Rabu, 17 April 2013

PRSI DKI Adakan Musprov


RENANG INDONESIA - PRSI DKI akan mengadakan Musprov untuk memilih pengurus periode 2013-2017 yang akan diselenggarakan di Hotel Pitagiri, Kamis (18/4/2013). Kepengurusan baru ini akan mengganti kepengurusan lama dengan Ketua Umum Lukman Niode yang telah berakhir Maret lalu.

Kegagalan tim renang Provinsi DKI Jakarta di PON XVIII Riau 2012 lalu tampaknya akan menjadi fokus dalam Musprov PRSI DKI nanti. Target merebut enam medali emas cabang renang di PON XVIII Riau meleset. Tim renang DKI untuk PON 2012 tidak kebagian medali emas.

Sekretaris Umum PRSI DKI periode 2009-2013 R Nursyamsu, menolak apabila tim akuatik DKI dinyatakan gagal total di PON lalu. Sebab polo air dan renang indah berhasil merebut medali emas. Nursyamsu bertindak sebagai ketua panitia Musprov.

Sementara Abdul Syukur yang kini menjabat Wakil Ketua Musprov. Mengatakan secara persentasi, keberhasilan mencapai target, bahkan mencapai 70 persen.

Kegagalan tim renang merebut medali emas akan dipertanggungjawabkan oleh pelatih kepala Tim DKI, Felix C Sutanto. Syukur mengakui memang gagal, mau bilang apa?. “Tapi kita harus lihat penyebab dan pelajaran apa yang bisa kita ambil,” ujarnya pada Kompas.

Menurut Felix, kalaupun kasus ini menjadi bahan evaluasi di Musprov, akan lebih bermanfaat untuk membahas bagaimana mengatasi masalah regenerasi. "Bagaimana kita menyiapkan atlet muda agar matang saat PON di Jawa Barat pada 2016 mendatang."

Nursyamsu selaku ketua panitia menolak menyebut calon yang telah berminat menjadi ketua umum Pengprov PRSI DKI 2013-2017 ini. Ia hanya mengaku telah mengantongi tiga nama calon yang baru akan dibuka pada hari pelaksanaan Musprov.  Namun, dua nama yang santer disebut-sebut menjadi calon ketua umum adalah mantan atlet renang nasional Richard Sam Bera serta pengusaha Rudy Bunyamin.

Siapa pun yang terpilih, ketua umum PRSI DKI akan segera menyusun pengurus yang harus bekerja keras untuk mencapai target utama di PON Remaja, Surabaya, pada 2014 serta PON XIX di Jawa barat pada 2016. (kompas)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar