Selasa, 25 Desember 2012

Ibunda Siman: Kalau Tidak Mau, Jangan Dipaksa

I Gede Siman S (tengah)

JAKARTA, RENANG INDONESIA — Ni Made Srikarmini, ibunda perenang nasional I Gede Siman Sudartawa, menyerahkan sepenuhnya kepada anaknya apakah akan kembali ke Bali atau membela daerah lainnya.

"Saya sih terserah Siman saja. Dia sudah bisa memutuskan yang terbaik buat dirinya. Saya tidak menolak, tetapi kalau Bali-nya tidak mau, masak dia harus meminta-minta?" kata Srikarmini kepadaKompas.com, Jumat (21/12/2012).

KONI Bali melalui Sekretaris Umum Nengah Madiadnyana menegaskan akan menolak bila I Gede Siman Sudartawa berniat kembali ke Bali setelah kontraknya habis dengan Pengprov Riau. "Kami menolak dengan tegas, jika Gede Siman Sudartawa ingin menjadi atlet renang di Bali setelah habis masa kontraknya dengan Riau," kata Sekretaris Umum KONI Bali, Nengah Madiadnyana, di Denpasar, Kamis (20/12/2012).

Gede Siman lahir di Klungkung, Bali, pada 8 September 1994. Saat ini ia dianggap sebagai satu atlet renang terbaik Indonesia dengan prestasi meraih empat medali emas di SEA Games 2011 dan mewakili Indonesia di ajang Olimpiade London, Agustus lalu.

Srikarmini yang tinggal di Klungkung, Bali, mengetahui tentang "penolakan" ini melalui surat kabar lokal, Jumat (21/12/2012). "Selama ini tidak pernah ada orang yang menghubungi Siman. Anak saya itu selalu bercerita kepada saya, siapa saja yang menghubungi dia. Wartawan sekalipun," kata Srikarmini.

Ia juga belum mendengar dari Siman bahwa kontraknya sebagai perenang Riau tak lagi diperpanjang. Ungkapan "melepas" Siman dari Riau ini diungkap oleh Plt Ketua Umum KONI Riau Yuherman Yusuf saat berkunjung ke Denpasar. "Makin cepat Siman keluar dari Riau semakin bagus," kata Yuherman seperti dikutip Antara. Menurutnya, kehadiran Siman di Riau menimbulkan kecemburuan atlet lokal.

"Lho, permintaan agar Siman memperkuat Riau itu kan datang dari mereka (Riau). Mereka datang ke saya dan meminta saat Siman bertanding di Popnas di Yogyakarta," katanya.
Menurutnya pula, bonus peraihan medali PON XVI/Riau belum diterima Siman. "Sebenarnya diserahkan pada 14 Desember lalu, tetapi pada 13 Desember Siman harus ke Laos untuk ASEAN University Games," katanya.

Srikarmini membantah ketika dikatakan putranya bersama I Ketut Sudartawa itu bertindak seperti "kacang lupa pada kulitnya" dengan melupakan daerah asal. "Lho, kalau Siman datang ke sini, ia selalu memenuhi permintaan untuk sekadar berkunjung atau memberi  motivasi atlet renang di bekas klubnya atau di klub-klub lainnya," kata Srikarmini. "Terkadang dia sendiri yang ingin datang berkunjung."
Ia juga heran, mengapa justru banyak orang ribut ketika prestasi Siman sudah tinggi. "Saya tidak ingin membesarkan masalah ini, tetapi saya ini membesarkan Siman bukan tanpa pengorbanan. Ketika kecil, saya lihat dia senang, mampu, dan disiplin, jadi kami mendukungnya. Sampai menjual tanah untuk biaya dia ikut segala macam kejuaraan di Indonesia," katanya.

Untuk segala biaya perjalanan karier Siman hingga mencapai prestasi tersebut, keluarga Sudartawa tidak menerima bantuan dari Pengprov Bali atau mana pun. "Jadi, saya tidak pernah terikat apa pun sama daerah mana pun. Semua saya serahkan Siman, dia tahu mana yang terbaik."
Siman sendiri baru saja membela kontingen Indonesia di ajang ASEAN University Games di Vientiane, Laos, dan baru kembali pada 24 Desember. Januari 2013, Siman akan berlatih ke Australia sebagai persiapan menghadapi SEA Games Myanmar, Desember. (KOMPAS.com )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar