Rabu, 26 Januari 2011

KRAPSI 2010: ESG Bandung Juara Umum (Lagi)


Kenny Lisanputra sapu bersih 17 nomor

Kenny Lisanputra
MAJALAH RENANG INDONESIA. ELfira Swami Gemilang (ESG) Bandung keluar sebagai juara umum Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia (Krapsi) 2010 yang berlangsung di Kolam Renang Jatidiri Semarang pada 27 - 30 Desember 2010.

ESG unggul setelah mengumpulkan 51 medali emas, 20 perak, dan 11 perunggu dengan nilai 2376 poin. Disusul Petrokimia Gresik dengan meraih 12 medali emas, 18 perak, dan 10 perunggu dengan 1665 poin. Sedangkan HIU Surabaya menempati urutan ketiga dengan meraih 10 medali emas, 10 perak, dan 6 perunggu dengan 1108 poin.

Kemenangan ESG didukung perenang-perenang muda berbakat diantaranya Kenny Lisanputra yang meraup 17 medali emas, 10 diantaranya merupakan rekor baru KU Nasional. Jumlah ini sama dengan perolehan Kenny ketika di Kejurnas 2010. Ia menyapu bersih 17 nomor KU III yang dipertandingkan dan menang. Sementara Raina Saumi Grahana dan Ricky Anggawijaya masing-masing menyumbang 8 dan 6 medali emas untuk klub kesayangannya, ESG.

Kejuaraan ini juga ditandai dengan pemecahan rekor nasional nomor 50m dada oleh Enny Susilawati dalam tempo 33.67 detik. Ia memecahkan rekor lama atas nama Desak Nyoman Rina 33.84 yang diciptakan di Jakarta 4/4/2006. Sedangkan 19 nomor KU Nasional berhasil dipecahkan, dimana 10 diantaranya oleh Kenny Lisan Putra.

Krapsi adalah pesta akbar para atlet dan perkumpulan renang dalam meraih prestasi tertinggi yang dilangsungkan setiap akhir tahun. Krapsi 2010 diikuti sekitar 1000 perenang dari 140 perkumpulan renang seluruh Indonesia. Selain diwarnai pemecahan rekor nasional dan KU, Krapsi 2010 juga diwarnai issue pencurian umur sehingga menodai sportifitas. Padahal ada data base yang menyimpan selain data prestasi atlet, juga umur peserta.

Bagi ESG Bandung, ini adalah kemenangan keempat dalam meraih medali emas terbanyak sejak Krapsi 2007 di Bandung. Meski tidak diperkuat Glenn Victor, dengan perolehan yang tidak seimbang antara ESG dan perkumpulan renang lainnya, maka perlombaan renang dikemudian hari akan tidak menarik. Bukan salah ESG, tapi pembinaan di klub di daerah mesti ditingkatkan. Kemampuan pelatih dan perenang daerah harus lebih baik dari tahun ke tahun. Untuk itu, adalah tugas pengurus renang di daerah (Pengprov PRSI) untuk melaksanakan tugas ini, jangan biarkan mereka ”tidur” terlalu lama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar