Kamis, 12 Januari 2012

Bekasi Olympic Aquatic (BOA): Rajin Berkelana Demi Meningkatkan Prerstasi

Bekasi Olympic Aquatic (BOA) adalah salah satu klub renang yang paling rajin mengikuti perlombaan. Dimana saja dan kapan saja ada kejuaraan renang, BOA tak pernah absen, terutama dalam kawasan Jawa Barat, Jakarta dan Banten.Dalam setahun BOA mengikuti perlombaan di luar daerah tidak kurang dari 12 kali atau sebulan tiga kali dengan mengikut sertakan 20 atletnya yang potensial.
Prestasinya memang tidak bisa disamakan dengan klub-klub besar lainnya yang sudah memiliki jam terbang jauh. Tapi paling tidak, dalam usianya yang masih muda yakni 6 tahun, BOA sudah masuk dalam sepuluh besar daerah Jawa Barat.
BOA memiliki perjalanan sejarah yang sederhana. Persiapan pembentukan klub BOA sudah dimulai sejak 4 oktober 2001. Pada saat itu, Wanto, karyawan Olimpic Sport club biasa mangkal mengurus kolam. Setelah selesai menyelesaikan tugasnya, sebagai karyawan Lippo Cikarang.Wanto, menerima dan melatih murid mulai pukul 16.30 – 20 malam.
Sejak 2002 Wanto mulai mencari bibit perenang secara privat  dan sejak 2003 mulai melatih perenang usia dini. Perenang asuhannya mulai menunjukkan prestasi pada tahun 2004. dan sejak 2006 siswa Lippo Cikarang bergabung.
Pada mulanya, sumber daya manusia sebagai pelatih masih terbatas. Maklum di Bekasi Bekasi cuma ada satu yakni, klub bekasi olimpic aquatic. Meski pelan namun pasti, klub harus terus bergerak.
Begitulah Wanto dari hari ke hari, disamping sebagai pengurus, juga merangkap sebagai pelatih. Wanto memang lelaki energic.
 “Sulit buat saya mulai latihan lebih awal, sebab pada perenang umumnya masih sekolah dan pulang sore hari. Terpaksa latihannya menunggu mereka pulang sekolah,”ujar Wanto.
Pada saat ini BOA memiliki 70 anggota, dibantu 4 orang pelatih. Anggota BOA umumnya berusia KU III ke bawah dan masih sekolah di Lippo Cikarang.  Sementara pelatihnya semuanya sudah memiliki sertifikat C.
Untuk mengasah kemampuan asuhannya, para perenang rajin mengikuti perlombaan, khususnya dalam kawasan Jawa Barat.
Disamping rajin mengikuti pertandingan ke luar daerah, BOA juga rutin mengadakan pertandingan khusus pelajar dan klub. .
“Dalam setahun kami menyelenggarakan dua bahkan pernah tiga kali dalam setahun. Jadi totalnya sampai sekarang kami sudah memiliki pengalaman mengadakan 20 kali pertandingan renang,” ujar Wanto.
Pengalaman itu pula yang menyebabkan cara kerja BOA lebih cepat dibanding pertandingan yang dilaksanakan oleh klub lain. Untuk kejuaraan Open, yang menggelar 48 nomoer pertandingan, BOA bisa selesai sebelum pukul dua dari acara yang dimulai pada pukul delapan pagi. Bandingkan dengan klub lain, ada yang sampai beduk Isya belum selesai, hanya untuk menentukan pemenang.
Karena rajin mengikuti pertandingan di luar daerah, maka kini BOA menurut Wanto anak asuhannya mengalami perkembangan.
Ada grafik naik setiap mengikuti event pertandingan. Paling tidak dalam setiap kejuaraan kecil, kami  kebagian perak atau perunggu,” kata Wanto bangga.
BOA beruntung memiliki kolam sendiri, apalagi ukurannya memenuhi standar olimpik. Lingkungannya juga cukup bagus dan kondusif, jauh dari keramaian yang mengganggu perenang.
Meskipun berada di tengah masyarakat strata sosial menengah atas, tapi tidak mudah mengajak anak-anak mereka bergabung dalam BOA.
Menurut Wanto, 70 persen mereka berada dibawah usia 14 tahun. Keinginan untuk berprestasi kurang. Kalaupun berenang tapi sekedar hiburan pengisi waktu.
Bila menghadapi sebuah pertandingan, Wanto dan empat asistennya mempersiapkan anak asuhannya dengan perbaikan gaya pada hari Minggu. Latihan intensif diberikan kalau menghadapi Krapsi dan Kejurda yang diselenggarkan setiap enam bulan. Porsi latihan ditambah selama satu hingga satu jam setengah.
Dalam setiap latihan biasanya KU (Kelompok Umur) IV  berenang sepanjang empat ribu meter, KU III tiga sampai enam ribu meter, dan KU Dasar 2 ribu
BOA memberikan latihan untuk anggota baru selama dua bulan untuk menguasai gaya bebas dan dada. Dan dalam waktu enam bukan mampu menguasai empat gaya. Cepat atau lambatnya penguasaan pada gaya, tergantung pada anak. Kalau rajin dan berbakat mungkin bisa lebih cepat.
BOA memiliki anggota yang terbagi antara anggota privat dan klub. Anggota privat berjumlah sekitar 50 pada usia 4-11 tahun. Mereka berlatih tiga kali seminggu.
Sepanjang menjadi pengurus dan pelatih, Wanto mengalami masa-masa suka dan duka sebagai pelatih.
“Saya sangat bergembira kalau anak asuhan saya berhasil memecahkan rekor. Cape selama latihan, rasanya terobati. Dukanya, kalau lagi musim hujan. Anak-anak yang datang cuma beberapa orang. Tapi meski demikian, latihan tetap jalan. Tapi selama ini saya merasa lebih banyak sukanya. Sebab saya memang hobby renang,” ujar Wanto.
Walau cuma perunggu, kata Wanto, apalagi kelasnya Jabar, sudah merupakan prestasi yang cukup bagus. Perunggu Jabar prestasi lebih tinggi, sebab Jabar memiliki klub renang terbanyak di tanah air. Persaingannya ketat datang dari beberapa daerah Jabar lainnya, diantaranya dari Cirebon dan Bandung sendiri. Jadi meskipun cuma perunggu, tetap membanggakan.

3 komentar:

  1. terus gimana caranya biar kita bisa menjadi seperti mereka?

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Cara daftarnya bagaimana?

    BalasHapus