Sabtu, 29 Desember 2012

Pelatnas di Australia Berlangsung 10 Bulan


BANDUNG, RENANG INDONESIA - Pelatih kepala nasional, Hartadi Nurjojo mengatakan rencana persiapan atlket renang nasional di Perth, Australia masih terkendala beberapa hal.

"Ada atlet yang meminta ijin untuk menyelesaikan pendidikan menengahnya pada Maret 2013.  Sementara ada beberapa atlet yang mengaku sulit berpisah dengan keluarga atau takut tidak cocok dengan pola latihan di sana," kata Hartadi di Bandung, Kamis (28/12).

Menurut Hartadi, para atlet tim bayangan SEA Games di Myanmar pada bulan Desember akan berangkat ke Australia pada Januari mendatang. "Mereka akan berlatih selama 10 bulan hingga menjelang berlangsungnya SEA Games," kata Hartadi.

Dalam jangka waktu sepuluh bulan tersebut, para pelatih akan kembali ke Indonesia hanya untuk perlombaan uji coba. "Mereka bisa kembali ke Indonesia di luar uji coba hanya bila ada keadaan mendesak," ungkap Hartadi.

Dengan kondisi ini, para atlet renang yang akan diberangkatkan untuk berlatih di Australia dapat saja  berubah tergantung pada keputusan PP PRSI. "Yang pasti berangkat itu tiga putri: Monaliza, Raina Saumi dan Yessy Yosaputra," ungkap Hartadi.

Sementara itu di ajang Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan se Indonesia (KRAPSI) ke 34 di kolam renang UPI, Bandung, tuan rumah ESG Bandung masih menunjukkan dominasinya.

Hingga hari kedua, Jumat (28/12), para perenang ESG masih di posisi teratas diikuti Petrokimia Gresik, Aquarius Bandung, Tirta Merta Bandung, Bali Pari Badung, Milenium Aquatic Jakarta di posisi enam besar dari 159 perkumpulan renang peserta.

Hari kedua masih ditandai dengan adanya keluhan peserta berkaitan dengan  suhu air kolam yang terlalu dingin (19-20 derajat) dan jauh di bawah standar FINA (25-28 derajat celicius). Suhu dingin ini sangat menguras stamina  dan konsentrasi atlet terutama untuk nomor-nomor menengah dan jarak jauh.

Keluhan lain juga dialamatkan pada penggunaan papan elektronik yang dianggap tidak maksimal.  Penggunaan touch pad dianggap tidak  maksimal karena tidak didukung dengan adanya papan skor yang langsung memperlihatkan hasil lomba.

Namun pelatih kepala nasional Hartadi Nurjojo menganggap semua kekurangan ini sebagai hal yang harus bisa ditoleransi. "Semoga saja atlet-atlet tersebut bisa mengatasi semua kekurangan yang ada dan berlomba dengan maksimal," katanya. (Kompas.com )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar