Jumat, 04 Januari 2013

KRAPSI 2012-Banyak Rekor Pecah, Sinyal Positif Regenerasi Cabang Renang

Ricky Anggawidjaja

BANDUNG, RENANG INDONESIA – Gelaran Kejuaraan Renang Antar-Perkumpulan Se-Indonesia yang ke-34 kembali diramaikan dengan pemecahan beberapa rekor baru oleh para perenang dari setiap perkumpulan.

Perenang asal klub ESG Bandung Ricky Anggawijaya berhasil memecahkan rekor waktu (KRAPSI) untuk nomor 400 meter gaya bebas putra KUI dengan catatan waktu 04.03.98 detik, di mana limit waktu KRAPSI sendiri 04.46.39 detik. Ricky mengaku cukup senang dengan hasil tersebut, tapi dia masih akan terus berusaha memecahkan rekor nasional.

”Ya, saya cukup senang bisa lebih kecil dari limit waktu KRAPSI. Tapi itu belum cukup, saya ingin bisa memecahkan rekor nasional. Saya tetap bersyukur, ke depan saya akan lebih fokus lagi berlatih untuk meraih cita-cita saya,” ungkapnya. Sementara itu, Abdul Hadi dari klub TCR Bengkalis, Riau, harus puas berada di posisi kedua dengan catatan waktu 04.13.57 detik, disusul perenang dari MA Jakarta, Alexis Wijaya meraih peringkat ketiga dengan waktu 04.14.17 detik.

Untuk nomor 400 meter gaya bebas putri KUI, Raina Saumi dari ESG Bandung berhasil menjadi yang terbaik dengan waktu 04.31.19 detik, disusul pe re - nang dari AQR Bandung, Monalisa (04.31.73), dan peringkat ketiga diraih Iffy Nadya dari CLS Malang, Jatim (04.35.96 detik). Sementara untuk nomor 100 meter gaya punggung putra KUI, rekor KRAPSI dicetak perenang dari klub MAL Pekanbaru, Riau, Gede Siman, dengan catatan waktu 00.56.88 detik, untuk limit waktu KRAPSI 01.05.86 detik.

Ricky Angga Wijaya dari ESG Ban dung hanya berada di posisi kedua dengan waktu 01.01.35 dan peringkat ketiga diraih Samuel Preston dari BAS Bandung (01.02.46 detik). Pecah rekor KRAPSI juga terjadi di nomor 100 meter gaya punggung putri KUI. Yessy V Yosaputra dari AQR Bandung berhasil memecahkan rekor KRAPSI sebelumnya (01.15.30) dengan catatan waktu 01.06.96 detik.

Sementara Nurul Fajar dari PKG Gresik, Jatim, (01.08.75 detik) berada di posisi kedua, disusul Archia Febra dari PAS Pa suru - an, Jatim, (01.10.95 detik) di posisi ketiga. Untuk gaya 100 meter gaya kupu-kupu putra KUI, terlihat tidak ada pemecahan rekor. Namun, perenang ESG Bandung Satrio Bagaskara harus puas menjadi yang kedua dengan waktu 00.58.85 detik, setelah pesaingnya, Putra M Randa, dari MA DKI Jakarta menjadi yang terbaik dengan catatan waktu 00.58.84 detik.

Untuk peringkat tiga diraih Dimas Adrianto dari PMTS Sumut dengan waktu 00.59.31 detik. Berbeda dengan nomor 100 meter gaya kupu putra, di nomor 100 meter gaya kupu putri, Monaliza dari AQR Bandung berhasil menjadi yang terbaik dengan waktu 01.04.52 detik dan berhasil memecahkan rekor KRAPSI dengan limit waktu 01.12.56 detik. Raina Saumi hanya menjadi peringkat kedua (01.06.99 detik) dan Yessika KH PKG Gresik harus puas di posisi ketiga (01.07.81 detik). Pelatih ESG Jabar Nizarudin mengaku optimistis klubnya bisa kembali meraih gelar juara umum di gelaran KRAPSI tersebut. Dia juga berharap atlet-atletnya lebih banyak lagi yang mencetak rekor. (sindo)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar