Rabu, 21 Mei 2014

Kejurnas 2014: Kejurnas Renang Kelompok Umur Ajang Uji coba Atlet Pelatnas

 JAKARTA, RENANG  - Ajang kejurnas renangkelompok umur yang bakal digelar pada 22-24 Mei ini di Stadion Renang Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, akan dijadikan ajang uji coba atlet pelatnas renang proyeksi Asian Games 2014.

Menurut pelatih renang nasional, Albert C. Sutanto, selain sebagai ajang melahirkan bibit muda ajang tersebut juga dijadikan ajang evaluasi para atlet pelatnas.

“Tentu pada Kejurnas nanti, kami akan terapkan sistem promosi dan degradasi. Jika pada Kejurnas nanti, terdapat pemain non pelatnas yang tampil lebih baik tentu dia akan masuk ke pelatnas. Performa atlet pelatnas masih akan terus dipantau di kejuaraan ini. Jika masih ada performa atlet yang tidak stabil berarti ada program latihan yang harus dibenahi agar performa mereka bisa menanjak terus hingga Asian Games nanti,“ ujar Albert.

Lebih lanjut Alber mengatakan bahwa hingga saat ini atlet pelatnas telah menjalani dua kali uji coba masing-masing mengikuti kejuaraan renang di Singapura dan Malaysia. Dari dua ajang uji coba tersebut, perenang pelatnas telah menunjukkan tren yang terus membaik dari segi catatan waktu.

Namun ada beberapa perenang yang  belum mampu memperlihatkan grafik performa meningkat. Salah satunya adalah Glenn Victor Sutanto yang saat Malaysia Terbuka yang absen lantaran sakit.


"Dua perenang tambahan dalam pelatnas Asian Games, Dennis Joshua Tiwa dan Alexis Wijaya Ohmar yang menggantikan Indra Gunawan dilarang bertanding karena kasus doping, juga belum memiliki catatan waktu. Kami berharap mereka bisa menunjukkan peningkatan performanya di kejuaraan nasional ini," ujar Albert. (TRIBUNNEWS.COM)

Minggu, 18 Mei 2014

PRSI kurang dukung atlet pelatnas Asian Games


Jakarta, RENANG - Pelatih renang nasional Albert Christiadi Sutanto menilai Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) kurang mendukung atlet renang pelatnas Asian Games 2014.

"Dukungan PB terhadap atlet pelatnas belum maksimal," katanya saat dihubungi di Jakarta, Sabtu, terkait hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PRSI yang berlangsung pada 16-17 Mei 2014.

Menurut dia, kurangnya dukungan terlihat dari pelaksanaan uji coba yang seharusnya dibantu pendanaan PB PRSI, tetapi malah dibiayai pelatih dan atlet sendiri seperti saat di Malaysia beberapa waktu lalu.

Dari lima uji coba yang diusulkan kepada Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), hanya dua yang dikabulkan.

"Satu di Singapura, sudah diambil dan satu lagi rencananya bakal di Hongkong pada akhir Juli atau awal Agustus 2014," katanya.

Albert menambahkan, untuk menghadapi ajang sekelas Asian Games, tidak cukup hanya dengan dua kali uji coba.

"Kurang dong, harusnya lima atau enam kali karena uji coba merupakan salah satu evaluasi kemampuan para atlet. Tanpa bertanding, kami tidak mengetahui kemampuan atlet sampai dimana. Bila hanya berlatih saja, tidak ada tolak ukurnya bagi kami," katanya.

Menurut dia, sampai saat ini dukungan PB PRSI dan Satlak Prima masih dirasakan "setengah hati" terhadap cabang renang.

"Dukungan Kemenpora lewat Prima itu sangat minim, hanya akomodasi dan uji coba saja, sementara untuk berlatih kan tidak hanya akomodasi, tapi atlet perlu fasilitas, seperti latihan beban, uang transportasi itu harus disediakan," katanya.

Ia pun berharap banyak program kerja yang bisa dilaksanakan PB PRSI pasca-Mukernas 2014, sehingga bisa lebih baik dibandingkan 2013 yang minim agenda kegiatan terlaksana. (ANTARA News)

Minggu, 11 Mei 2014

Malaysia Open 2014: Triady Tambah 2 Emas, Siman Satu

BUKIT JALIL, RENANG - Tim Indonesia akhirnya  menepati peringkat dua di bawah tuan rumah Malaysia di kejuaraan renang Malaysia Terbuka (MILO/PRAM Malaysia Open Swimming Championship 2014) yang berkahir Minggu (11/05/2014).

Tim Indonesia yang terdiri dari gabunagn atlet pelatnas Asian GAmes, SEA Games, Olympic Youth Games mau pun Pelatda PON ini mengumpulkan 16 emas,  9 perakd an 8 perunggu. Sementara para perenang Malaysia mengumpulkan 16 emas, 19 perak dan 14 perunggu.

Sementara para atlet renang Singapura berara di urutan tiga dengan  2 emas, 6 perak dan 8 perunggu.

Kejuaraan renang Malaysia Terbuka ini diikuti 9 negara yaitu Malaysia, Indonesia, SIngapura, Hong Kong, Hungaria, Filipina, Macao, India dan Sri Lanka.

Di hari terkahir, Minggu, Indonesia menambah tiga medali emas melalui I Gde Siman Sudartawa di nomor 200 punggung dnegna catatan waktu 2:03.49; 2 emas dari Triady Fauzi yaitu 50 meter bebas dengan 23.51 detik dan 100 kupu-kupu dengan 53.89 detik.

Traidy Fauzi juga memastikan diri lolos kualifikasi untuk mengikuti Kejauraan Dunia di Kazan Rusia pada 2015."Alhamdulillah, lolos," kata AJi melalui pesan singkat.  (Kompas.com)

Siman dan Triady Dulang Emas Lagi

BUKIT JALIL, RENANG - Dua atlet renang utama Indonesia, I Gde Siman Sudartawa dan Triady Fauzi kembali meraih medali emas di ajang Malaysia Terbuka (MILO/PRAM Malaysia Open Swimming Championship 2014), Sabtu (10/05/2014).

Di hari ketiga lomba yang berlangsung di kolam renang Bukit Jalil Malaysia ini, Siman merebut medali emas di nomor 100 meter gaya punggung dengan catatan waktu 55:86 detik. Sementara Triady atau Aji merebut medali emas di nomor 50 meter gaya kupu-kupu dengan torehan waktu 24.67 detik.

Di hari kedua lomba, Jumat (09/05/2014), Siman mencatat rekornas baru di nomor 50 meter gaya punggung yaitu 25.53 detik, memperbaiki rekor sebelumnya 25.62 detik. Catatan waktu itu juga membuat Siman lolos limit ke kejuaraan dunia di Kazan, Rusia pada 2015.

Di hari ketiga, Indonesia merebut lima medali emas. Menuurt pelatih Albert C. Sutanto, selain emas dari Siman dan Triady, emas juga dihasilkan Idham Dasuki di nomor 200 meter gaya dada, serta tim estafet 4x100 meter gaya bebas putera dan puteri.

Medali perak diraih Raina Saumi G di 400 meter gaya bebas dan Ricky Anggawijaya di 100 meter gaya punggung. Sementara medali perunggu diraih Monaliza di nomor 400 meter gaya bebas.


Hingga hari ketiga, tim Indonesia yang terdiri dari atlet-atlet pelatnas Asian Games, SEA Games, Youth Olympic Games serta Pelatda telah mendapatkan 13 medali emas, 8 perak dan 5 perunggu. (Kompas.com)

Sabtu, 10 Mei 2014

Siman dan Triady Pertajam Rekornas di Bukit Jalil

BUKIT JALIL, RENANG -  Para atlet renang Indonesia mampu memecahkan beberapa rekor nasional di hari kedua perlombaan 57th MILO/RAM Malaysia Open Swimming Championship 2014 di kolam renang Bukit Jalil, Malaysia, Jumat (09/05/2014).

Dua rekornas diciptakan oleh dua perenang utama Indonesia yaitu I Gde Siman Sudartawa di nomor 50 meter gaya punggung yang berhasil menorehkan catatan waktu 25:53 detik dan perenahg terbaik 2013, Triady Fauzi yang menciptakan rekornas baru di 200 meter gaya ganti dengan catatan waktu 2:04.20 detik. Keduanya mempertajam rekornas atas nama mereka sendiri.

Satu rekornas lainnya diciptakan oleh perenang puteri asal Jatim, Janice Tandiono yang memecahkan rekornas  50 meter gaya dada atas nama Margaretha Kreta P dengan torehan waktu 33:41 detik. Namun Janice gagal memperoleh medali karena hanya menempati peringkat empat di final.

Menurut pelatih Albert C. Sutanto yang menyertai para atlet, hari ini tim Indonesia berhasil meraih empat medali emas melalui Gde Siman, Triady Fauzi serta  nomor estafet 200 meter gaya bebas putera dan puteri.

Perolehan ini ditambah medali perak dari Ressa Kania Dewi di 200 meter gaya bebas dan 200 meter gaya ganti serta AA Kania Ratih di 50 meter gaya punggung. Sementara medali perunggu di rebut Sagita di 200 meter gaya bebas puteri dan Muh Hamgari di 200 meter gaya ganti putera.

Dengan hasil ini, tim Indonesia telah memperoleh 8 medali emas, 6 perak dan 4 perunggu. (KOmpas.com)

Atlet-atlet Nasional Ramai-ramai Uji Coba di Malaysia Terbuka

JAKARTA, RENANG — Para atlet renang nasional Indonesia melakukan uji coba pada ajang 57th Malaysian Open Swimming Championships yang akan berlangsung di kolam renang Bukit Jalil, Kuala Lumpur, 8-11 Mei 2014.

Para atlet renang yang akan ikut, termasuk yang tergabung di Pelatnas Asian Games Incheon seperti I Gde Siman Sudartawa, Triady Fauzi Sidiq, dan Ricky Anggawijaya. Juga para atlet pelatnas SEA Games Singapura 2015 seperti Alexis Wijaya Ohmar, Ressa Kania Dewi, Raina Saumi, dan Patricia Yosita Hapsari.

Menurut pelatih nasional Albert C Sutanto, ajang 57th Malaysia Open Swimming Championships ini penting karena termasuk dalam ajang kualifikasi atau seleksi untuk mengikuti FINA World Championship di Kazan, Rusia, pada 2015 serta 2nd Youth Olympic Games di Nanjing, Agustus 2014.

"Ajang ini memang diakui FINA sebagai ajang seleksi atau kualifikasi untuk lolos ke dua event di atas. Dengan kolam yang bagus maupun lawan atau sparring yang bagus, kita berharap anak-anak dapat mencapai hasil maksimal," kata Albert, sebelum berangkat bersama tim di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (6/5/2014).

Menurut Albert pula, untuk 2nd Youth Olympic Games saat ini baru ada dua nama atlet renang yang lolos limit A (otomatis lolos), yaitu Ricky Anggawijaya dan Monaliza dari Jawa Barat. "Beberapa atlet lainnya sudah lolos limit B. Tetapi untuk amannya mereka harus lolos limit A," kata Albert lagi.

Para atlet renang yang tergabung dalam tim Youth Olympic Games di Nanjing memang ingin memanfaatkan ajang ini untuk lolos ke Nanjing, seperti atlet renang Mustaghfirin yang ikut di nomor 50, 100, dan 200 meter gaya bebas. "Masih selisih dua detik untuk lolos di limit A di nomor 100 meter gaya bebas. Berat, tetapi saya harus coba," kata atlet asal Jawa Tengah ini.

Sementara itu, dua atlet DKI, Adityastha Rai Wratsangka dan Ilham Achmad, juga mencoba menembus limit A Youth Olympic Games di nomor masing-masing. Adityastha di gaya punggung, sementara Ilham di gaya dada.

Menurut Albert, ajang 57th Malaysian Open Swimming Championships bukan ajang kualifikasi terakhir menuju Youth Olympic Games. "Ajang kualifikasi terakhir itu di ASEAN Age Group di Singapura pada Juni mendatang. Tetapi untuk lolos ke sana, para atlet muda ini harus lolos limit di Kejuaraan nasional yang akan berlangsung akhir Mei," lanjut Albert. (Kompas.com)

Senin, 28 April 2014

Triady dan Lindswell Atlet Terbaik


JAKARTA, RENANG - Atlet renang pemenang dua emas, satu perak, dan pemecah rekor Asia Tenggara nomor 100 meter gaya bebas di SEA Games 2013, Triady Fauzi Sidiq dinobatkan sebagai Atlet Putra terbaik.

Sementara di bagian puteri, atlet wushu Lindswell Kwok menjadi Atlet Putri Terbaik usai meraih sukses sebagai atlet wushu yang memenangi satu emas SEAG 2013, satu emas Kejuaraan Dunia 2013, dan World Games 2013.

Anugerah ini diberikan dalam acara Anugerah Olah Raga Indonesia (AORI) di Palmerah, jakarta, Senin (28/04/2014).

BOLA menyelenggarakan Anugerah Olah Raga Indonesia (AORI) sejak 1989 sejak masih dipimpin wartawan olah raga senior Sumohadi Marsis. Itu berarti AORI 2013 adalah edisi ke-24

Di AORI 2013 ada tujuh kategori penghargaan yang diberikan kepada tujuh pemenang. Yaitu Atlet Putra Terbaik, Atlet Putri Terbaik, Tim Terbaik, Pelatih Terbaik, Atlet terbaik, Atlet Favorit, Tim Favorit, dan Lifetime Achievement.

Timnas U-19 memborong tiga penghargaan setelah Indra Sjafri menjadi Pelatih Terbaik, Evan Dimas sebagai Atlet Favorit, dan timnas U-19 terpilih sebagai Tim Terbaik 2013. Tim Favorit dimenangi M88 Aspac dan Lifetime Achievement diberikan kepada Sugih Hendarto. (Kompas.com)