Kamis, 12 Januari 2012

PARI SAKTI : PALING SAKTI dI JAKARTA

Tak ada klub renang di Jakarta sehebat Pari Sakti. Sehngga bisa dikatakan bahwa Pari Sakti adalah klub renang tak tertandingi untuk kawasan ibukota dan sekitarnya. Hampir setiap kejuaraan renang di sekitar Jakarta, apapun nama kejuarannya, Pari Saktilah rajanya.
Bukan hanya lantaran pendiri dan pimpinannya bernama Radja, melainkan memang atlet asuhannya memang luar biasa. Kalau mau dicari saingannya, maka saingan terdekatnya justru datang dari klub renang milik anak-anaknya, seperti Elfira Swimming Club (ESC) yang memiliki cabang di mana-mana seperti pohon duren.
Kehebatan Pari Sakti didukung oleh sarana dan prasarana yang refresentatif di Kolam Renang Senayan yang sering dijadikan ajang pertarungan atlet nasional dan internasional.
Namun yang lebih dari itu adalah kehebatan oleh sang pendiri dan sekaligus pelatih Radja Mursinal Nasution (54) yang telah terkenal banyak melahirkan atlet-atlet nasional, termasuk ketiga anaknya yakni Elfira Rosa Nasution, Maya Masita, Elsa Manora Nasution, dan M Akbar Nasution. Beberapa rekor nasional yang diukir pada tahun 90an oleh Elfira dan Elsa, kini catatannya masih membeku di tangan mereka. Luar biasa memang.
Blla anda ada waktu maka bertandanglah ke Kolam Renang Senayan Jakarta dan jika melihat kerumunan anak-anak usia di bawah 18 tahun ke bawah sedang bermain di kolam dengan jumlah ratusan anak. Maka tak salah, itulah anak-anak Pari Sakti. Jumlah anggotanya memang fantastis, sekitar 150, mungkin merupakan klub dengan jumlah anggota renang terbesar di tanah air saat ini.
Radja tidak berambisi buru-buru mencetak juara bagi anak-anak asuhannya. Ia dengan sabar mendidik anak asuhannya berlatih dengan telaten tahap demi tahap. ''Untuk mencapai prestasi bagus, seorang perenang memerlukan waktu empat tahun,'' kata lelaki kelahiran Banda Aceh itu.
Radja ingin agar anak asuhannya meningkatkan karirnya sesuai dengan peningkatan umurnya. Perenang kelompok umur, katanya, sebaiknya dijadikan ''sasaran antara'', dan bukan tujuan.
Radja sendiri dahulunya adalah perenang dan anggota regu polo air Sumatera Utara. Anak polisi ketiga dari tujuh bersaudara, itu pernah menjadi anggota klub Tirta Kencana, Jakarta. Pindah ke Medan, ia bergabung dengan klub Prim. Di sanalah Radja bertemu dengan Rosani Samsoe, anggota klub Dolphin, perkenalan yang membawa keduanya ke pelaminan.
Ketika mendirikan Pari Sakti pada 16 Agustus 1996, Radja berharap klubnya paling sakti sebab nama Pari Sakti sendiri berasal dari nama ikan Pari, binatang berbadan lebar seperti permadani dengan fisiknya yang mempengaruhi mahluk sekitarnya. Sedangkan Sakti diambil dari nama legenda marga Nasution suku Mandiling yang berawal dari kata Nasaktion artinya paling sakti. Jadi klop ‘kan.
Pari sakti berpandangan bahwa dengan olahraga yang teratur akan berdampak langsung dalam melakukan pencegahan terhadap kemungkinan trerpengaruhinya anak dan remaja dalam pergaulan yang tak bertanggungjawab.
Kini ayah lima anak dan suami Rosani Samsoe itu sudah bisa tersenyum lega sebab perjuangannya membesarkan klub dan anak-anaknya telah membuahkan hasil. Radja pernah ditatar Bill Switenham, pelatih renang asal Australia tengah mewariskan ilmu renangnya kepada pelatih-pelatih muda melalui Asosiasi Pelatih Renang yang baru berdiri beberapa waktu yang lalu.
Radja yang tetap radja yang kritis terhadap perkembangan olahraga renang di tanah air sat ini merupakan sosok yang karismatis. Seperti juga klubnya yang tetap mampu menjaga prestasi sebagai salah satu dari lima klub terbesar di tanah air berkat pretasi yang ditunjukan oleh anak-anak Pari Sakti terutama mereka yang berusia di bawah 18 tahun.
Anggota Pari Sakti berlatih di Stadion renang Senayan Jakarta pada Selasa, Rabu dan Jumat, Sabtu. Kamis dan Minggu berlatih di Kolam Renang Bulungan pk. 16 – 18.00.
Latihan intensif tambahan dilakukan pagi hari khusus bagi anggota yang akan mengikuti perlombaan ataupun anggota biasa yang ingin menambah frekuensi latihan pada pk. 4.30 - 6.30 pagi di Kolam Renang Senayan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar