Kamis, 12 Januari 2012

I Gede Siman Sidartawa: Cinta mati pada renang

RENANG INDONESIA. Siman Sidarmata adalah atlet andalan dan kebanggaan warga Bali. Meski Bali sendiri tak pernah mengadakan kejuaraan renang lantaran tidak memiliki kolam yang refresentatif dan keterbatasan dana, tapi beberapa atletnya rajin mengikuti pertandingan renang tingkat nasional.
Beberapa atlet muda yang sering tampil di arena kejuaraan nasional adalah Siman Sidartawa dan Putu Takahide. Satu hal yang patut dipuji pada atlet renang Bali ini adalah ketekunan mereka untuk berlatih, meski jauh dari tempat tinggal mereka ditambah partisipasi mereka mengikuti pertandingan di luar Bali terutama pada hari-hari libur sekolah. Ditengah terbatasnya klub di Bali tidak membuat mereka patas semangat. Sebab kalau hanya mengandalkan pada kegiatan klub di Bali saja, nama mereka pasti tidak berkibar ke luar seperti sekarang.
Siman dan Takahide, dua atlet yang mestinya menjadi contoh bagi daerah dalam mengembangkan atlet. Keterbatasan sarana dan prasarana renang di daerah tidak membuat bakat putra daerah untuk menjadi atlet renang langsung patah. Tulang punggung prestasi atlet Bali ini dan juga daerah lain adalah peran aktif orangtua, terutama ibu mereka dalam mendampingi putra dan putrinya untuk bertarung di berbagai turnamen.
Meski bolak balik saban hari dari dan ke tempat latihan selama lima hari dengan memakan waktu satu hingga satu setengah jam perjalanan, tidak membuat ibu Siman jenuh. “Sudah biasa, enjoy aja,” ujar ibu Siman menghibur.
Siman yang bercita-cita ingin menjadi perenang dunia, kini duduk di bangku sekolah SMP II Semarapura termasuk siswa sepuluh besar di sekolahnya. Di arena Siman yang masuk dalam KU II selalu bertemu Alexis di arena pertarungan. Itu sebabnya Siman, Alexis dan Putu Takahide saling bersaing di lapangan. Tapi di luar arena mereka saling bersahabat.
Pengidola perenang nasional Richard Sam Bera dan Michael Pulp ini, diluar kegiatan berlatih, sehari-harinya membaca komik dan nonton film kartun. Renang sudah merupakan pilihan hidupnya. “Renang sudah menjadi pilihan saya satu-satunya. Tak mau yang lain,” ujarnya tegas.

Hebat. Hidup renang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar