Sabtu, 18 Februari 2012

Antwerp Mundur Sebagai Tuan Rumah Kejuaraan Renang Eropa

ANTWERP, (PRLM).- Masalah keuangan telah menyebabkan Kota Antwerp di Belgia mundur sebagai tuan rumah Kejuraan Renang Eropa. Pihak penyelenggara mengatakan mereka tidak mampu menutup kekurangan dana sebesar 400.000 euro atau sekitar Rp 5 miliar.
Kejuaraan itu kini akan dialihkan ke Debrecen, Hungaria, pada waktu yang sama yaitu tanggal 21 hingga 27 Mei.
Presiden Asosiasi Renang Hungaria, Tamas Gyarfas, menegaskan Debrecen tidak akan menghadapi masalah untuk menggelar kejuaraan renang penting itu karena menjadi pertandingan pemanasan menjelang Olimpiade 2012 yang akan dibuka 27 Juli.
Lima tahun lalu Debrecen menjadi tuan rumah Kejuaraan Renang Jarak Pendek Eropa dengan menggunakan kolam renang berkapasitas 2.800 penonton.
"Keluarga renang kembali ke tempat yang sama. Akan lebih baik jika menyelenggarakannya di kolam renang dengan kapasitas 5.000 penonton, namun itu (menggunakan sarana yang sudah ada) yang paling cepat ," tutur Gyarfas kepada kantor berita "AP".
Antwerp rencananya akan membangun kolam renang berkapasitas 12.000 penonton dengan asumsi kejuaraan itu menarik perhatian tinggi karena hanya dua bulan menjelang Olimpiade London.
"Setelah salah seorang mitra keuangan kami mundur, sehingga kekurangan keuangan amat besar dan kami tidak mampu melakukannya," kata ketua penyelanggara di Antwerp, Georges Straetemans.
Kawasan Eropa saat ini sedang menghadapi krisis keuangan dan dampaknya juga mulai terasa ke olah raga. Hari Selasa (14/2), ibukota Italia, Roma, menyatakan mundur dari pencalonan tuan rumah Olimpiade 2020.
Pengunduran diri Italia itu disampaikan oleh Perdana Menteri Italia, Mario Santi, dengan alasan krisis keuangan yang dihadapi Italia saat ini akan membuat pemerintah menghadapi kesulitan dalam menjamin pendanaan untuk olimpiade.
Dengan demikian hanya lima kota yang mencalonkan diri, yaitu Tokyo, Madrid, Istanbul, Baku, dan Doha. IOC akan mengumumkan tuan rumah Olimpiade 2020 pada September 2013 di Buenos Aires, Argentina.(bbc)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar