Selasa, 31 Juli 2012

Rekor Dunia Van der Burgh Akhiri Dahaga Medali


LONDON, RENANG INDONESIA - Perenang Afrika Selatan, Cameron Van der Burgh, berjuang mengendalikan emosinya. Dia bahkan tidak percaya akan kecepatannya di nomor 100 meter gaya dada yang berhasil memecahkan rekor dunia, sekaligus menyumbangkan emas pertama bagi negaranya di Olimpiade 2012.

Perenang berusia 24 tahun ini menjadi atlet putra pertama dari Afrika Selatan yang meraih emas Olimpiade di nomor renang perorangan, setelah kecepatannya meninggalkan juara Kosuke Kitajima dan pemegang rekor sebelumnya Brenton Rickard.

Ia mencetak rekor waktu dunia 58.46 detik, Minggu (29/7/2012), mengalahkan rekor Brenton Rickard 58.58 detik pada 2009. Itu juga memecahkan rekor waktu 58.83 detik yang ia ciptakan sendiri pada semifinal Olimpiade, Sabtu (28/7).

"Tadi malam, ketika saya datang, saya berkata pada diri saya sendiri, ’seseorang dapat mengubah bintangnya, Anda dapat menulis takdir Anda sendiri malam ini’. Saya memiliki kesempatan dan saya mengambilnya," kata Burgh.

Burgh kemudian berkata sambil memandang ke atas langit, mengenang saingannya dari Norwegia dan juara dunia Alexander Dale Oen yang meninggal awal tahun ini karena serangan jantung.

"Saya tahu ia mungkin akan menertawakan saya, berpikir ’bagaimana kamu bisa mendapatkan waktu itu?’" katanya menambahkan.

Kemenangan Burgh mengakhiri kekeringan medali pada cabang renang Afrika Selatan, setelah tim gagal meraih satu medali pun di Olimpiade 2008, suatu kekecewaan setelah "empat perenang mengagumkan" meraih emas di nomor 4x100 estafet gaya bebas di Olimpiade Athena menyusul medali perak dan perunggu di nomor perorangan dari Roland Schoeman.

Selebriti langka

Di Afrika Selatan, negara penggila rugby, kriket, dan sepak bola, Burgh tidak begitu terkenal sebagai perenang layaknya selebriti. Tidak seperti perenang internasional kelas atas, ia harus menahan godaan untuk berlatih di AS dan akhirnya berlatih di kolam renang 25m di gelanggang olahraga lokal.

Tetapi ia berlatih keras, berenang di kolam ukuran pertandingan Olimpiade dan memperbaiki nutrisi gizinya dalam persiapan menuju Olimpiade 2012. Dia berlatih di bawah pengawasan pelatih Jerman Dirk Lange dan Ryk Neethling, perenang senior dan perenang Afrika Selatan pertama yang sukses di empat Olimpiade.

"Ini baik untuk olahraga (di Afrika Selatan) tetapi kami memiliki pekerjaan rumah yang sangat besar, kami sama sekali belum memiliki kolam renang, jadi ada pekerjaan yang harus dikerjakan," kata Neethling kepada Reuters.

"Kami harap kesempatan ini dapat dimanfaatkan. Kami tidak memanfaatkan kemenangan di Athena, jadi kami harap kami dapat melakukannya kali ini," katanya menambahkan.

Dalam pertandingan tersebut, Burgh mendapat dukungan dari ibunya yang duduk di tribun pinggir kolam renang. Ia sangat terharu ketika melihat Burgh berdiri di podium.

"Saya tidak peduli dengan rekor dunia. Satu kali Anda menjadi juara Olimpiade maka Anda bergabung dengan kelompok itu, dan mereka tidak bisa mengambilnya kembali dari Anda. Suatu hari saya bisa bercerita pada anak-anak saya ketika mereka menyaksikan Olimpiade bahwa saya pernah menjuarainya," kata Burgh.

"Satu emas tentu sudah lebih baik ketimbang Olimpiade Beijing. Jika kami bisa terus seperti ini, tentu akan lebih baik," katanya menambahkan.

Burgh memiliki peluang untuk meraih emas tambahan di nomor 4x100m estafet gaya ganti minggu ini. (Kompas.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar