Sabtu, 02 Juni 2012

SEA AGE GROUP 2012: Kirim 29 Perenang, RI Bidik Posisi Tiga Besar


Jakarta, RENANG INDONESIA - Indonesia berharap bisa naik peringkat pada kejuaraan SEA Age Group ke-36 tahun 2012 dari peringkat keempat yang dibuat pada 2011 di Vientiene, Laos, menjadi peringkat ketiga. Kejuaraan yang akan diselenggarakan di Aquatic Center Jakabaring, Palembang, pada 1-3 Juni itu diikuti tim dari tujuh negara Asia Tenggara.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Tonny P Sastramihardja, Jumat (25/5), di kantor PB PRSI, Jakarta.
PB PRSI akan mengirim 11 atlet putra dan 10 atlet putri yang memenuhi syarat kualifikasi. Selain itu, juga ada tambahan delapan atlet yang memenuhi minimal 97 persen dari waktu kualifikasi. Tambahan atlet itu empat dari DKI dan empat dari Jawa barat dengan biaya dari pengurus provinsi masing-masing.
Jumlah 29 atlet itu jauh lebih sedikit dibandingkan Singapura yang mengirimkan 73 perenang dan Thailand yang mengirimkan 53 perenang. Vietnam yang menduduki peringkat ketiga tahun lalu juga hanya mengirim 12 perenang.
Indonesia antara lain bermaterikan I Gede Siman Sudartawa, Muhammad Hamgari, Ricky Anggawijaya, Alexis Wijaya Ohmar, Christopher Tejobuwano, Yessy V Yosaputra, Nurul Fajar Fijrianti, Ressa Kaniadewi, Raina Saumi G, dan Monaliza A Lorenza.
”Sebagian besar atlet yang masuk tim olimpiade (seperti Siman untuk limit A dan Yessy untuk limit B) difokuskan untuk semakin meningkatkan catatan waktunya sehingga bisa berprestasi baik pada kejuaraan terbuka yang juga menjadi ajang kualifikasi olimpiade terakhir di Singapura, 12-17 Juni. Dengan komposisi tim yang dikirim ke SEA Age seperti ini, kalau kita bisa naik satu posisi ke peringkat ketiga saja sudah bagus,” kata Tonny.
Sulit dilawan
Mengenai peluang tim Indonesia di SEA Age Group 2012, pelatih tim Indonesia, Albert C Sutanto, menjelaskan, Singapura dan Thailand tetap menjadi tim yang sulit dilawan Indonesia.
”Kalau dilihat dari tim yang dikirimkan, sebenarnya tim elite Singapura tidak turun, hanya satu-dua saja yang ikut. Namun, perenang lapis dua Singapura juga sudah sangat solid karena mereka sudah sangat spesialis. Di satu nomor hanya satu perenang. Spesialiasi masing-masing mereka inilah yang membuat jumlah yang dikirim Singapura sangat besar, 75 orang,” kata Albert.
Untuk kelompok umur, kata Albert, Thailand adalah juara dunia sehingga menjadi lawan yang sangat berat. ”Kita akan tetap sulit bersaing dengan Thailand dan Singapura. Kalau negara-negara lain masih berimbang dengan kita,” ungkapnya.
Tonny menjelaskan, SEA Age Grup, yang merupakan event tahunan itu, sedianya akan diselenggarakan di Brunei. Namun, karena terjadi dualisme kepengurusan federasi renang di Brunei, Presiden Federasi Renang Asia Tenggara, dua bulan lalu, memberitahukan kepada Indonesia agar menjadi tuan rumah SEA Age Grup 2012. Padahal, giliran Indonesia sebenarnya baru pada 2013.
Myanmar dan Laos tidak bisa mengirimkan atlet karena waktu penyelenggaraan kejuaraan Asia Tenggara itu berbenturan dengan waktu ujian sekolah di kedua negara tersebut.
Mengenai minimnya jumlah atlet Indonesia, padahal Indonesia adalah tuan rumah, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PRSI Marhot Harahap mengakui, pembinaan renang di Indonesia kalah dibandingkan Thailand dan Singapura. ”Thailand punya sekolah olahraga di setiap provinsi, sementara kita cuma punya Ragunan,” katanya. (kompas.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar