Kamis, 12 Januari 2012

Kenny Lisanputera: Prestasinya Selalu Diawasi Ibunya

Kenny Lisanputera adalah perenang Terbaik pada Invitasi Renang Kelompok Umur (KU) 2008 yang dilangsungkan di Jakarta 21-24 Mei 2008. Kenny memperoleh enam emas, satu perak dari tujuh nomor yang diikutinya. Ini merupakan gelar Perenang Terbaik ketiga yang diperoleh Kenny dalam tiga kejuaraan terakhir yang diikutinya.
Putera Sandy Liong ini pertama kali mengenal renang melalui privat lepas di klub anakzone dengan pelatih Pak Karjono. Setelah setahun di Anakzone, dan naik kelas dua, Kenny pindah dan masuk Elfira Swima Gemilang (ESG) Bandung. Kenny latihan seminggu enam hari sore setelah pulang sekolah. Selama latihan ia selalu ditemani ibunya pada hari kerja. Kalau liburan, Kenny mengambil latihan pagi hari.
Sejak itu, Kenny sering turun ke kolam bertarung menghadapi lawan-lawannya, baik di daerah sekitar Bandung maupun diluar daerah Jawa lainnya. Selama pertandingan ibu Kevin, Lily perlu menemani.
‘Saya perlu menemani Kevin bertanding. Soalnya Kevin masih terlalu kecil. Sulit makan, kalau nggak ditemani, ia tahan nggak makan,” tambah ibunya,
 “Saya sering kali merasa kasihan melihat Kevin berlatih. Dalam keadaan dingin ia masih tekun berlatih.
Kalau mau berlatih ia tak kenal cuaca. Anaknya ok. Ia memang tak banyak mengeluh.”
Dalam sebuah pertandingan kadang kala Kenny juga mengalami kekalahan seperti halnya atlet lainnya. Kalau kekalahan itu disebabkan oleh waktu yang ia capai memang sudah sesuai rekor dia, ibunya tidak marah. Artinya, Kenny sudah berusaha mencapai kemampuannya.
“Tapi kalau catatan waktu lawan lebih baik, maka saya bilang sama Kenny lawan lebih bagus, maka harus pelajari, apa sebabnya,” kata ibunya. “Terkadang ia jujur mengakui kalau ia kurang pemanasan sehingga hasilnya kurang bagus.”
Kalau waktunya jelek, atau di bawah waktu yang biasa Kenny capai, ibunya marah.
“Ngapain cape-cape latihan kalau nggak serius.”kata ibunya.
Lily hapal betul catatan waktu Kenny. Sehingga dia dapat mengontrol prestasi Kenny dalam bertanding. Kemana-mana Lily memang membawa catatan itu.
Kadang Kenny menyesal lalai sehingga mengalami kekalahan. Ibunya mengingatkan untuk apa menyesal kemudian, yang tak ada gunannya.
“Ini adalah buah perbuatan kamu yang kurang waspada. Setiap anak pengen maju maka kamu harus waspada,”kata ibunya pada Kenny.
Lily berharap Kenny agar tetap tekun berlatih dan berprestasi hingga menjadi atlet yang patut dibanggakan. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar