Selasa, 30 Oktober 2012

PRSI Sulsel Cairkan Bonus Atlet Peserta PON


MAKASSAR, RENANG INDONESIA - Pengprov Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sulawesi Selatan mencairkan bonus atlet Sulsel yang tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau 2012.
Ketua Harian PRSI Sulsel Abdul Muin di Makassar, Senin (22/10/2012), mengatakan, pemberian bonus atau tali asih bagi seluruh atlet, baik dari cabang renang, renang indah, hingga polo air tersebut, sebagai bentuk komitmen pengurus terhadap atlet. Bonus yang dibagikan bagi seluruh atlet tersebut berjumlah Rp113 juta.
"Bonus bukan hanya diberikan kepada atlet peraih medali, namun seluruh atlet yang tampil di PON. Ini juga bentuk penghargaan kami dari pengurus terhadap perjuangan atlet di PON 2012," jelasnya.
Mengenai lambatnya pemberian bonus dari Pemprov Sulsel, tentu cukup disesalkan. Pihaknya juga berharap apa yang menjadi hak atlet bisa segera dibayarkan.       
"Belakangan memang sering kita dengar atlet mulai berteriak menuntuk kejelasan bonus. Kondisi itu tentu dikhawatirkan berpengaruh buruk terhapap motivasi atlet ke depan," ucapnya.
Atlet Selancar angin Sulsel Fadly Faizal, sebelumnya mengaku kesabaran atlet mulai habis dengan sikap Pemprov Sulsel yang dinilai tidak menghargai kerja keras dan perjuangan atlet di PON 2012.
Satu hal yang membuat atlet semakin kesal, lanjutnya, karena hingga kini jumlah bonus  yang akan diberikan kepada atlet peraih medali PON juga belum ada kepastian.
Peraih emas PON 2012 tersebut menjelaskan, dirinya bersama atlet lainnya sudah sangat bersabar atas kondisi tersebut. Hanya saja, katanya, sikap sabar yang ditunjukkan atlet ternyata tidak  mendapat respon positif dari Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.
Melihat kondisi tersebut, dirinya bersama sejumlah atlet lainnya sempat berfikir untuk turun ke jalan menuntut hak. Namun urung dilakukan karena ditakutkan menjadi preseden buruk terhadap Sulsel ke depan.
"Kita sudah tanya ke KONI tetapi dikatakan itu masalah Pemprov Sulsel. Kita mau tanya ke Pemprov juga masalah karena tidak tahu siapa yang bisa kita tanya," katanya. (KOMPAS.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar