Kamis, 17 April 2014

Sulsel Tak Ingin Atletnya Pindah ke Jatim


MAKASSAR, RENANG - Pengprov Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sulawesi Selatan memastikan atlet potensialnya yakni Muhammad Alamsyah tetap memperkuat Sulsel di kejuaraan nasional (Kejurnas) Kelompok Umur di Jakarta, Mei 2014.
Ketua Harian PRSI Sulsel Abdul Muin di Makassar, Sulsel, Rabu, mengatakan keinginan peraih lima medali emas Kejurnas KU Mataram, NTB 2013 itu untuk mengikuti langkah Muhammad Hamgari yang memutuskan pindah ke Jatim tidak akan terjadi.
"Alamsyah tetap perkuat Sulsel. Kami juga akan berupaya mempertahankan karena memang menjadi andalan Sulsel di sejumlah kejuaraan termasuk di Kejurnas KU Jakarta 2014," katanya.
Agar Alamsyah tetap dapat memperkuat Sulsel, pihaknya juga berharap dukungan dan perhatian pemerintah yang lebih serius terhadap pembinaan atlet. Sebab jika tetap dengan kondisi seperti sekarang maka pihaknya akan sulit menyakinkan seluruh atlet untuk tidak meninggalkan Sulsel.
Dewan Pakar PB PRSI ini juga menjelaskan, keinginan sejumlah atlet meninggalkan Sulsel dan memperkuat daerah lain karena merasa kurang diperhatikan. Keputusan itu, kata dia, juga tidak bisa disalahkan karena menyangkut masa depan atlet.
"Pengprov PRSI Sulsel tetap berkomitmen untuk membantu dan membina seluruh atlet secara maksimal. Namun kami tentu butuh dukungan pemerintah agar apa yang kami lakukan berjalan maksimal," jelasnya.
Menghadapi Kejurnas Renang KU Jakarta 2014, PRSI Sulsel terus mematangkan 10 atlet terbaik yang yang merupakan hasil seleksi Kejuaraan Renang Antar perkumpulan Daerah (KRAPDA) di Kolam Renang Mattoanging Makassar, 4-5 April 2014.
Dari 10 atlet yang mencapai waktu tercepat di KRAPDA Makassar 2014, kata dia, satu diantaranya tentu saja Muhammad Alamsyah. Pengalaman dan prestasinya disejumlah kejurnas menjadi alasan untuk tetap mengandalkannya.
Pada Kejurnas KU di Mataram, NTB 2013, Alamsyah sukses mempersembahkan lima medali emas melalui nomor 100m gaya punggung, 200m gaya punggung, gaya bebas 50m, serrta gaya ganti nomor 400m putra kategori kelompok umur.
Selain itu, Alamsyah juga berhasil merebut satu medali emas pada Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia (KRAPSI) Jakarta 2014. "Kejurnas Jakarta ini menjadi ajang seleksi untuk ajang SEA Age Group di Singapura. Kami berharap seluruh atlet khususnya Alamsyah bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan masuk timnas untuk kejuaraan nanti," ujarnya. (antara)

Phelps Berlomba Lagi untuk Olimpiade 2016


WASHINGTON, RENANG — Bintang renang Amerika, Michael Phelps, akan kembali dari masa "pensiun" dengan mengikuti lomba di seri Grand Prix di Mesa, Arizona, pekan depan.

Keputusan Phelps untuk kembali berlomba setelah istirahat seusai Olimpiade London 2012 lalu memunculkan spekulasi ia akan kembali berlomba di ajang Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, pada 2016 mendatang.

Phelps, 28, akan berlomba di Arizona pada 24-26 April ini bersama rekan-rekan satu timnas Amerika, seperti Ryan Lochte dan Katie Ledecky.

Keputusan Phelps untuk kembali ke kolam renang ini dibenarkan pelatihnya, Bob Bowman. "Saya berharap ia mau berlomba lagi. Saya kira akan merupakan hal yang baik buat olahraga renang untuk kembali melihat Michael berlomba," kata Bowman.

"Kami tidak terlalu berharap pada hasil yang akan dicapai. Kami hanya ingin sesuatu yang menyenangkan sambil melihat kemungkinan yang ada," lanjut Bowman.

Phelps merupakan pemegang rekor perolehan medali Olimpiade dengan 18 medali emas. Ia merebut 4 medali emas dan 2 perak di Olimpiade London 2012. Prestasi spektakuler dicatatnya di Olimpiade Beijing pada 2008 lalu dengan meraih delapan medali emas.

Jika rencana berjalan mulus, Phelps kemungkinan mengincar kejuaraan nasional Amerika di Irvine, California, pada 6-10 Agustus. Ini merupakan ajang seleksi untuk timnas Amerika ke kejuaraan dunia di Kazan, Rusia, pada 2015 mendatang.

Menurut Bowman, Phelps akan berkonsentrasi di nomor estafet dan jarak-jarak pendek, termasuk di 100 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya bebas. (kompas.com)

Selasa, 18 Maret 2014

Tanpa Indra Gunawan, Peluang Renang di Incheon Masih Terbuka



Jakarta, RENANG - Wakil Ketua PB PRSI, Bambang Udaya, mengatakan peluang renang untuk meraih medali di Asian Games, Incheon, Korea Selatan, 18 September-4 Oktober 2014, masih terbuka.

Menurutnya, meski tanpa ndra Gunawan, Indonesia masih memiliki nomor tunggal yang bisa diandalkan.

Seperti diketahui, PB PRSI sedang dalam kondisi tidak menyenangkan. Dua atletnya, Indra dan Guntur Pratama Putra dijatuhi sanksi oleh FINA (Federasi Renang. Internasional) selama dua tahun, karena kasus penggunaan doping yang diasupnya pada kejuaraan Asian  Indoor and Martial Art Games, di Incheon, Juli lalu.

Atas hukuman tersebut, Indra  yang merupakan salah satu atlet pelatnas Asian Games, hampir dipastikan tak akan turun di ajang tersebut, bahkan juga untuk SEA Games Juni 2015.

"Makanya kita ingin ini semua clear dulu. Indra juga sengaja tidak kita ikutkan ujicoba di ajang Singapore National Age Group Swimming Championship, 18-23 Maret. 2014. Kami ingin semuanya selesai dulu," sahut Bambang, usai jumpa pers di Golf driver Range, Senayan, Jakarta, Senin (17/3/2014).

"Untuk Asian Games, posisi Indra akan ada pengganti. Meski di atas kertas pelapis Indra ini jauh sekali. Tapi kita harus lakukan, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk terjadi," tambahnya.

Pergantian posisi antara Indra dengan pelapisnya, besar kemungkinan berdampak pada target perolehan medali di Incheon, pada nomor estafet 4 x 100 gaya ganti.

"Memang berat (untuk peluang medali di nomor ini) karena kita jadi pincang satu. Pun kalau harus mengejar, pelapisnya ini harus giat berlatih," ujarnya.

Meski begitu, Bambang optimistis tim renang Indonesia masing berpeluang medali. Utamanya di nomor-nomor tunggal milik I Gede Siman Sudartawa(100 meter gaya punggung) dan Triady Fauzi Siddiq (100 dan 50 meter gaya bebas).

"Kans kita untuk peluang medali masih bisa. Kita bisa. Bermain di nomor-nomor tunggal. Ada Siman dan Triyadi," tutupnya. (detik.com)

PRSI Siapkan Pengacara untuk Dampingi Indra/Guntur



Jakarta, RENANG - Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) menyiapkan pengacara untuk mendampingi dua atlet renang Indonesia yang mendapatkan sanksi dari FINA yaitu Indra Gunawan dan Guntur Pratama.

Kedua atlet andalan Indonesia pada beberapa kejuaraan internasional ini mendapatkan sanksi larangan dua tahun berkecimpung pada dunia renang karena terbukti menggunakan doping pada AIMAG 2013 di Incheon Korea.

"Kami akan menyiapkan pengacara untuk membantu proses ini. Saat ini ada dua nama yang masuk. Kita akan pilih yang terbaik," kata Ketua Umum PB PRSI Sandiaga Uno di Jakarta, Senin.

Induk organisasi renang Indonesia akan mengajukan banding atas sanksi yang diterima oleh dua atlet andalan Indonesia ke Badan Arbitrase Internasional atau CAS. Hal ini terjadi karena dua atlet tersebut sebelumnya sudah mendapatkan sanksi.

Sanksi yang diterima Indra Gunawan dan Guntur Pratama dari Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) adalah tiga bulan dan berakhir November 2013. Adapun sanksi dari FINA berlaku sejak 1 Juli 2013 lalu dengan dua tahun kedepan.


"PRSI dan LADI akan berupaya sebaik mungkin untuk melakukan advokasi terhadap atlet agar bisa secepatnya berkompetisi kembali baik ditingkat nasional dan internasional," katanya menambahkan.

Dengan upaya yang dilakukan oleh PRSI, Sandiaga Uno berharap permasalahan yang membelit dua atlet Indonesia yang dipersiapkan untuk Asian Games 2014 ini bisa secepatnya tuntas. Pihaknya juga berharap atlet Indonesia mewaspadai penggunaan suplemen.

Indra Gunawan dan Guntur Pratama Putra pada AIMAG 2013 di Incheon Korea dipastikan menggunakan doping jenis "methylhexaneamine", padahal khusus Indra mampu meraih hasil terbaik yaitu emas 50 meter gaya dada.

Setelah mendapatkan sanksi dari LADI, atlet asal Sumatra Utara itu tidak bisa turun pada Islamic Solidarity Games (ISG) di Palembang. Namun, Indra kembali bisa memperkuat Indonesia pada SEA Games 2013 Myanmar.

Sementara itu Sekjen PB PRSI Made Suryadana menegaskan, kasus seperti yang terjadi pada Indra dan Guntur harus segera diakhiri yang salah satu caranya dengan memahami aturan-aturan yang berlaku.
"Tidak ada satupun pihak yang menginginkan kasus penggunaan doping ini terjadi. Kasus doping yang menimpa atlet renang akan dijadikan pembelajaran yang akan selalu diingat dan diantisipasi agar tidak terjadi dimasa mendatang," katanya.

Dengan adanya sanksi tegas dari FINA, Indra Gunawan kemungkinan besar tidak bisa memperkuat kontingen Indonesia pada Asian Games 2014 di Incheon Korea. Selain itu kemungkinan tidak bisa turun di SEA Games 2015 di Singapura. (Antara)

Jumat, 14 Maret 2014

Asian Games 2014: Peluang Indonesia terancam



JAKARTA - Peluang tim renang Indonesia  meraih medali di Asian Games Incheon, September mendatang terancam setelah perenang gaya dada Indra Gunawan terkena hukuman larangan selama dua tahun oleh FINA.

Indra bersama atlet lainnya, Guntur Pratama Putera terkena hukuman larang berlomba selama dua tahun atas kesalahan mengonsumsi bahan terlarang, methylhexaneamine, yang terkandung dalam suplemen Jack 3D.

Keduanya dinyatakan positif mengonsumsi methylhexaneamine saat mengikuti  ajang Asian  Indoor and Martial Arts Games (AIMAG) di Incheon pada Juli 2013.  Setelah terbukti positif, medali yang didapat baik oleh Indra mau pun Guntur dicoret.

Secara internal, baik Indra mau pun Guntur dijatuhi hukuman larangan berlomba selama tiga bulan, antara Agustus hingga November 2013. Hukuman dikeluarkan oleh LADI lembaga Anti-doping Nasional.  Selama masa tiga bulan tersebut, baik Indra maupun Guntur dilarang mengikuti lomba baik di dalam mau pun luar negeri.

Setelah masa hukuman habis, mereka kembali memperkuat tim Indonesia di ajang SEA Games XXVII/Naypyidaw, Myanmar pada Desember. Indra Gunawan mempersembahkan satu medali perak di nomor 100 meter gaya dada dan medali emas 4x100 meter gaya ganti beregu putera. Indra meraih medali emas bersama I Gde Siman Sudartawa (gaya punggung), Triady Fauzi Sidiq (gaya bebas) dan Glenn Victor Sutanto (gaya kupu-kupu).

Apabila keputusan FINA ini berlaku efektif, Indonesia bukan hanya terancam kehilangan medali emas dan perak SEA Games yang dipersembahkan Indra, namun juga kemungkinan memperoleh medali di Asian Games Incheon, September mendatang.

"Kami sedapat mungkin akan mengajukan banding agar hukuman ini dapat dibatalkan dan kami dapat mengikuti Asian Games.  Tentu kita akan sangat dirugikan apabila keputusan ini berlaku efektif. Di Asian Games, kuartet putra kita berpeluang besar meraih medali bila tampil lengkap," kata  pelatih kepala nasional, Hartadi Nurjojo, baru-baru ini.

Menurut Hartadi, pelapis Indra Gunawan di gaya dada, yaitu Dennis Joshua Tiwa memiliki catatan waktu yang masih jauh di bawah Indra. "Tanpa Indra, kita hampir tidak mungkin meraih medali di nomor estafet gaya ganti," ungkap Hartadi.

Karena itulah PP PRSI, menurut Hartadi, akan bergerak cepat untuk mengajukan banding atas hukuman tersebut. (waspada)

Kamis, 13 Maret 2014

Indra Gunawan Kembali Diskors, Peluang di Asian Games Terancam



JAKARTA, RENANG - Peluang tim renang Indonesia  meraih medali di Asian Games Incheon, September mendatang terancam setelah perenang gaya dada Indra Gunawan terkena hukuman larangan selama dua tahun oleh FINA.

Indra bersama atlet lainnya, Guntur Pratama Putera terkena hukuman larang berlomba selama dua tahun atas kesalahan mengonsumsi bahan terlarang  methylhexaneamine yang terkandung dalam suplemen Jack 3D.

Keduanya dinyatakan positif mengonsumsi methylhexaneamine saat mengikuti  ajang Asian  Indoor and Martial Arts Games (AIMAG) di Incheon pada JUli 2013.  Setelah terbukti positif, medali yang didapat baik oleh Indra mau pun Guntur dicoret.

Secara internal, baik Indra mau pun Guntur dijatuhi hukuman larangan berlomba selama tiga bulan, antara Agustus hingga November 2013. Hukuman dikeluarkan oleh LADI lembaga Anti-doping Nasional.  Selama masa tiga bulan tersebut, baik Indra mau pun Guntur dilarang mengikuti lomba baik di dalam mau pun luar negeri.

Setelah masa hukuman habis, mereka kembali memperkuat tim Indonesia di ajang SEA Games XXVII/Naypyidaw, Myanmar pada Desember.  Indra Gunawan mempersembahkan satu medali perak di nomor 100 meter gaya dada dan medali emas 4x100 meter gaya ganti beregu putera. Indra meraih medali emas bersama I Gde Siman Sudartawa (gaya punggung), Triady Fauzi Sidiq (gaya bebas) dan Glenn Victor Sutanto (gaya kupu-kupu).

Apabila keputusan FINA ini berlaku efektif, Indonesia bukan hanya terancam kehilangan medali emas dan perak SEA Games yang dipersembahkan Indra, namun juga kemungkinan memperoleh medali di Asian Games Incheon, September mendatang.

"Kami sedapat mungkin akan mengajukan banding agar hukuman ini dapat dibatalkan dan kami dapat mengikuti Asian Games," kata  pelatih kepala nasional, Hartadi Nurjojo, Selasa (11/3/2014).  "Tentu kita akan sangat dirugikan apabila keputusan ini berlaku efektif. Di Asian Games, kuartet putera kita berpeluang besar meraih medali bila tampil lengkap."

Menurut Hartadi, pelapis Indra Gunawan di gaya dada, yaitu Dennis Joshua Tiwa memiliki catatan waktu yang masih jauh di bawah Indra. "Tanpa Indra, kita hampir tidak mungkin meraih medali di nomor estafet gaya ganti," ungkap Hartadi.

Karena itulah PP PRSI, menurut Hartadi, akan bergerak cepat untuk mengajukan banding atas hukuman tersebut. "Pertama yang akan kami lakukan adalah mengklarifikasi masalah ini dengan pihak LADI. Apakah hukuman internal berupa skorsing 3 bulan pada tahun lalu, sudah ditembuskan kepada FINA.  Baru kemudian kami akan melakukan banding yang resmi kepada FINA, "lanjutnya.

"Kami tetap akan berpegang pada alasan bahwa  baik Indra mau pun Guntur mengonsumsi barang tersebut bukan dengan sengaja.  Ini akan kami perkuat dengan  catatan pribadi keduanya yang bersih dari hal-hal yang bersifat doping tersebut," ungkap Hartadi.

Baik Indra mau pun Guntur memiliki kesempatan mengajukan banding melalui jalur Pengadilan Arbitrase Olah Raga. (Kompas.com)

Jumat, 07 Maret 2014

Asian Games: Renang Segera Gelar Ujicoba Pertama di Singapura



RENANG. Setelah dua bulan melakoni persiapan umum, lima atlet renang Indonesia yang dipersiapkan untuk Asian Games 2014 akan melakoni uji coba pertamanya di Singapura.

Kelima atlet itu adalah I Gede Simansudartawa, Triady Fauzi, Glenn Victor Sutanto, Ricky Angga Wijaya,dan Indra Gunawan. Mereka akan terjun di ajang Singapore National Age Group Swimming Championship, 18-23 Maret mendatang.

Pelatih Albert C Sutanto mengatakan, ajang ini merupakan event tahunan yang selalu diikuti Indonesia. Sehingga momentnya cukup pas bagi atletnya yang sedang dalam persiapan menuju Incheon.

"Tentu ajang ini jadi kesempatan untuk anak-anak dapat sparing yang bagus. Karena banyak negara-negara kuat di Asia ikut serta, seperti China, Jepang," sahut Albert kepada detiksport, melalui sambungan telepon Kamis (6/3/2014).

Singapore National Age Group Swimming Championship merupakan salah satu ajang seleksi Youth Olympic Games (YOG), kejuaraan kelompok umur yang diikuti oleh sejumlah negara-negara Asia.

Ditambahkan Albert, selain sebagai ajang sparing, uji coba ini sekaligus sebagai sarana mengevaluasi perenang. Mereka yang namanya sudah tercantum dalam SK tak dijamin akan bisa berangkat ke Asian Games. Satlak Prima masih akan melakukan promosi dan degradasi, yang akhirnya di sahkan kembali pada SK per 1 April.

"Memang 1 April itu, atlet akan ada promosi degradasi. Satlak mempunyai tes tersendiri, tapi tes kesehatan, fisik, dan psikologi itu kan sebenarnya tes umum. Yang setiap atlet bakal melewati itu. (detiksport)