Senin, 02 Juli 2012

ASEAN School Games 2012: Indonesia bidik 36 emas


Jakarta – RENANG INDONESIA - Tuan rumah Indonesia membidik minimal mendapatkan 36 medali emas pada kejuaraan pelajar "ASEAN Schools Games" (ASG) 2012 di Surabaya, Jawa Timur, 28 Juni sampai 6 Juli mendatang.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Djoko Pekik Irianto di Jakarta, Kamis, menuturkan bahwa target yang ditetapkan itu berdasarkan perkiraan yang dilakukan oleh Satlak PRIMA Pratama.

"Satlak PRIMA Pratama adalah yang menyiapkan atlet. Jadi atlet yang diturunkan adalah yang benar-benar siap," katanya di Kantor Kemenpora Jakarta.

Menurut dia, 36 medali emas yang dibidik itu berasal dari sembilan cabang olahraga unggulan, meski di kejuaraan tahunan yang keempat kalinya digelar ini ada 11 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Dari sembilan cabang olahraga unggulan ini, medali terbanyak dibidik dari pencak silat dan renang yaitu delapan medali disusul tenis lapangan dan atletik dengan enam medali, bulu tangkis tiga medali, golf dua medali serta senam, bola voli dan basket satu medali.

"Itu baru perkiraan. Sebagai tuan rumah peluang untuk mendapatkan banyak medali lebih besar. Makanya saat ini para atlet terus digembleng dalam pelatnas," katanya, menambahkan.

Pada ASEAN School Games 2012, Indonesia menurunkan 220 atlet putra dan putri. Mereka akan turun di 11 cabang olahraga yang tiga diantaranya adalah cabang olahraga wajib yaitu atletik, golf dan sepak takraw.

Ditanya apa tim Indonesia menurunkan atlet-atlet nasional yang statusnya masih pelajar dan usianya di bawah 18 tahun, Djoko Pekik membenarkan. Ada beberapa atlet yang dipastikan turun sepeti Gede Siman (renang) dan Wisnu (tenis lapangan).

Target medali emas Indonesia itu naik dibandingkan dengan hasil yang diraih pada ASEAN Schools Games 2011 di Singapura yaitu 21 medali emas. Saat itu Indonesia hanya berada di posisi empat.

ASEAN Schools Games 2012 diikuti tujuh negara dengan jumlah atlet 1.356 orang. Selain tuan rumah Indonesia, negara yang turun adalah Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Singapura dan Brunei Darussalam. (ANTARA News) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar