hingga senior.

"Kami menargetkan tahun ini sebagai tuan rumah DKI bsia memoperbaiki hasil tahun lalu saat kami menempati peringkat dua," kata pimpinan tim, calvin Legawa saat latihan bersama tim DKI di kolam renang GBK Senayan, Selasa (20/05/2014).

Dalam kejurnas renang tahun lalu yang berlangsung di Lombok, tim DKI menempati urutan dua pengumpul medali terbanyak di bawah tim Jawa Barat.  Namun tahun ini, tim DKI mendapat tambahan kekuatan baru dengan masuknya beberapa atlet renang nasional seperti I Gde Siman Sudartawa dan Dennis Joshua Tiwa (Senior) dan AA Istri Kania Ratih (Kelompok Umur I).

Membengkaknya jumlah atlet kontingen DKI juga dikarenakan adanya kemudahan masuknya para atlet renang di kelompok umur IV (10-11 tahun) saat proses seleksi di ajang Kejuaraan provinsi (kejurprov), awal April lalu. Menurut Calvin, di kelompok umur bawah ini diharap DKI dapat juga mendulang medali emas. "Kami menargetkan 35 medali emas untuk Kejurnas tahun ini," kata Calvin yang mantan pemain polo air nasional ini.

Untuk mencapai target tersebut para atlet dikumpulkan di Hotel Atlet Century dengan peraturan yang ketat termasuk hingga pembagian teman kamar. Satu kamar ditempati empat atlet dengan komposisi dari atlet KU IV hingga senior. "Jadi yang senior bisa mengawasi yang yunior bahkan yang baru," kata Calvin. 

Namun target DKI tampaknya harus dicapai dengan kerja keras. Juara bertahan Jawa Barat juga akan turun dengan kekuatan penuh termasuk dengan perenang-perenang nasional seperti Triady Fauzi Sidiq, Ricky Anggawijaya, Idham Dasuki, Raina Saumi mau pun Fadlan Prawira. 

Sementara tim Jawa Timur yang belakangan menurun juga mendapat suntikan kekuatan baru dengan masuknya nama seperti Patricia Yosita, Ressa Kania Dewi, Glenn Victor dan Muhammad Hamgari. Namun status mereka masih belum dapat mewakili provinsi  karena baru saja pindah dari provinsi asal.
'
Para atlet pemusatan latihan renang DKI sendiri sebenarnya terganjal dengan masih terkatung-katungnya status uang pembinaan mereka. Hingga Mei ini para atlet DKI masih belum menerima uang pembinaan bulanan  mereka.

Menurut Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Winny Erwindia, pekan lalu, keterlambataan turunnya uang pembinaan  tersebut terjadi terkait dengan adanya surat imbauan dari Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)  kepada gubernur di seluruh Indonesia agar tidak mencairkan dana bantuan sosial hingga pemilihan umum berakhir. Sementara dana hibah untuk pembinaan atlet termasuk dalam pos pengeluaran bansos.

Akibatnya persiapan kontingen DKI mengandalkan pada persiapan di perkumpulan renang masing-masing. Pelatih nasional Albert C. Sutanto juga menyayangkan kondisi atlet DKI dan nasional yang kurang kesempatan berlomba. "Kejurnas ini saja nyaris  tidak diadakan dengan alasan tidak ada dana. Untung ada inisiatif dari Pengprov DKI. Ajang ini kan merupakan seleksi untuk SEA Age Group di Singapura," kata Albert. (
Kompas.com)

Kejurnas 2014: Kejurnas Renang Kelompok Umur Ajang Uji coba Atlet Pelatnas

 JAKARTA, RENANG  - Ajang kejurnas renangkelompok umur yang bakal digelar pada 22-24 Mei ini di Stadion Renang Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, akan dijadikan ajang uji coba atlet pelatnas renang proyeksi Asian Games 2014.

Menurut pelatih renang nasional, Albert C. Sutanto, selain sebagai ajang melahirkan bibit muda ajang tersebut juga dijadikan ajang evaluasi para atlet pelatnas.

“Tentu pada Kejurnas nanti, kami akan terapkan sistem promosi dan degradasi. Jika pada Kejurnas nanti, terdapat pemain non pelatnas yang tampil lebih baik tentu dia akan masuk ke pelatnas. Performa atlet pelatnas masih akan terus dipantau di kejuaraan ini. Jika masih ada performa atlet yang tidak stabil berarti ada program latihan yang harus dibenahi agar performa mereka bisa menanjak terus hingga Asian Games nanti,“ ujar Albert.

Lebih lanjut Alber mengatakan bahwa hingga saat ini atlet pelatnas telah menjalani dua kali uji coba masing-masing mengikuti kejuaraan renang di Singapura dan Malaysia. Dari dua ajang uji coba tersebut, perenang pelatnas telah menunjukkan tren yang terus membaik dari segi catatan waktu.

Namun ada beberapa perenang yang  belum mampu memperlihatkan grafik performa meningkat. Salah satunya adalah Glenn Victor Sutanto yang saat Malaysia Terbuka yang absen lantaran sakit.


"Dua perenang tambahan dalam pelatnas Asian Games, Dennis Joshua Tiwa dan Alexis Wijaya Ohmar yang menggantikan Indra Gunawan dilarang bertanding karena kasus doping, juga belum memiliki catatan waktu. Kami berharap mereka bisa menunjukkan peningkatan performanya di kejuaraan nasional ini," ujar Albert. (TRIBUNNEWS.COM)

Minggu, 18 Mei 2014

PRSI kurang dukung atlet pelatnas Asian Games


Jakarta, RENANG - Pelatih renang nasional Albert Christiadi Sutanto menilai Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) kurang mendukung atlet renang pelatnas Asian Games 2014.

"Dukungan PB terhadap atlet pelatnas belum maksimal," katanya saat dihubungi di Jakarta, Sabtu, terkait hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PRSI yang berlangsung pada 16-17 Mei 2014.

Menurut dia, kurangnya dukungan terlihat dari pelaksanaan uji coba yang seharusnya dibantu pendanaan PB PRSI, tetapi malah dibiayai pelatih dan atlet sendiri seperti saat di Malaysia beberapa waktu lalu.

Dari lima uji coba yang diusulkan kepada Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), hanya dua yang dikabulkan.

"Satu di Singapura, sudah diambil dan satu lagi rencananya bakal di Hongkong pada akhir Juli atau awal Agustus 2014," katanya.

Albert menambahkan, untuk menghadapi ajang sekelas Asian Games, tidak cukup hanya dengan dua kali uji coba.

"Kurang dong, harusnya lima atau enam kali karena uji coba merupakan salah satu evaluasi kemampuan para atlet. Tanpa bertanding, kami tidak mengetahui kemampuan atlet sampai dimana. Bila hanya berlatih saja, tidak ada tolak ukurnya bagi kami," katanya.

Menurut dia, sampai saat ini dukungan PB PRSI dan Satlak Prima masih dirasakan "setengah hati" terhadap cabang renang.

"Dukungan Kemenpora lewat Prima itu sangat minim, hanya akomodasi dan uji coba saja, sementara untuk berlatih kan tidak hanya akomodasi, tapi atlet perlu fasilitas, seperti latihan beban, uang transportasi itu harus disediakan," katanya.

Ia pun berharap banyak program kerja yang bisa dilaksanakan PB PRSI pasca-Mukernas 2014, sehingga bisa lebih baik dibandingkan 2013 yang minim agenda kegiatan terlaksana. (ANTARA News)