Rabu, 04 Juli 2012

ASEAN School Games (ASG) 2012: Renang Fantastis


SURABAYA – RENANG INDONESIA - Cabang olahraga (Renang) di arena ASEAN School Games (ASG) 2012 berhasil melampaui target. Hari terakhir perlombaan renang, Selasa (4/6) Indonesia berhasil menyabet empat medali emas, sekaligus mengkohkan diri sebagai juara umum. Yang membuat olahraga air ini fantastis adalah terciptanya rekor-rekor baru. Sementara posisi Indonesia didaftar perolehan medali masih jalan di tempat, Vietnam melejit ke urutan dua sampai hari kelima ini.
Dari 8 nomor final yang dipertandingkan di hari terakhir, 6 nomor di antaranya tercipta rekor baru. Bangganya lagi, rekor-rekor baru itu lebih banyak diukir perenang tanah air.  Emas pertama Indonesia di hari terakhir dipersembahkan oleh Raina Saumi nomor 800 m gaya bebas puteri, atlet asal Jawa Barat ini juga berhasil memecahkan rekor dirinya saat ASG 2011 Singapura. Rekor sebelumnya dengan catatan waktu 9.05,60 dan 9.04,39 rekor barunya.
Emas kedua disumbangkan oleh perenang asal Bali, I Gede Sudartawan. Tampil di nomor 100 m gaya dada, Sudartawan meraih emas dengan catatan waktu 55.70. lagi-lagi perenang Indonesia ini memecahkan rekornya sendiri. Rekor lama yang dibuatnya sendiri pada ASG 2011 yakni 56.28. Sedangkan perak dan perunggu direbut Han Tern Jian (Malaysia) dan Krueakhamkhao (Thailand).
Perenang Indonesi lainnya yang menyumbang emas adalah Yosaputra Yessy di nomor 100 m gaya dada putri dengan catatan waktu 1.06,56. Namun, capaian waktu ini belum bisa memecahkan rekor yang ia buat ASG tahun sebelumnya. Perenang anderdog Indonesia, Dewi Ressa Kania menutup perolehan medali Indonesia di cabor renang. Wajar jika, ia disebut anderdog, sebab ia memang bukan menjadi tumpuan untuk mendapatkan emas.
Dengan tambahan 4 emas ini, Indonesia keluar sebagai juara umum renang dengan mengumpulkan 9 emas, 6 perak dan 5 perunggu. Manajer renang ssangat senang melihat pencapaian para atletnya yang melebihi target. Ia mengatakan ASG tahun ini, pihaknya telah sukses menjadi tuan rumah yang baik dan berprestasi.
Delapan emas diraih semua sesuai prediksi. Kecuali Ressa Kania yang berhasil menyumbang emas meski tidak masuk dalam hitungan. "Saya sangat bangga, terimakasih pada semua. Karena kami telah sukses melebihi target," katanya usah melihat atletnya dikalungi medali emas di kolam renang KONI Kartajaya.
Sementara empat emas lainnya diraih perenang Thailand Wesshasartar di nomor 50 m gaya bebas putra dan Sirsa Jenjira di nomor 200 m gaya bebas putri, Hwang Lim Ching (Singapura) di nomor 200 m gaya bebas putra, dan Jeau Zhi Vernon Lee (Malaysia) di nomor 1500 m gaya bebas.
Lumbung emas Indonesia juga didapat dari cabor pencak silat, akhirnya silat juga berhasil memenuhi targetnya  meraih delapan medali emas. kepastian ini terlihat setelah di laga final kategori tanding, Selasa (3/7) petang,  pendekar RI berhasil menambah lima emas. Sehari sebelumnya, Indonesia sudah meraih tiga emas di kategori seni.
Lima emas tambahan di dapat dari kelas F putra, E putra, A putri, B putri, dan D putra. Sedangkan lima perak didapat dari kelas C putri, G putra, C putra, H putri, dan B putra. Total Indonesia mendapat 8 emas, 5 perak, dan 1 perunggu dan menduduki peringkat kedua dalam kelasmen akhir perolehan medali pencak silat.
Meski begitu yang menjadi juara umum di cabor ini masih dipegang Vietnam dengan total 12 emas dan 2 perak, Indonesia masih di posisi kedua. (Surabayapost)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar