Jumat, 12 Oktober 2012

Peparnas 2012: 72 Rekor Pecah


Pekanbaru, RENANG INDONESIA - Sebanyak 72 rekor baru telah ditorehkan oleh paralimpian dalam cabang renang Papernas XIV/2012, dimana kontingen Provinsi Papua keluar sebagai juara umum dengan perolehan medali emas terbanyak. "Hingga seluruh pertandingan renang selesai dilaksanakan, totalnya ada 72 rekor baru yang berhasil dipecahkan di Perpanas," kata Technical Delegate Renang Peparnas XIV Dimin pada jumpa pers di Media Center Utama Peparnas, di Pekanbaru, Kamis (11/10).
Sebanyak 72 rekor renang Perpanas tercipta pada pertandingan yang digelar mulai 8 hingga 11 Oktober di Rumbai Sport Center, Pekanbaru. Rinciannya, 49 diantaranya merupakan rekor baru Peparnas yang paling banyak dari renang putra, yakni sebanyak 32 rekor.

Sedangkan, untuk rekor ASEAN Para Games berjumlah 23 rekor, dimana 16 diantaranya dihasilkan oleh paralimpian putra.

Menurut laporan Antara, Pencetak rekor paling banyak dari renang putra adalah Ilham AT dari DKI Jakarta, yakni tiga rekor Peparnas dan satu rekor ASEAN Para Games. "Dari segi kuantitas dan kualitas atlet renang Peparnas tahun ini sangat meningkat. Banyak perenang muda yang bagus, dan 50 persen pencetak rekor adalah anak muda," kata Dimin.

Papua Juara Umum Dimin mengatakan, kontingen Papua keluar sebagai juara umum cabang olahraga renang dengan perolehan 24 emas, sembilan perak dan empat perunggu.

"Atlet Papua punya bakat alam yang dibentuk oleh alam, padahal untuk latihan mereka kesulitan mendapatkan fasilitas," katanya.

Selain itu, ia mengatakan prestasi para perenang dari Timur Indonesia juga banyak membuat kejuatan. Total ada delapan atlet Papua yang menorehkan rekor Peparnas dan ASEAN Para Games. Selain itu, perenang putri dari Maluku, Apia Rumbaru, juga mencatatkan prestasi gemilang dengan mencetak tiga rekor Peparnas dan satu rekor ASEAN Para Games.

"Selain bakat perenang dari Timur sudah terbentuk oleh alam, difabel disana juga lebih terbuka. Berbeda kondisinya dengan yang di Jawa dan Sumatera yang menutup diri dan orang tua banyak yang malu untuk mendukung anaknya," kata Dimin.

Pelatih Renang Papua, Jayakusuma, mengatakan prestasi Papua pada renang Peparnas sangat diluar perkiraan. Sebabnya, selama persiapan mereka harus berjuang keras dalam kondisi sarana latihan yang sangat bergantung dari alam, karena pemerintah setempat belum memberikan fasilitas renang yang layak.

Para perenang Papua terpaksa harus meminjam fasilitas kolam renang TNI yang jauh di bawah standar karena panjang lintasannya hanya 33 meter.

"Kami lebih sering latihan di laut," kata Jayakusuma.

Karena itu, ia mengatakan awalnya Papua hanya menargetkan 12 medali emas renang. Namun, ia selalu menekankan pada anak didiknya bahwa mereka harus berjuang keras demi mengharumkan nama Papua.

"Prestasi anak-anak sangat membanggakan karena dari 15 atlet yang saya bawa, hanya tiga yang tak dapat medali," ujarnya.

Peraih medali emas Papua, Kevin Yowey, mengatakan tidak menyangka bisa meraih tiga emas apalagi mencetak satu rekor ASEAN Para Games di nomor 100 meter gaya bebas pada penampilan pertamanya di ajang Peparnas. Anak nelayan dari Jayapura itu mengatakan hanya bermodalkan latihan keras dan kepercayaan diri untuk memenangi semua pertandingan.

"Setelah ini saya ingin berlaga di ASEAN Para Games untuk Indonesia. Saya yakin bisa menang lagi," kata Kevin yang masih berusia 14 tahun itu. (GATRAnews)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar