Jumat, 22 Maret 2013

Pelatnas Terkendala Dana


Jakarta - RENANG INDONESIA - Pelatnas renang mandeg gara-gara belum cairnya dana Rp250 milyar Satuan Pelaksan Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Dana itu termasuk membiayai persiapan SEA Games ke-27 di Myanmar, Desember 2013.

Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) Abdurrahim mengatakan pelatnas renang berjalan sesuai kemampuan dana yang dimiliki PB PRSI saat ini.

Meskipun diterpa keterbatasan, pihaknya mengaku tetap menyiapkan atlet semaksimal mungkin untuk meraih target maksimal di SEA Games. Ditambahkan, target di SEA Games Myanmar nanti minimal mempertahankan prestasi sekaligus meningkatkan perolehan medali emas.

Merujuk pada hasil SEA Games yang lalu, atlet renang Indonesia berhasil meraih 6 emas dari 40 nomor yang dipertandingkan. Hasil itu menempatkan Indonesia berada di urutan ketiga di belakang juara umum Singapura.

Abdurrahim mengharapkan pemerintah serius mendukung target yang akan dicapai itu melalui sokongan positif berupa kucuran dana untuk kegiatan pelatnas. Tanpa dana, katanya, meskipun pelatnas tetap berjalan namun tentunya hasilnya tidak maksimal.

"Bahwa usaha kita maksimal atau tidak tentunya tergantung pada dukungan dana, peralatan memadai, dan suplemen. Kalau kita tidak melakukan persiapan yang maksimal bagaimana kita akan mendapatkan hasil yang maksimal juga?" tanyanya.

Nomor cabang olahraga (cabor) renang yang akan dipertandingkan di SEA Games Myanmar sebanyak 32 . Tim Indonesia akan ikuti semua nomor yang dipertandingkan.

Jumlah itu berkurang delapan nomor dari tahun lalu, 40 nomor. Di antara nomor-nomor tersebut, sebanyak tiga nomor yang menjadi andalan Indonesia pada jarak 50 meter (gaya punggung, dada, dan kupu-kupu).

"Nah, di antara tiga ini dulu kita dapat 2 medali emas dan 1 perak. Artinya secara langsung ketiadaan nomor itu memangkas perolehan emas kita nanti. Apa lagi kita tidak lagi selaku tuan rumah," katanya.

Untuk itu, pentingnya kucuran dana sesuai dengan kebutuhan untuk kegiatan operasional sangat dibutuhkan pihaknya agar target tidak meleset. Di sisi lain, persaingan nanti akan semakin ketat mengingat tim Indonesia akan bertandang, bukan didatangi.

"Kalau dana itu turun tidak pada saatnya akan menjadi percuma. Misalnya, sekarang kita sudah harus tryout tapi karena kendala dana menjadi ditangguhkan. Akibatnya ada siklus yang berubah begitu juga dengan program latihan."

Saat ini, ada sekitar 32 atlet telah dipersiapkan dan dibimbing belasan pelatih atau dengan perbandingan 1/4, satu orang pelatih membimbing empat atlet.

Dalam waktu dekat ini, sebanyak 7-10 orang dari tim elit cabor renang yang diperkirakan bisa meraih medali emas akan diberangkatkan ke Australia. Mereka akan menjalani latihan sekaligus uji coba dengan atlet 'Negeri Kanguru' itu.Direncanakan akan bertolak ke Australia akhir Maret ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar