Senin, 18 April 2011

Jatim Tuan Rumah Pra-PON Renang

MAJALAH RENANG INDONESIA – Kejurnas Renang sekaligus Prakualifikasi PON 2012 tahap kedua dipastikan akan terselenggara di Surabaya, Jawa Timur. Penunjukan ini lantaran Jatim dinilai PB Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI), memiliki sarana yang kompatible dalam menggelar even nasional dan perebutan tiket PON Riau itu.
Menurut Ketua Harian (demisioner) Pengprov PRSI Jatim, Herlambang Wijaya, penunjukkan Jatim sebagai tuan rumah sudah melalui surat keputusan (SK) dari PB PRSI. “Tinggal kami harus segera bersiap-siap menggelar sekaligus menghadapi even itu,” katanya saat dihubungi, Minggu (16/4).
Kejurnas Renang dan Pra-PON 2012 semula diperebutkan beberapa provinsi, tapi Jatim yang dipilih lantaran memiliki keunggulan kolam renang berstandar internasional. Herlambang menyatakan, even ini dapat dipastikan akan diikuti semua perenang se-Indonesia. Rencananya akan digelar 14-16 Mei di Kolam Renang KONI Jatim, Jl Kertajaya Indah.
“Daerah yang tidak tampil dalam even ini akan merugi, karena even ini merupakan even untuk memperbutkan tiket tampil di PON 2012. Memang ada beberapa Pra-PON, masuk prakualifikasi pertama di Semarang bersamaan dengan KRAPSI pada 2010 lalu,” ujar dia.
Ditambahkan, masih ada beberapa even lagi yang sekaligus menjadi ajang Pra-PON. Even itu adalah Indonesia Open (Pra-PON ketiga), sekitar Agustus, dan KRAPSI (Pra-PON keempat) pada Desember 2011. Sedangkan Kejurnas 2011 di Surabaya nanti sebagai Pra-PON kedua.
Herlambang yang terpilih sebagai salah satu formatur dalam Musorprov PRSI Jatim 2011, menambahkan, Kejurnas/Pra-PON harus dimanfaatkan sebaik mungkin bagi perenang-perenang Jatim untuk bisa lolos maksimal. “Kuota kita dari KONI 20 atlet, jadi ya ke-20 atlet itu harus lolos semua ke PON Riau,” lanjut dia.
Pada PON 2008/Kaltim, Jatim mampu merebut 16 medali emas dari 40 nomor yang diperebutkan. Namun pada PON 2012 mendatang, nomornya susut menjadi 32 nomor dan Jatim ditargetkan minimal mampu merebut tujuh medali emas. “Itu target minimal, ya tentunya harus bisa lebih. Kita di Kaltim dulu juga targetnya tujuh, tapi bisa menembus 16 emas,” kata Herlambang.
Dengan pemangkasan nomor tentu merugikan bagi Jatim, termasuk beberapa nomor yang
menjadi andalan provinsi ini seperti 50 m gaya dada dan 50 m gaya punggung. Namun dengan adanya beberapa perenang yang mulai menguasai nomor lain, diharapkan mampu menembus target minimal yang diharapkan. (m21/surabaya post)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar