Kamis, 15 November 2012

Surabaya tuan rumah AYG 2021 tanpa bidding


RENANG INDONESIA - Kota Surabaya akhirnya ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Youth Games (Asian Games Remaja) tahun 2021 dengan penunjukkan yang dilakukan tanpa `bidding` (penawaran).

"Kota Surabaya menjadi tuan rumah tanpa `bidding` untuk Asian Games Remaja pada tahun 2021. Penunjukan ini setelah kita kalah dalam bidding tuan rumah Asian Games 2019 di Makau minggu lalu," ujar Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo di Jakarta, Rabu.

Rita menandaskan, penunjukkan tanpa bidding tersebut merupakan sesuatu yang spesial bagi Indonesia karena sebelumnya Indonesia kalah dari Vietnam dalam bidding tuan rumah Asian Games 2019.

Namun sesuai dengan kesepakatan, negara yang kalah dalam bidding yang hanya diikuti dua negara Asia Tenggara ini akan menjadi tuan rumah Asian Youth Games 2021.

Mengenai awal kesiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah event olahraga bagi atlet di bawah usia 18 tahun itu, Rita mengungkapkan telah dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding antara Kemenpora, KOI dan Gubernur Jawa Timur.

Event itu sendiri nantinya akan mempertandingkan sebanyak 15-20 cabang olahraga, sedangkan cabang-cabang yang akan dipertandingkan belum dibahas.

"Sebanyak 45 negara Asia akan membahasnya. Disana nanti akan terjadi negosiasi dan kita akan memprioritaskan cabang-cabang olahraga yang atletnya siap. Itu berarti kita harus menyiapkan atlet sejak sekarang maksimal yang berusia sembilan tahun," urai Rita Subowo.

Mengenai tuan rumah Asian Games berikutnya (tahun 2023), Rita mengatakan Indonesia masih mempunyai kesempatan untuk melakukan `bidding` kembali setelah Dewan Olimpiade Asia (OCA) memenangkan kota Hanoi (Vietnam) sebagai tuan rumah Asian Games 2019, sekaligus mengalahkan kota Surabaya.

"Sebenarnya saat itu presentasi kita cukup siap, hanya mungkin kita masih kalah penilaian dalam kelengkapan saran pendukung seperti sarana transportasi, apalagi Hanoi sebagai Ibukota Vietnam," ujarnya.

Rita menambahkan, banyak pembelajaran yang bisa didapat dari bidding di Makau baru-baru ini dan tidak perlu lagi mencari-cari siapa yang salah karena kali pertama kali Indonesia ikut bidding Asian Games.

"Untuk `bidding` Asian Games berikutnyua sudah dibuka dua tahun dari sekarang. Pemerintah Daerah dan Pusat harus menyiapkan diri sebaik-baiknya untuk bidding, misalnya kebutuhan sarana dan prasarana transportasi, akomodasi dan lain-lain. Harus sesuai dengan prasyarat yang dibutuhkan," kata Rita Subowo menambahkan. (ANTARA News)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar