Senin, 28 Februari 2011

Puslatda Jatim Renang akan Dilatih Jun Sen


RENANG INDONESIA. Puslatda renang PON XVIII/2012 akan mendatangkan pelatih asal Cina. Program ini untuk meningkatkan kualitas teknik dan stamina para atlet puslatda, sehingga target medali PON yang dibebankan KONI Jatim dapat tercapai.

Demikian Ketua Bidang Komisi Teknik Pengrpov Persatuan Olahraga Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jatim, Kusaeni, Minggu (27/2).

“Puslatda renang akan dilatih I Jun Sen dari Cina. Selain memantapkan teknik, Jun Sen juga memoles stamina setiap atlet agar mendongkrak speed mereka dalam pencapaian waktu tercepat di setiap nomor yang diikuti para atlet,” katanya.

Menurut dia, rencananya Jun Sen akan dikontrak selama 1,5 tahun. Masa kontrak itu disesuaikan dengan masa pemantapan atlet dalam menghadapi PON 2012 yang rencananya digelar sekitar September hingga November 2012. Dengan masa kontrak tersebut, maka Jun Sen berpeluang mendampingi para perenang Jatim saat tampil di Riau.

Sebelum dikontrak resmi, diakui, I Jun Sen pernah datang ke Surabaya pada awal Januari lalu. Kunjungannya saat itu untuk survei kondisi atlet dan fasilitas renang Jatim. Tujuan Pengprov untuk mengetahui kemampuan Jun Sen dalam membaca kekurangan dan kelebihan para atlet, sehingga Jun Sen dapat langsung menerapkan program pelatihannya saat kontrak berjalan. 

“Saat itu sesudah melihat kondisi atlet dan fasilitas renang yang dimiliki Jatim, pelatih asal China ini langsung menyanggupi dan siap membantu meraih hasil terbaik di PON 2012 mendatang,” ujarnya.

Dengan kepastian dipilihnya Jun Sen sebagai pelatih puslatda rengan, dikatakan, pengprov berharap memantapkan peluang Jatim dalam mendulang medali emas PON Riau akan lebih baik dari PON 2008 di Kalimantan Timur. Dalam PON 2008, tim renang ditarget KONI untuk menyumbangkan 7 medali emas, ternyata medali yang berhasil diboyong sebanyak 16 keping emas. (surabayapost)

Kamis, 24 Februari 2011

Candice Swanepoel Seksi untuk Beach Bunny


Swanepoel tengah rehat sejenak dari tugas utamanya sebagai model Victoria's Secret. Salah satu Victoria's Angel itu membantu Kardashian bersaudara yang merilis lini pakaian dalam, pekan ini.

Setelah didapuk oleh Kim, Kourtney, dan Khloe Kardashian sebagai model lini pakaian renang venture milik mereka, wanita asal Afrika Selatan itu memamerkan tubuh seksinya dalam kampanye iklan. Candice tampil seksi untuk koleksi pakaian dalam musim panas terbaru Beach Bunny 2011.

Dari ketiga bersaudara itu, masing-masing telah menciptakan dua gaya yang berbeda untuk koleksi musim panas mendatang yang meliputi berbagai pakaian dalam berpotongan seksi, modern, dan mengikuti kontur tubuh. Demikian yang dinukil okezone dari The Sun, Rabu (23/2/2011).

Sebelumnya Candice berpose sensual untuk koleksi Cruise Beach Bunny Kardashian 2010, dengan mengambil gambar di atas kapal pesiar, kini dia tampak mengagumkan dalam balutan Beach Bunny Kardashian 2011.

Pada koleksi pertama, Candice menggunakan busana renang two pieces berwarna hitam dengan aksenanimal print pada bagian tali pengikat. 

Koleksi selanjutnya two pieces bercorak animal print berwarna hijau dengan aksen rantai di bagian sisi pinggul. Menyusul koleksi monokini berwarna putih beraksen ikat, two pieces hitam bercorak animal printdan busana renang warna hitam berpotongan dada rendah dengan lilitan tali bercorak animal print. 

Selain Candice, model lainnya yang tampil "panas" untuk Bunny Beach ialah kekasih Cristiano Ronaldo, Irina SHAYK, Rosie Huntington-Whiteley, dan Joanna Krupa. (okezone)

Senin, 21 Februari 2011

SUTTON WINS THIRD EVENT IN MISSOURI


COLUMBIA, Mo. – U.S. Olympian Chloe Sutton won her third event of the meet Sunday at the Missouri Grand Prix, taking the women’s 800m freestyle with a time of 8:34.55.

Sutton has been dominant in the distance freestyle events this weekend, winning the 200m free on day 1 and the 400m free on day 2. On Sunday she bested the rest of the field in the 800 by nearly 15 seconds. Gillian Ran was second in 8:49.18, while Amber McDermott was third in 8:52.08.

“It was not as fast as I would have liked it to be, but it was my 11th race so far this weekend,” Sutton said. “I’ve swum seven events, and I made it back in everything, so I’m a little tired.

“I’m really training hard, so I’m pleased with my performance. I had a best time in my 200 free the first night, and that was really special for me to be able to do that here. I’m really happy with the way things have been going.”

The final of the women’s 100m free was a virtual replay of last night’s 50, with the same three women taking gold, silver and bronze. Jessica Hardy was first in 54.66, followed by Olympian Amanda Weir in 55.25 and Olympian Kara Lynn Joyce in 55.48.

It was Hardy’s second win of the meet.

“I think sprint freestyle, more than any other stroke I’ve experienced, is more about confidence,” Hardy said. “It’s less about technique and more about experience and believing in yourself when you’re on your blocks, and I feel like I’m gaining that more and more as I’m growing my experience in those races.

“I definitely enjoyed myself this weekend and was ahead of where I was expecting, so that’s a great thing.”

National Teamer Nick Thoman bounced back from a second-place finish in the men’s 100m back Saturday night to win the 200m back on Sunday, touching in 1:59.68. Tobias Oriwol was second in 2:01.06, while Charlie Houchin was third in 2:02.14.

“I went a little faster than I did at this meet last year in the 100, and swam about the same in the 200, so I’m pretty excited with how I’m doing at this point in the year,” Thoman said. “I had a good plan (tonight), and I fell off a little bit in that last 50, but that’s just where I am in training right now. My legs just aren’t quite there yet, so I’m going to keep working on that, get a little bit more endurance behind me and I’ll be all set.”

Former U.S. National Teamer Whitney Myers held off Rebecca Soni in the final 50 meters of the women’s 200m IM, out-touching her at the wall 2:17.42 to 2:17.92.

Soni has been red-hot in Columbus this weekend, setting meet records in the 100m and 200m breaststrokes. As expected, she made her move in the breaststroke leg and challenged Myers down the homestretch. Julie Stupp was third in 2:18.60.

“I knew (Soni) would have a really great breaststroke leg,” Myers said. “I flipped at the 100, and I was like, ‘I’m a pretty good distance ahead.’ Then I get to the other end, and she’s right there with me. I just touched her out, so it was a really good race.”

While several members of the U.S. National Team have had solid performances in Columbia, Tunisian Olympian Ous Mellouli  was probably the swimmer of the meet. He won his fourth and fifth events Sunday, taking the men’s 1500m free in 15:01.65 and the 100m free in 50.15. He also won the 200m free, 400m free and 400m IM earlier in the meet.

Other swimmers winning gold Sunday were Austrian Olympian Markus Rogan in the men’s 200m IM (1:59.49) and Kylie Stewart in the women’s 200m back (2:13.88). Sumber: USA Swimming

Sabtu, 12 Februari 2011

Brazilians take home 13 medals from Port Elizabeth


MAJALAH RENANG INDONESIA. Nine Brazilian swimmers took part in the International Invitation Swimming Meet 2011 taking place in Port Elizabeth, South Africa. The national team included Fernanda Alvarenga, Henrique Barbosa, João Luiz Junior, Tatiana Lemos, Fabiola Molina, Carolina Mussi, Raphael Rodrigues, Tatiane Sakemi and Diogo Yabe. In all, 13 medals were garnered by the Brazilians. Luiz Junior was the only one to bag two gold medals, in the 50m and 100m breaststroke.
Results
Gold Medals (4)
João Luiz Junior in 50m breaststroke (28.00) and 100m breaststroke (1:02.04)
Fabíola Molina in 50m backstroke (28.50)
Tatiana Sakemi in 50m breaststroke (32:99)

Silver Medals (4)
Tatiana Lemos in 50m freestyle (26.20), 100m freestyle (56.19) and 200m freestyle (2:03.54)
Diogo Yabe in 200m individual medley (2:04.43)

Bronze Medals (5)
Fabíola Molina in 50m freestyle (26.83), 50m butterfly (27.75) and 100m backstroke (1:01.79)
Raphael Rodrigues in 100m breaststroke (1:02.92)
Diogo Yabe in 400m individual medley (4:29.26)

Berkomitmen lahirnya atlet berprestasi


MAJALAH RENANG INDONESIA. SEMBOYAN "Kukar Bisa" memang benar-benar telah dibuktikan para pengurus olahraga dan atlet Kutai Kartanegara (Kukar). Hasilnya, pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IV Kaltim 2010 di Bontang beberapa waktu lalu, atlet Kukar berhasil mempertahankan gelar juara umum. Salahsatu cabang olahraga yang sukses diperkuat atlet lokal yaitu Renang.

Cabor renang berhasil menyumbangkan 6 medali emas, 7 perak, dan 5 perunggu. Ketua Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kukar Abdul Rasyid mengaku cukup bangga dengan torehan anak asuhnya. Pasalnya selain murni putra-putri daerah, atlet renang Kukar juga  diasah dengan pembinaan lokal. Pelatihnya juga asal Kota Raja Tenggarong sendiri dan bekerjasama dengan Sekolah Olahraga Internasional Samarinda.

"Kami cukup bangga, dibanding atlet renang daerah lain ada yang berlatih di Jawa, sedangkan kami memusatkan latihan di kolam renang Puteri Junjung Buyah Tenggarong saja, hasilnya cukup memuaskan," ujar Rasyid yang juga Plt Ketua KONI Kukar baru baru ini.

Dikatakan Rasyid, ke depan pihaknya akan terus berkomitmen untuk membina para atlet lokal. Dengan harapan mampu berprestasi membawa nama Kukar baik pada tingkat regional bahkan internasional. Komitmen tersebut bisa berjalan dan berhasil berkat dukungan penuh dan kerja sama  dari semua komponen, di antaranya Pemkab, DPRD, KONI serta PRSI Kukar.

Sebagai bukti dari komitmen tersebut, pihaknya melakukan pembinaan atlet secara berkesinambungan dan terus menerus yang dimulai dari atlet usia dini atau junior. Saat ini jajaran PRSI tengah melakukan pembinaan untuk menjaring atlet lokal berpotensi, khususnya atlet junior. Salahsatu langkah yang dilakukan akhir bulan ini, PRSI Kukar rencananya akan melaksanakan Coaching Clinic Cabor Renang bagi guru olahraga SD dan SMP se-Kukar.

"Dari hasil Coaching Clinic itu diharapkan para guru olahraga bisa membina dan menjaring atlet junior berprestasi dari sekolahnya masing-masing," paparnya.

Perlu diketahui, salahsatu atlet asli Kukar yang berprestasi pada Porprov Kaltim yang baru saja berlalu yaitu Nugroho. Pemuda yang kerap disapa Awo ini berhasil menyumbangkan 6 emas dan 3 perak. (hmp03/kaltim post)

Kamis, 10 Februari 2011

Aat Safaat, "Berarti Tidak Ada Wibawa"


Pengembang Centrum Terus Membandel

MAJALAH RENANG INDONESIA. Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Bandung, Juniarso Ridwan menyatakan, pengembang Kolam Renang Tirta Merta atau Centrum memang cukup membandel. Padahal pihaknya sudah berkali-kali memberi peringatan, termasuk menyegel bangunan agar mereka tidak meneruskan aktivitas pembangunan. 

"Pengembangnya memang sudah membandel, berkali-kali diperingatkan juga tetap saja pembangunan," terang Juniarso saat ditemui wartawan seusai pembukaan Pesta Buku 2011 di Gedung Landmark, Jln. Braga, Rabu (9/2). 

Diterangkan Juniarso, pihaknya sudah menurunkan petugas ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan memperingatkan pengembang untuk tidak lagi meneruskan aktivitas pembangunan. "Tadi saya sudah perintahkan staf saya untuk datang ke lokasi dan menyuruh pengembang menghentikan pembangunan tersebut. Nanti kita pasti cek kembali apakah benar-benar dihentikan apa tidak," katanya. 

Juniarso kembali menegaskan, hingga saat ini pihaknya masih belum memberikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk pembangunan eks kolam Renang Tirta Merta. Bahkan diakui Juniarso, sampai sekarang pihak pengembang sama sekali belum mengajukan surat-surat permohonan perizinan. "Mereka harus mengurus izinnya dulu kalau tidak ya harus dibongkar," tegasnya. 

Ditemui di tempat yang sama, Wali Kota Bandung, Dada Rosada menyerahkan permasalahan tersebut kepada SKPD terkait, yaitu Distarcip. "Sebagai leading sector, Distarcip yang mengambil langkah selanjutnya," kata Dada.

Ditanya lebih lanjut mengenai kelanjutannya pun Dada tetap menyerahkan sepenuhnya kepada Distarcip. "Pokoknya Distarcip yang tangani sepenuhnya," tegas Dada. 

Tak ada wibawa
Menanggapi pembongkaran dan pembangunan kolam renang Centrum yang masuk salah satu cagar budaya itu, anggota Komisi A DPRD Kota Bandung Aat Safaat mengatakan, membandelnya pengembang sudah menjadi bentuk pelecehan terhadap pemerintah. 

"Seharusnya penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) turun tangan dan menindaknya langsung karena sudah mencoreng pemerintah," ungkap Aat ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya kemarin.

Pihaknya juga menyayangkan sikap pemerintah yang tidak proaktif dalam menyikapi masalah tersebut. "Bila terus dibiarkan, mereka melakukan pembongkaran dan pembangunan sudah disegel, berarti tidak ada wibawa dari Pemkot Bandung atas upaya itu," ujarnya. 

Aat pun menilai pengembang kolam renang Centrum tersebut tidak memberikan contoh baik kepada masyarakat. Bila perlu, lokasi itu dipantau atau dijaga oleh anggota Satpol PP selaku penegak PPNS. "Masa menjaga PKL di Gasibu bisa, ini mencegah pembangunan tidak bisa," sindirnya. (Gemamedia.com)**

HM Syafi’i Datangkan Igor "Membolo" Perenang Sumut


MAJALAH RENANG INDONESIA. Pengurus Provinsi Persatuan Renang Seluruh Indonesia (Pengprov PRSI) Sumut pimpinan Drs HM Syafi’i MSi mendatangkan pelatih asal Rusia Berezutskiy Igor Evgenjevich guna "membolo" (baca membenahi dan meningkatkan) prestasi perenang provinsi ini.
Pelatih yang akrab dipanggil Igor tersebut, dikontrak selama satu tahun. Penandantanganan kesepakatan kerja, dilakukan Rabu (9/2) di ruang kerja M Syafi’i,Gedung Kantor Gubsu.
Syafi’i pada acara yang turut dihadiri Ketua Harian Rudi Rinaldi S Sos dan Bidang Dana Yulizar Parlagutan Lubis menjelaskan, pihaknya mendatangkan Igor dengan harapan bisa membuat perenang-perenang Sumut lebih berprestasi.
"Kalau ibarat kami di Batubara, Igor diharapkan bisa "membolo" renang Sumut sehingga lebih berpretasi," kata M Syafi’i menggunakan akses daerah kelahirannya itu.
Dijelaksan, Igor memang dikontrak 1 tahun. Dan bila mampu mengangkat prestasi renang Sumut, maka kontraknya akan dilanjutkan. "Ya, kalau hasil kerja Igor cukup baik, maka kita akan memperpanjang kontraknya dan kita akan mengevaluasi kinerjanya setiap tiga bulan sekali," ujarnya.
PRSI Sumut, kata Syafi’ilagi, memang bertekad meraih prestasi lebih baik di PON Pekanbaru Tahun 2012. Hal ini juga sejalan dengan tekad KONI Sumut dan Gubsu agar peringkat Sumut di PON bisa lebih baik dibanding pelaksanaan serupa di Kaltim Tahun 2008.
Selain itu, Igor juga diharapkan dapat melahirkan atlet pelapis Indra Gunawan dan Dimas yang saat ini sedang dipersiapkan ke PON 2012 di Riau.
Namun, meskipun memiliki pelatih tingkat dunia, PRSI Sumut tidak akan memulangkan Indra Gunawan yang berlatih di Hongaria dan Dimas dari Malaysia ."Mereka tetap berlatih di luar negeri. Sementara Igor fokus menangani perenang anggota Pelatda di Medan," jelasnya
Syafi’i menilai, Sumut mengalami kekurangan pelatih renang, karena hanya ada sekitar lima orang pelatih yang bersertifikat.
Karenanya kehadiran Igor juga diharapkan mampu memunculkan pelatih renang berkualitas, karena PRSI Sumut berencana akan menggelar pelatihan pelatih renang se-Sumatera di Kota Medan.
Pengprov PRSI Sumut sendiri bertekad mengembangkan olahraga renang di Tahun 2011 ini, dengan melantik Pengcab PRSI di kota/kabupaten. "Kita juga menggalakkan agar kabupaten/kota secepatnya berpacu untuk membangun kolam renang," paparnya.

Lebih Sukses
Sementara, Igor dalam perbincangan dipandu Ketua Harian Rudi Rinaldi, menyatakan siap untuk menjadikan perenang Sumut lebih sukses.
Setelah 10 hari di Medan, ia menilai perenang Sumut cukup potensial.

Seleksi
Sedangkan, Ketua Harian PRSI Sumut Rudi Rinaldi menambahkan, PRSI Sumut dalam waktu dekat ini akan menggelar seleksi untuk menjaring atlet yang akan dilatih Igor.
Tidak hanya itu, untuk mempopulerkan olahraga Aquatik, PRSI Sumut akan menggelar eksebisi polo air di hadapan para pelajar SMP dan SMA di Medan.
Eksebisi akan digelar di Kolam Renang Selayang, Jumat (11/2) mulai pukul 16.00 WIB. "Eksebisi ini untuk menjaring bibit-bibit polo air dari kalangan pelajar," ucap Rudi. ((analisa medan/mp)