Jumat, 03 Agustus 2012

Dituduh Doping, Perenang Sensasional China Sindir Balik AS

Ye Shiwen

Beijing – RENANG INDONESIA - Sensasi Olimpiade 2012 dari kolam renang, Ye Shiwen, menyindir balik seorang pelatih top Amerika Serikat yang menduga dirinya memakai doping. Apalagi tuduhan itu tak terbukti.

Ye, remaja 16 tahun yang meraih dua medali emas di London, memecahkan rekor dunia baru di nomor 400 meter gaya ganti, plus menajamkan waktu terbaiknya sampai 5 detik

Sensasinya itu sempat diusik oleh John Leonard, direktur eksekutif Asosiasi Pelatih Renang Dunia asal Amerika. Menurut dia, sejarah telah mencatat bahwa setiap kali ada sesuatu yang "menakjubkan" di cabang renang, akan muncul isu doping.

Komite Olimpiade AS buru-buru menyatakan bahwa ucapan itu bersifat pribadi, tidak mewakili negara. Juga tidak ada bukti dari penyelenggara London bahwa Ye memakai obat-obatan terlarang di dunia olahraga.

"Pelatih itu tidak profesional," tutur Ye kepada kantor berita Xinhua yang dilansir Reuters, Jumat (3/8/2012).

"Kalau seorang perenang asing mencapai hasil seperti itu, mereka akan mengatakan itu sebagai mukjizat,” tambahnya. "Aku tidak terpengaruh oleh tuduhan-tuduhan itu."

Saat menorehkan rekor tersebut, Ye mencatat waktu 29,75 di dua lap terakhir, bahkan lebih cepat daripada "si manusia rekor" Michael Phelps di final putra. Di lap terakhir, dengan gaya bebas, ia melahap waktu 28,93 detik, juga lebih kencang daripada juara di kelas putra, Ryan Lochte.

"Bagaimana bisa aku dibandingkan dengan Lochte? Hasil 400 meternya 20 detik lebih cepat daripada aku, dan dia sangat rileks di bagian terakhir lomba.

"Aku mencoba yang terbaik untuk mengejar ketinggalan. Gaya bebas adalah gaya favoritku di nomor ganti, tapi aku masih tidak bisa dibandingkan dengan para perenang gaya bebas putra profesional.

"Gaya bebas berbeda dengan transisi gaya dada ke gaya bebas. Pada saat itu si perenang akan lebih kencang daripada sebelumnya. Wajar kalau di 50 meter terakhir di nomor gaya ganti 200 meter, si atlet lebih lambat daripada di 400 meter medley."

Ye juga mengaku sempat "sibuk" dengan dugaan tersebut, meskipun pada akhirnya bisa tidur lelap setelah semuanya berakhir.

"Karena tes doping dan banyak konferensi pers, aku jadi sangat terlambat kembali ke kamarku. Setelah kompetisi selesai, aku akhirnya bisa tidur nyenyak."

Melalui tulisannya di mikroblog China, Sina Weibo, Ye secara sarkas berterima kasih pada media-media barat yang telah ikut menjelek-jelekkan dia.

"Terima kasih yang sangat besar untuk semua orang atas dukungannya! Termasuk keragu-raguan dari media barat!" tulis Ye. (detikspot)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar