JAKARTA, RENANG INDONESIA - Mantan
renang nasional, Richard Sam Bera menyebut pembenahan olah raga harus
dilakukan dengan meliputi semua aspek.
Hal ini dkiungkap Richard menanggapi keinginan beberapa mantan atlet untuk
membenahi olah raga Indonesia
melalun jalur pilitik dengan menjadi calon legislatif pada Pemilu 2014
mendatang.
Kalau pun berhasil lolos ke Senayan, jalan panjang akan menanti para mantan
atlet itu untuk memenuhi keinginan mereka. Sebelum mereka pun sudah ada mantan
atlet yang berkiprah di parlemen seperti pecatur Utut Adianto. Kenyataannya,
memperbaiki buruknya kondisi olah raga Indonesia bukan hanya ditentukan
regulasi tetapi juga hal lainnya.
Inilah yang dipikirkan Richard Sam Bera. Mantan juara
SEA Games yang juga
pernah tampil di Olimpiade ini juga akan menjadi caleg pada pemilu 2014 melalui
PDI Perjuangan. "Saya akan menjadi caleg untuk Dapil Jakarta 1 dan luar negeri," kata Richard.
Richard, kelahiran Jakarta, 19 Desember 1971
merupakan salah satu perenang terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.
Prestasinya terentang antara 1980-2000-an. Richard merupakan raja nomor gaya
bebas Asia Tenggara antara 1989-2005, meraih medali perunggu Asian Games 1990
dan ikut Olimpiade 1988, 1996 dan 2000.
Di dalam negeri ia tidak terkalahkan hingga "dipaksa" mundur usai
pekan Olah Raga Nasional 2008 dalam usia 37 tahun.
Pemegang gelar sarjana Political Science Arizona State University ini juga
mengaku prihatin dengan perkembangan olah raga nasional. Indonesia yang pernah menjadi raja di SEA Games
kini harus berjuang keras untuk masuk di peringkat tiga besar sekali pun,
kecuali saat Indonesia
menjadi tuan rumah.
"Sebenarnya kita memiliki semua syarat yang dibutuhkan untuk maju dalam
olah raga. Resources banyak, fasilitas (seharusnya) mencukupi dan dukungan yang
besar dari masyarakat. Namun keinginan untuk mewujudkan semua itu dalam
prestasi yang belum ada," kata Richard.
Menurut Richard, salah satu kendala adalah banyak yang belum mengerti apa
pentingnya prestasi olah raga yang tinggi bagi kemajuan bangsa. Karena itu ia
menyambut baik, semakin banyak mantan atlet yang juga ingin menjadi caleg.
"Semakin banyak orang yang mengerti bahkan memahami olah raga tentunya
akan lebih baik."
Sebelumnya, enam mantan atlet yang pernah tampil di Olimpiade dengan bergabung
ke partai Amanat nasional, Senin (18/3). Para mantan atlet tersebut, yayuk
Basuki (tenis), Krisna bayu (judo), Selvyana Sofyan (menembak), Nurfitriyana
(panahan) dan Emma Tahapary (atletik)
Pada skala khusus, Richard mencalonkan diri menjadi ketua umum Persatuan Renang
Seluruh Indonesia (PRSI) pengprov Jakarta yang saat ini sudah memasuki masa
demisioner. "Sebagai mantan atlet DKI saya prihatin mendengar tim renang
DKI gagal total di PON Riau 2012 lalu karena gagal mendapatkan medali
emas," kata Richard.
Sebagai perenang, Richard memang melewati masa-masa saat renang DKI
berkelimpahan atlet renang nasional seperti Wisnu Wardhana, Wirmandi
Sugriat hingga masa-masa mulai hilangnya atlet-atlet renang berbakat DKI.
Padahal bagi Richard, DKI sebenarnya sudah ideal untuk perkembangan olah raga
renang tersebut. "Dilihat dari jumlah perkumpulan renang, DKI cukup
banyak, Begitu pun fasilitas kolam renang kita cukup banyak. Yang kurang adalah
keinginan mewujudkan itu semua dalam program pembinaan yang terpadu, misalnya
kompetisi. Ya, seharusnya ini tugasnya pengurus," kata Richard.
Karena itulah, apabila terpilih, Richard ingin menekankan pembinaan dengan
kompetisi dan jenjang yang lengkap yang akan menjamin para atlet lokal yang
berprestasi untuk suatu saat mewakili daerah di ajang kejuaraan nasional.
"Saya sendiri sebenarnya tidak terlalu mendukung program pembelian
atlet daerah. Kalau bisa, utamakan atlet lokal melalui pembinaan yang
terarah," ungkapnya.
Richard juga tak khawatir apabila ia terpilih sebagai anggota legislatif pada
Pemilu 2014 dan "diharuskan" menanggalkan jabatan publik. "Bagi
saya yang penting adalah berlaku prinsip think globally, act locally.
Membenahi sesuatu yang salah harus dilakukan dari tingkat yang paling rendah.
Di olah raga ya di tingkat klub atau organisasi. Saya sangat mengenal dunia
renang dan ingin menjadi lebih baik atau setidaknya, sebaik pada masa
lalu," ungkapnya.
"Kalau pun secara regulasi, saya harus mundur sebagai pejabat publik
(ketua PRSI DKI), setidaknya sistem sudah kembali ke relnya. Sebaiknya
kepengurusan memang tidak tergantung pada figur lagi." (Kompas)