Selasa, 25 September 2012

Disorot, 8 perak dan 6 Perunggu Renang Jatim


SURABAYA – RENANG INDONESIA - Pada perhelatan PON  XVIII di Riau yang berakhir pekan lalu tim renang Jatim gagal membawa pulang medali emas. Mereka hanya mampu mengemas 8 perak dan 6 perunggu. Padahal pada gelaran PON sebelumnya di Kaltim, renang mampu meraih 16 emas. Jumlah tersebut merupakan sumbangan terbanyak dari semua cabor yang diterjunkan oleh Koni Jatim. Hal tersebut membuat banyak pihak prihatin.
Mantan Sekretaris Pengprov (Persatuan Renang Seluruh Indonesia) PRSI Jatim, Imam Marsudi, mengaku prihatin melihat kegagalan tim renang Jatim di Riau. “Harus dilakukan evaluasi menyeluruh. Ada apa dengan kegagalan cabor renang di arena PON ini,” ujarnya.
Imam menduga, dalam proses pembinaan bisa saja ada yang salah. Mulai perekrutan atlet, pelatihan hingga proses seleksi  menjadi sebuah tim. Termasuk keputusan melakukan training di luar negeri. ''Selama ini kita melakukan TC di China, AS atau Australia. Ada juga TC di Singapura, ini yang perlu dipertanyakan. Proses latihan kita kurang baik,” kata pemilik klub renang Indonesia Muda (IM) itu.
Iman mengatakan dari segi hasil pasti ada yang salah. “Tapi saya nggak tahu persis kondisi di dalam internal tim. Apakah kondusif atau tidak. Yang jelas, harus dilakukan evaluasi total,” ujarnya.
Sementara Wakil Ketua V KONI Jatim, Soekarno Marsaid mengusulkan agar cabor yang gagal mendulang emas, seperti renang, terdegradasi dari Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jatim.
“Ini aneh, mereka sudah berlatih di Puslatda dan try out ke luar negeri, tapi tak bisa meraih emas di PON. Ada apa ini?” katanya.
Padahal, renang menjadi salah satu cabor yang mendapat pelayanan istimewa dari KONI Jatim. Selama empat tahun mereka digodok dalam Puslatda Jatim 100 jilid II. Kemudian menjelang berangkat ke Riau, para atlet juga sempat berlatih di Cina dan Singapura seperti Eni Susilowati, Fibriyani Ratna Marita, Omar Suryaatmaja dan Erlina Yacob.
Sayangnya latihan di Cina dan Singapura itu tidak bisa mengangkat performa para atlet, buktinya mereka gagal meraih medali emas. Terpisah, manajer Renang Jatim, Riswanda T Ade, hanya bisa pasrah melihat kegagalan atletnya menyumbang. “Atlet sudah mencapai waktu terbaik, tapi ternyata lawan lebih cepat," ucapnya pasrah.
Selain renang, terdapat cabor lain yang sebelumnya menjadi rajanya emas, kini seret emas, seperti panjat tebing yang ditarget meraih tujuh emas, tapi hanya meraih dua emas. Demikian juga selam yang diharapkan bisa merebut enam emas tapi hanya terealisasi empat emas, lima perak dan empat perunggu. (surabaya post)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar