Jumat, 13 Januari 2012

Alexis Wijaya Ohmar: Akan berbuat yang terbaik untuk renang

Banyak yang menduga, bahwa Alexis Wijaya Ohmar bakal keluar sebagai pengumpul medali emas terbanyak dan sekaligus perenang terbaik pada Invitasi Renang KU 2008 yang berlangsung di Jakarta 21-24 Mei 2008. Ternyata, Alexis hanya berhasil memperoleh empat emas dari delapan nomor yang diikutinya. Ada apa gerangan ?
 “Alexis memang hanya mentargetkan bisa masuk dalam tim SEA Age. Jadi hanya mengikuti beberapa nomor,” ujar Christine, bunda Alexis via telepon. Niatnya memang terkabul, sebab meski hanya memperoleh 4 emas dan 4 perak dari delapan nomor yang diikutinya, Alexis sudah masuk dalam Tim SEA Age di Bangkok, Thailand yang akan berlangsung pada 21-24 Juni.
Hasil yang diperoleh Alexis memang jauh dibanding I Gede Siman Sudartawa, Bali, yang memperoleh tujuh emas dan tiga perunggu. Dengan hasil ini, Sudartawa berhasil keluar sebagai Perenang Terbaik KU II.
“Sutartawa memang bagus dan menunjukkan prestasi yang meningkat,”kata Christine mengakui.
Dugaan Alexis yang mengidolakan Richard Sam Bera, bakal mengumpulkan banyak medali emas dalam Invitasi ini tidaklah berlebihan mengingat hasil yang diperolehnya dalam Krapsi di Bandung 2007. Ketika itu, Alexis meraup sembilan emas dan memecahkan lima nomor rekor nasional Kelompok Umur (KU) II.
Putra pasangan Setyanto Ohmar dan Christine Purnamawati ini memang atlet berbakat yang memiliki potensi untuk menjadi perenang kebanggaan nasional. Prestasinya bagus dimana setiap kejuaraan bergengsi yang diikuti selalu menghasilkan buah yang baik. Pada Kejurnas di Surabaya 2007, Alexis keluar sebagai Perenang Terbaik dengan mengumpulkan tujuh medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu.
Olah bundanya, Christine, Alexis dikenal gila renang sejak umur lima tahun. Dalam seminggu Alexis berlatih delapan kali, pagi dan sore. Anggota klub renang Tirta Taruna Yogyakarta ini, bangun sekitar pukul 04.00 kemudian berlatih pukul 05.00 – 06.00. Sore, pulang sekolah latihan lagi selama 2,5 jam. Menjelang kejuaraan, Alexis menambah latihannya dan menjaga menu makanan.
“Alexis sangat disiplin,” ungkap ibunya.
Sikap disiplin inilah yang mengantarkan prestasi Alexis selalu bagus dan kini memegang tujuh rekor nasional kelompok umur, masing-masing: 50, 100, 200, 800, dan 1500 meter gaya bebas. Serta 50 dan 100 meter gaya punggung.
Di cabang renang, Alexis tumbuh dan besar bersama beberapa teman sebayanya. Mereka antara lain, I Gede Siman Sudartawa, Christofer, dan Takahide. Mereka selalu bertemu setiap event nasional dan saling bersaing mengukir prestasi.

Obsesi
Seperti halnya atlet renang daerah lainnya, Alexis selalu ditemani ibunya kemanapun bertanding, terutama ke daerah. Christine memang sangat mendukung sepenuhnya atas karir anaknya, meski ia mengakui tidak terlalu banyak berharap dari olahraga ini sebagai tumpuan hidup. Itu sebabnya, Christine membekali Alexis selain pendidikan formal, juga keterampilan bermain musik.
“Mungkin suatu saat kelak, ia bisa memberikan les privat pada anak-anak,”kata bundanya.
Memang beruntung Alexis memiliki Christine demikian juga sekolahnya yang memberikan kesempatan seluas-luasnya padanya untuk mengembangkan bakat dan prestasinya. Meski waktunya sangat padat tapi Alexis selalu menyempatkan diri untuk pelajaran sekolahnya, terutama matematika yang disukainya.
Ada satu harapan Alexis yang kini sedang ia rintis yakni harapannya pada usia 19 kelak akan mampu menyabet juara nasional pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Ia sudah terlanjur cinta pada renang dan akan berbuat yang terbaik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar