Selasa, 03 Juli 2012

Asean School Games 2012: Mewaspadai Ancaman Malaysia


SURABAYA – RENANG INDONESIA - Ancaman kontingen Malaysia dalam mempecundangi tuan rumah, Indonesia bukan gertak belaka. Sampai hari keempat ini, perolehan medali kontingen Indonesia di ASEAN School Games (ASG) 2012 masih berada di bawah negeri Jiran itu. Melihat kenyataan ini, Indonesia mulai mengantisipasi ancaman yang ditebar 'musuh' bebuyutannya itu.
Meski sebagai tuan rumah, ternyata Indonesia tidak punya cukup kekuatan untuk menjadi juara umum. Target realistisnya hanya ingin menempatkan diri sebagai runner up. Jika melihat perolehan medali sampai hari keempat ini, untuk menjadi runner up saja tampaknya masih sulit. Sebab tim Merah Putih masih berada di posisi tiga di bawah Thailand dan Malaysia. Itu pun perolehan medali emasnya masih sama dengan kontingen Vietnam yang menduduki peringkat empat. 
Tunas Dwidarto, Komandan kontingen ASG Indonesia ketika ditemui di lapangan tenis Hayamwuruk Surabaya, mengatakan bahwa Indonesia harus bekerja ektra keras jika tidak ingin malu di depan publiknya sendiri. Ancaman yang paling berbahaya adalah negera tetangganya, Malaysia. Dwidarto mengakui hal itu, menurutnya tim Merah Putih harus punya motivasi ganda jika berhadapan dengan negeri Jiran. Sebab, tambahnya, berdasar pantauan di lapangan para atlet Malaysia selalu tampil ngotot jika menghadapi kontingen Indonesia.
"Yang menjadi tantangan adalah kontingen Malaysia. Mereka akan tampil habis-habisan jika bertanding lawan kita (Indonesia). Jadi kami harus mewaspadai hal itu," kata Tunas Dwidarto.
Untuk memuluskan langkah menjadi runner up, Indonesia membidik 36 keping medali emas. Ini berdasarkan perhitungan kontingen Indonesia sebelum berangkat ke Surabaya. Diakui oleh Dwidarto, melihat keperkasaan Thailand di beberapa tahun terakhir ASG menjadi alasan kita tidak berani menarget juara umum.  “Dapat 36 emas, itu sebenarnya sudah juara umum. Target realistisnya runnuer up, kalau juara nampaknya sulit,” tambahnya.
Di ASG ini para kontingen tidak diperbolehkan memberikan bonus untuk para atletnya. Sebab ini adalah pertarungan antar pelajar, salah satu alasannya adalah untuk memupuk rasa nasionalisme pada negaranya. "Setiap negera tidak bisa memberikan bonus, peraturannya sudah seperti itu. Karena ini masih tingkat pelajar," pangkasnya
(surabayapost)

Klasemen (3/7):
1.      Thailand (28-21-30)
2.      Indonesia (26-25-19)
3.      Vietnam (25-17-16)
4.      Malaysia (21-28-14)
5.      Singapura (12-15-14
6.      Brunai (1-6-7)
7.      Philipina (0-2-1)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar