Kamis, 03 Oktober 2013

Usai ISG, Renang Tingkatkan Kemampuan di Bogor

Jakarta, RENANG-Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia akan melakukan pemusatan latihan di kolam renang Seruni, Bogor, Jawa Barat, mulai 16 Oktober hingga akhir November 2013. Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PRSI, Heru Purwanto, dipilihnya Bogor sebagai tempat pemusatan pelatihan untuk mengantisipasi suhu di Myanmar.

“Suhu kolam di SEA Games Myanmar nanti diperkirakan di bawah 20 derajat Celsius,” kata Heru, Kamis, 3 Oktober 2013. Heru mengatakan daerah Bogor cukup mewakili kondisi suhu di Myanmar nanti. Dengan menghabiskan waktu latihan selama dua bulan di daerah dingin, Heru berharap penampilan anak asuhannya nanti tidak terkendala suhu.

Tak hanya berlatih di suhu rendah, kemampuan teknik dan stamina 20 perenang yang menghuni pemusatan latihan nasional pun akan diperbaiki. Dari penampilan di Islamic Solidarity Games pekan lalu, beberapa perenang Indonesia mesti memperbaiki tempo kecepatan dan teknik berbalik. “Kalau dari catatan waktu rata-rata sudah mengalami peningkatan,” kata Heru.

Hal yang sama diucapkan oleh kepala pelatih pelatnas renang, Hartadi Noertjojo, yang menilai catatan waktu perenang pada nomor putra sudah meningkat. “Itu bisa dilihat dari Triady Sidiq yang memecahkan rekor nasional di nomor 50 meter dan 100 meter gaya bebas,” ujar Hartadi.

Rekornas 100 m gaya bebas Triady pecah ketika ia turun pada nomor estafet 4 x 100 m gaya bebas. Ia mencatat waktu tercepat 50,42 detik. Rekor sebelumnya dipegang, pada nomor yang sama, atas nama Richard Sambera, yaitu 50,80 detik.

Meski Triady mampu memecahkan rekor nasional, dari sisi teknik, kemampuan peraih tiga emas di Islamic Games ini masih harus diperbaiki. Menurut Hartadi, pada awal lomba Triady terlihat cepat. Namun, begitu mendekati garis finis, justru kecepatannya menurun. “Dua bulan ini untuk memperbaiki yang kurang di ISG kemarin,” ia berujar.

Hartadi melanjutkan, penampilan para perenang Indonesia di ISG memang tidak dituntut untuk maksimal. Pasalnya, ISG bukan sasaran utama PRSI. “Kami ingin menjaga puncak penampilan para atlet. Targetnya di SEA Games nanti mereka tampil maksimal,” kata Hartadi.

Mengomentari Malaysia yang mampu menjadi juara umum dalam ISG, Hartadi menyebutkan hal itu tidak lepas dari ciamiknya penampilan pada nomor putri. Sementara nomor putri Indonesia, ucap Hartadi, masih di bawah Malaysia. Tak hanya nomor putri, Malaysia juga unggul pada nomor-nomor jarak jauh dan nomor ganti putri. “Itu memang bukan nomor incaran kami,” kata dia. (TEMPO.CO)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar