Kamis, 04 April 2013

DKI Terancam Kehilangan Hak Suara


JAKARTA, RENANG INDONESIA - Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI)  Pengprov DKI Jakarta terancam kehilangan hak suara dalam Munas PB PRSI yang akan berlangsung di Cisarua, Jawa Barat pekan ini.

Terancamnya hak pilih Pengprov DKI terjadi setelah adanya kekisruhan pada status para peserta yang menjadi wakil Pengprov PRSI DKI. Dua wakil DKI, Lukman Niode dan Abdul SYukur menurut pihak PB PRSI tak berhak lagi menjadi peserta munas.

Menurut Sekjen PB PRSI, Tony P. Sastramihardja, baik Lukman Niode mau pun Abdul SYukur sudah tidak lagi duduk di kepengurusan Pengprov PRSI DKI yang telah dinyatakan demisioner (habis masa kepengurusan) pada 25 Maret lalu. Posisi Luki -panggilan Lukman_ serta Abdul Syukur yang telah didaftarkan sebagai peserta dinyatakan hanya berhak sebagai peninjau dan tidak memiliki hak pilih.

Namun keputusan ini mendapat protes keras dari pihak Lukman Niode dkk, Menurut Nursamsu yang menjabat sebagai Sekretaris Umum dalam kepengurusan lalu,  posisi kepengurusan yang demisioner sebenarnya masih berhak mewakili daerah yang bersangkutan. "Menurut peraturan dan AD/ART KONI, bila satu organisasi dinyatakan demisioner, maka kepengurusan tersebut masih dapat berfungsi hingga maksimal enam bulan ke depan. Sementara Sekjen berpegangan pada AD/ART PRSI yang sebenarnya posisinya di bawah KONI,"kata Nursamsu.

Menurut Nursasmu sebenarnya telah terjadi  tumpang tindih wewenang pada para pengurus PB yang sebentar lagi berakhir ini. Öleh ketua Panitia Munas, Abdurrahim Napitupulu, yang juga wakil sekjen PB PRSI,  sebenarnya posisi  Luki dan Abdul Syukur sudah dinyatakan sah sebagai peserta. Namun  status tersebut kemudian berubah dengan keputusan dari Sekjen PRSI, Tony P. Sastramihardja.

"Kami mencoba melakukan protes kepada pihak PB PRSI dan juga meminta dukungan kepada KONI DKI. Hasilnya masih belum ada. Kalau pun gagal, kami memilih untuk tidak ikut dalam Munas yang akln datang," katanya lagi.

Munas PRSI yang berlangsung di Hotel Seruni, Cisarua,  5-7 April 2013 ini akan memilih ketua umum PRSI baru setelah ketua umum lama, Hilmi Panigoro menyatakan tidak bersedia untuk dicalonkan kembali. Saat ini yang disebut sebagai calon ketua umum adalah pengusaha Sandiaga Uno yang juga masuk dalam kepengurusan PB PRSI. Beberapa waktu lalu, pengusaha Harry Tanusudibyo juga disebut-sebut diminati oleg beberapa Pengprov untuk diajukan sebagai calon ketua umum.

Pengprov PRSI DKI Jakarta sendiri baru akan melangsungkan Musprov untuk memilih ketua umum baru pada 18 April mendatang. Saat ini yang disebut sebagai calon terkuat adalah  mantan perenang nasional, Richard Sam Bera.(kompas)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar