Sabtu, 12 Maret 2011

PRSI Jatim Incar Tuan Rumah


MAJALAH RENANG INDONESIA– Pengprov PRSI Jatim harus berjuang keras untuk memuluskan ambisinya menjadi tuan rumah Kejurnas Renang Pra-PON XVIII/ 2012. Selain harus bersaing dengan daerah lain yang memiliki ambisi sama, yaitu DKI Jakarta, Jabar, dan Jateng. Peluang menjadi tuan rumah Kejurnas tahun ini juga ditentukan berdasar kualitas sarana yang dimiliki dan dukungan para Pengprov daerah lain.

“Kami akui peluang untuk menjadi tuan rumah Kejurnas Pra-PON ini sangat berat. Salah satunya adalah suara dukungan dari daerah lain. Kendati demikian, kami akan berjuang maksimal melobi daerah lain untuk mempercayakan pada kami,” kata Komisi Tekni PRSI Jatim, Chusaini Matleq di sekretariat KONI Jatim, Senin (7/3).

PRSI Jatim tertarik mengajukan diri menjadi tuan rumah kejurnas, menurut dia, tidak lepas dari peluang lolos ke PON XVIII/ 2012. Pasalnya dalam kejurnas ini perebutan tiket PON 2012 digelar.

PRSI Jatim, dikatakan, memiliki ambisi menjadikan kejurnas renang ini untuk merebut kuota sebanyak mungkin. Bila kejurnas bisa diselenggarakan di Jawa Timur, peluang meloloskan 20 perenang ke Riau cukup terbuka. Sebab para perenang Jatim sudah faham dengan kondisi kolam renang di Jatim. Termasuk kolam renang KONI merupakan salah satu venues yang selama ini kerap dijadikan kejuaraan.

“Meloloskan 20 perenang, katanya, merupakan target maksimal yang harus mampu direbut Jatim. Sebaliknya, bila kejurnas dilaksankan di daerah lain, peluang meloloskan target maksimal cukup tipis. Pada kejurnas tahun lalu Jatim menjadi runner-up. Jawara direbut Jawa Barat (Jabar) dan peringkat ketiga diduduki DKI Jakarta,” ujarnya.

Sedangkan penunjukan tuan rumah kejurnas, diakui, akan diputuskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta, pekan depan. “Baru pekan depan diputuskan. Tetapi yang saya heran banyak sekali peminat kejurnas renang tahun ini,” ujarnya dengan tersenyum.

Padahal selama ini, dikatakan, kejurnas kerap dilaksanakan di Jakarta dan Surabaya. Sementara kota lain hanya menjadi tuan rumah kejuaraan nasional antar perkumpulan, seperti yang digelar di Semarang tahun lalu.

Selain mengajukan menjadi tuan rumah kejurnas, menurut dia, PRSI Jatim tengah menyiapkan agenda menggelar kejuaraan daerah (Kejurda) renang di Surabaya, 25-27 Maret. Even ini akan dijadikan arena seleksi membentuk tim inti yang diterjunkan dalam kejurnas. "Seluruh perenang wajib mengikuti kejurda, baik yang tergabung dalam puslatda maupun non puslatda,” katanya.

Sedangkan perenang puslatda yang kini tergabung dalam pelatnas, diakui, tidak diwajibkan mengikuti kejurda. Empat perenang puslatda yang tergabung pelatnas itu adalah Fibriani Ratna Marita, Evi Wulandari, Enny Susilawati, dan Omar Suryaatmadja. Ini karena keempat perenang tersebut telah otomatis mengantongi tiket. Namun mereka tetap diwajibkan mengikuti kejurnas. Ima. (Surabaya Post)

PRSI Jawa Barat Gelar Kejurnas KU


MAJALAH RENANG INDONESIA-Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jawa Barat akan menggelar Kejuaraan Renang Nasional Antar-Perkumpulan Kelompok Usia (KU) di Kolam Renang IPI, 25-27 Maret mendatang. Selain itu, di saat yang bersamaan juga akan digelar Kejuaraan Antar-Pengcab KU dan Senior (Kejurda).

Untuk Kejurnas antarperkumpulan, kelompok yang akan diperlombakan yaitu KU-3 (11-12 tahun), KU-4 (9-10 tahun), dan KU-5 (di bawah 9 tahun). Sedangkan untuk Kejurda akan digelar untuk kelompok KU-2 (13-14 tahun), KU-1 (15-17 tahun), dan senior (di atas 18 tahun).

Menurut Sekretaris Umum PRSI Jabar, Verdia Yosef, kejuaraan ini memang sengaja dibagi dua, yaitu antarperkumpulan dan antar-Pengcab. Hal ini terkait pembinaan yang dilakukan perkumpulan dan Pengcab.

Untuk KU-3, KU-4, dan KU-5 memang lebih bertumpu pada perkumpulan. Sehingga Kejurnas ini semakin memacu mereka untuk membina perenangnya. Sedangkan KU-1, KU-2, dan senior Pengcab yang harus lebih berperan. "Dengan ini maka pembinaan oleh perkumpulan dan Pengcab akan berkesinambungan," katanya.

Pada Kejurnas antarperkumpulan, lanjut Yosef, diharapkan 52 perkumpulan di Jabar bisa mengikutinya. Sedangkan target peserta diharapkan mencapai 70 perkumpulan dari seluruh Indonesia.

"Jabar memang cukup banyak memiliki perkumpulan dibandingkan daerah lain. Daerah lain mungkin akan tertarik mengikuti kejuaraan ini mengingat masih sedikit kejuaraan untuk usia dini," jelas Yosef.

Sedangkan untuk antar-Pengcab, para atlet Pelatda pun harus ambil bagian. Tujuannya untuk mengukur hasil pembinaan yang dilakukan selama berada di Pelatda.

"Para atlet Pelatda memang masih sulit ditandingi atlet non-Pelatda. Tetapi Kejurda ini bukan untuk menunjukkan prestasi puncak. Karena prestasi puncak diharapkan di PON mendatang," tuturnya.

Menurut Yosef, jika para atlet Pelatda mengeluarkan seluruh kemampuannya, dikhawatirkan akan menganggu pembinaan serta motivasi perenang lain. "Karena jika para atlet Pelatda dipaksakan mencapai performa puncaknya saat ini bisa mengganggu pembinaan yang telah dilakukan selama ini," lanjutnya.

Bagi para peminat bisa mendaftarkan klubnya hingga 17 Maret mendatang di Sekretariat PRSI Jabar, Gedung KONI Jabar, Jln. Pajajaran. (galamedia)**

Wow, 12 Atlet Inggris Pose Bugil!


MAJALAH RENANG INDONESIA. ATLET renang tentu sudah biasa meliukkan tubuhnya di dalam kolam renang. Namun dalam sebuah proyek amal, mereka harus berpose, tersenyum, dan tanpa balutan busana. Wow!

Sebanyak 12 atlet Olimpide bidang renang, selam, dan pola air dari Inggris berkumpul untuk pose eksklusif nan berani. Berani karena mereka harus menanggalkan busana alias tanpa sehelai benang pun.

Menggunakan kamera kedap air Nikon D300, para atlet difoto secara individual mengingat akan sangat kacau bila dilakukan berbarengan. Setiap foto “dikumpulkan” hingga terlihat seperti dalam satu pose lewat teknologi desain grafis komputer.

Nantinya, pose sensual mereka akan dijadikan kartu pos Andy Hooper seharga 10.000 poundsterling (sekira Rp143 ribu). Uang hasil penjualan akan dihimpun untuk membantu penyelenggaraan Olimpiade 2012 yang akan dihelat di London, Inggris. Yayasan tersebut telah mendukung lebih dari 1.200 atlet serta memberikan kontribusi hingga 2,2 miliar poundsterling (sekira Rp31,4 triliun) untuk Olimpiade 2012.

Sesi foto yang disponsori National Lottery and British Gas ini juga dilakukan guna memotivasi para gadis di Inggris untuk bermimpi menjadi atlet Olimpiade.

Namun, lantaran tak biasa berpose panas, setiap atlet punya cerita di balik pemotretan. Peselam Tonia Couch (21) asal Plymouth, misalnya, mengaku bahwa kekasihnya meragukan keinginannya untuk melakukan pose telanjang.

"Ketika saya mengatakan kepadanya apa yang akan kami lakukan, dia berkata, ‘Apa? Telanjang?," tuturnya.

Stacey Tadd (21), atlet renang 200 meter gaya dada asal Bath harus membawa serta ibunya selama pemotretan untuk mendapatkan dukungan moral.

Sementara, pemain polo air Lisa Gibson (21) berkata, "Aku tidak gugup tampil telanjang di depan kamera. Aku lebih khawatir bagaimana aku akan bernafas dan tersenyum pada saat bersamaan."

Dalam gambar juga terlihat Stephanie Millward, perenang Paralimpik yang berhasil berjuang dari penyakit multiple sclerosis. Sepanjang proses pemotretan, dua peselam bersiaga dengan masker oksigen.

Jumat, 11 Maret 2011

Glenn Victor dkk Absen di Singapura


MAJALAH RENANG INDONESIA - Sebanyak enam perenang pelatnas yang disiapkan tampil pada SEA Games XXVI di Sumatera Selatan dan DKI Jakarta, November 2011, absen pada kejuaraan di Singapura, 17-19 Maret 2011. Pasalnya, mereka masih berlatih di luar negeri dan alasan keluarga.

Pelatih Kepala Pelatnas Renang SEA Games, Hartadi Nurjojo, Rabu (9/3/11), menyebutkan, mereka adalah Indra Gunawan (Sumatera Utara), M Akbar Nasution (Riau), Priadi Fauzi, Idham Dasuki, dan Glenn Victor (Jawa Barat), serta Doni B Utomo (Jateng).

Ia menjelaskan, Indra saat ini berlatih di Hongaria, Akbar Nasution, Priadi Fauzi, Idham Dasuki, dan Glenn menjalani latihan di Australia. Sementara itu, Doni Utomo menikah.

Hartadi, yang juga Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengprov PRSI Jawa Tengah tersebut, mengatakan, dengan absennya enam perenang tersebut, Indonesia hanya menerjunkan 22 perenang pada kejuaraan yang menjadi ajang uji coba pertama kali perenang pelatnas itu.

Sebanyak 22 perenang Indonesia yang tampil pada kejuaraan renang di Singapura adalah Guntur Pratama Putra, Omar Suryaatmadja, Brian Howard, Alexa Wijaya, Nicko Biondi, A Raymond H, Andreas Cipta Nugraha, Pratama Siahaan, Joshia A, Dennis Tiwa, Putu Takahide Valentine, Eny Susilowati, Patricia Yosita.

Selain itu, ada Febriani Ratnamarita, Ress Kania Dewi, Ratnasaumi, Katriana Melia, Yessy Yosaputra, Magdalena Kreita, Ati Noviandari, dan Tefani Sudarma.

Induk organisasi olahraga renang di Tanah Air itu memanggil 28 perenang yang disiapkan tampil pada pesta olahraga multievent antarnegara Asia Tenggara di Sumatera Selatan dan DKI Jakarta, November 2011.

Ia mengatakan, tidak ada target khusus perenang yang tampil pada kejuaraan di Singapura mendatang itu karena event tersebut sebagai penampilan pertama mereka beruji coba.

"Kami tidak memasang target kepada mereka. Kami hanya berharap mereka bisa tampil maksimal pada kejuaraan di Singapura mendatang, syukur-syukur bisa memperbaiki catatan waktu yang mereka tempuh selama ini," katanya.

Pada kesempatan itu ia juga mengaku belum tahu kuota perenang Indonesia yang tampil pada SEA Games mendatang.

"Tentunya kami mendapatkan kuota perenang yang cukup banyak karena bertindak sebagai tuan rumah pada SEA Games mendatang," katanya seraya menambahkan, Indonesia menargetkan meraih enam medali emas.

"Syukur-syukur bisa lebih karena kami sebagai tuan rumah SEA Games," katanya.

Enam medali emas tersebut, ujarnya, berdasarkan prestasi yang dicatat perenang Indonesia pada Asian Games di China beberapa waktu lalu.

"Pada enam nomor itu kami bisa mengungguli perenang dari negara-negara Asia Tenggara saat di China. Glenn Victor, Indra Gunawan, Triadi, dan Guntur Pratama Putra diharapkan bisa meraihnya," katanya. (Kompas.com)

Selasa, 01 Maret 2011

Florida Senior State Championships: Ryan Lochte Shows Off


MAJALAH RENANG INDONESIA. RYAN Lochte lit up the pool at the Florida Senior State Championships in Orlando this weekend. The meet took place in short course yards format.

Lochte put on a show with wins in the 200 free (1:35.88), 100 fly (47.52) and 200 IM (1:44.88). He also took second in the 500 free (4:20.38), as Peter Vanderkaay checked in with a 4:20.38 for the win in the middle distance race. On the final day, he scratched finals but put up the top time of the day with prelim performances in the 200 back (1:43.24) and 200 fly (1:46.05).

Teammate Rex Tullius won the 200 back in 1:45.56, while Clearwater's Matthew Ellis captured the men's 200 fly in 1:46.85. Ellis also topped the men's 100 free in 44.98. 

Roman Sludnov swept the breaststroke events with wins in the 100 (54.11) and 200 (1:59.11), while Gator's Omar Pinzon hit the wall in 47.74 to win the men's 100 back. He also topped the men's 400 IM in 3:55.72.

T2's Erika Erndl pulled off a title trifecta with three wins. She captured the women's 200 free in 1:45.50. Erndl doubled up with a 1:03.40 to win the women's 100 breast, then tripled with a 1:58.97 to win the women's 200 IM.

Sarasota's Ashlee Linn claimed the women's 100 back in 55.08, before sweeping the backstroke events with a 1:57.22 in the 200 back. Meanwhile, T2's Anne-Marie Botek won the women's 50 free in 22.45. She picked up her second title in the women's 100 fly with a 52.84 for the win. Daytona Beach's Shaun Casey hit the wall in 1:59.36 to win the women's 200 fly. Casey also captured the women's 400 IM in 4:16.34, while Rebecca Mann, 13, topped the women's 1000 free with a 9:47.32, while also capturing the 1650 free title in 16:17.69.

Clearwater's Hayley Palmer snared the women's 100 free title in 48.61, while Gator's Andreina Pinto topped the women's 500 free in 4:46.72. Lysis Halkides earned the women's 200 breast title in 2:15.33.

Sarasota's Ryan Turner topped the men's 1000 free in 9:15.90, while Sarasota's Derek Pridemore won the men's 1650 free in 15:34.21. Swim Florida's Pavel Babaev snared the men's 50 free in 20.27. (swimming world)

Senin, 28 Februari 2011

Nadine Alexandra Janji Pakai Baju Renang Standar


RENANG INDONESIA. Baju renang selalu menimbulkan kontroversi saat wakil dari Indonesia mengikuti ajang Miss Universe. Untuk ajang Miss Universe 2011, Nadine berjanji memakai busana renang one piece atau standar.

Nadine Alexandra Dewi Ames adalah Putri Indonesia 2011 dan berhak mewakili Indonesia di ajang Miss Universe yang akan digelar di Sao Paolo, Brasil, Agustus mendatang. Nadine tak mau kembali menjadi kontroversi dan menegaskan ia hanya akan memakai pakaian renang one piece.

"Saya tidak mau membuat kontroversi lagi di Indonesia. Itu sudah kontrak saya dengan YPI (Yayasan Puteri Indonesia)," kata Nadine saat ditemui di 'Taman Sari Royal Heritage Spa' dan penjamuan Menteri Kesehatan Malaysia; YB Dato Sri Liow Tiong Lai, di kawasan Tanah abang, Jakarta Pusat, Kamis (24/2).

Nadine tak mau asal ucap, Cewek kelahiran Inggris 23 mei 1991 berjanji dan takkan melanggar seperti pendahulunya.

"Saya nggak mungkin melanggar kontrak dong. Meski setiap hari kontroversi itu selalu ada. Orang juga harus belajar dari kesalahannya kan," sambung Nadine.

Meski ajang Miss Universe baru akan digelar pada Agustus mendatang, namun Nadine sudah mempersiapkan segala sesuatunya dari sekarang. Dari sekarang Nadine sudah mempersiapkan fisiknya dengan berolahraga rutin, yoga, pilates dan lainnya. Nadine juga sudah belajar make up dan persiapan lainnya.

"Dului saya masih sering gugup. Sekarang sih nggak pernah grogi lagi. Sering ketemu orang banyak itu membantu saya untuk membuang grogi lagi. Ketemu orang baru dan membahas topik baru," katanya. (inilah.com)

Japanese Short Course National Championships: Kosuke Kitajima Completes National Record Breaststroke Sweep


RENANG INDONESIA. A day after charting a Japanese record in the men's 100 breast, Kosuke Kitajima completed the national standard sweep in the breaststroke events at the Japanese Short Course National Championships held in Tokyo,

Kitajima nearly clocked a textile best in the 200 breast with a sterling time of 2:02.95. The top time in a textile suit in the event still remained Ed Moses' 2:02.92 from Berlin in 2004. Kitajima did, however, track down Naoya Tomita's national record of 2:03.12 set at the 2010 World Championships. Tomita clocked a 2:04.27 to finish second today, while Yuta Suenaga took third in 2:04.60.

Earlier in the night, Kitajima also took down the national record in the men's 50 breast with a strong time of 26.68. Kouichirou Okazaki took second in 27.11, while Akihide Kawakubo placed third in 27.23. 

Meanwhile, Tomoko Hagiwara won the women's 100 free in 54.20, while Misaki Yamaguchi finished second in 54.35. Natsuki Hasegawa checked in third with a 54.47. Takuro Fujii followed in the men's 100 free with a 47.87. Kenta Ito (48.50) and Makoto Itou (48.59) completed the podium.

Shiho Sakai topped the women's 100 back in 56.43, while Sayaka Akase took second in 57.55. Miyuki Takemura placed third in 58.70. Junya Koga cruised to victory in the men's 100 back with a 50.66. Masafumi Yamaguchi (52.04) and Kazuki Watanabe (52.08) finished second and third.

Tomoyo Fukuda snatched the women's 200 IM crown in 2:09.30. Izumi Katou earned second in 2:09.99, while Ayaka Komatsubara finished third in 2:10.59. Hidemasa Sano hit the wall in 1:54.41 for the men's 200 IM triumph. Kosuke Hagino (1:55.08) and Daiya Seto (1:55.45) snared second and third.

Rino Hosoda posted a 57.45 to win the women's 100 fly. Nao Kobayashi (58.70) and Sayaka Nakabou (59.03) placed second and third. Kohei Kawamoto touched out Kazuya Kaneda, 50.71 to 50.75, for the men's 100 fly title. Takashi Tomiyama took third in 51.40.

Aya Takano dominated the women's 400 free in 4:06.49, while Misato Yamazaki touched second in 4:08.53. Natsumi Iwashita wound up third in 4:08.57. Takeshi Matsuda cruised in the men's 400 free as well with a 3:40.34. Syogo Hihara took second in 3:43.69, while Syo Uchida placed third in 3:43.90.

Mina Matsushima captured the women's 50 breast title in 31.13, while Manami Fukuda touched second in 31.21. Hitomi Nose wound up third in 31.32. Naoko Fukudome snatched the women's 200 breast title in 2:19.80, while Satomi Suzuki took second in 2:20.95. Mio Motegi earned third in 2:20.99. (swimmingworld)