Senin, 21 Mei 2012

PRSI Jateng Susun Strategi Baru: Delapan Nomor Renang PON Dihapus


SEMARANG, RENANG INDONESIA -PB Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) memutuskan menghapus delapan nomor cabor renang di PON XVIII Riau. Kedelapan nomor yakni 50 m gaya kupu, dada, dan punggung (putra/putri), 800 m gaya bebas putra dan 1500 m gaya bebas putri. Keputusan itu memengaruhi persiapan masing-masing daerah, termasuk Jateng. Sedianya, dalam PON akan dipertandingkan 40 nomor.
Ketua Harian Pengprov PRSI Jateng Hartadi Nurcoyo mengaku sudah menerima surat keputusan beberapa waktu lalu. Dalam surat pemberitahuan itu, alasan PB PRSI menghapus karena delapan nomor tidak disetujui oleh anggota KONI Pusat. Sebab 40 nomor dianggap terlalu banyak, dikahawatirkan akan mempengaruhi biaya yang dikeluarkan. Padahal sebelumnya KONI sudah menyetujui.
Menurutnya, perubahan itu sangat mendadak dan merugikan. Pasalnya, delapan nomor itu sudah dipertandingkan di pra PON dan Jateng meloloskan beberapa atletnya. Peluang untuk mendapatkan banyak medali pun berkurang. "Biarpun yang dipertandingkan 32 nomor, tidak berpengaruh pada kuaota atlet yang dikirim yakni 120 orang," jelasnya, Senin (21/5).
Artinya, biaya yang dikeluarkan sama biarpun nomor yang dipertandingkan menciut. "Dalam waktu dekat, kami bersama daerah lain akan melakukan pembicaraan dengan PB PRSI. Kami akan berusaha delapan nomor itu tetap dipertandingkan dalam PON," ujar dia. Ia berharap, KONI mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. PRSI Jateng akan segera menyusun strategi baru usai pembicaraan dengan PB PRSI.
Bukan hanya Jateng yang terpengaruh, daerah lain juga merasakan hal yang sama pada peluang mendapatkan medali. "Kami kehilangan kesempatan di nomor 50 m gaya dada putri. Perenang kami Shelomita peluangnya sangat besar meraih medali emas," jelas Hartadi. (suaramerdeka.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar