Selasa, 31 Juli 2012

Rekor Renang Pecah di Olimpiade London 2012


Ye Shiwen

London – RENANG INDONESIA -Satu rekor baru terpecahkan di ajang Olimpiade London 2012 melalui cabang renang. Perenang Ye Shiwen memecahkan rekor di nomor 400 meter Gaya Ganti Putri dan merebut medali emas.

Sebuah kejutan terjadi pada nomor 400 meter gaya bebas putra. Atlet China, Sun Yang mengukir waktu tercepat 3:40:07. Catatan waktu itu merupakan rekor baru yang dipecahkan dari rekor sebelumnya 3:40:59. Sun juga menjadi atlet putra China pertama yang berhasil meraih medali emas di cabang renang.

Satu lagi hasil fantastis ditorehkan perenang dari China di nomor 400 meter gaya ganti individual putri. Ye Shiwen (16) berhasil memecahkan rekor dunia milik perenang Australia Stephanie Rice dengan 4:29:45, atau satu detik lebih cepat. Ia pun berhak menerima medali emas.

Sementara itu di nomor Putra, unggulan Michael Phelps harus puas berada di posisi keempat. Atlet asal Amerika Serikat itu kalah cepat dari rekan senegaranya, Ryan Lochte, yang keluar sebagai pemenang dalam lomba renang nomor 400 meter gaya ganti individual putra. Phelps harus kecewa tanpa medali karena finis keempat
[INILAH.COM]

Ye Shiwen Berenang Secepat Ryan Lochte


Ye Shiwen

London: RENANG INDONESIA-Luar biasa. Atlet remaja China, Ye Shiwen, memecahkan rekor dunia sekaligus menyabet medali emas di nomor renang 400 meter tunggal putri. Ye mengalahkan juara asal Amerika Serikat Elizabeth Beisel.

Kehebatan Ye tak berhenti sampai di situ. Penonton takjub menyaksikan Ye, karena kecepatannya hampir menyamai perenang pria Ryan Lochte. Hal ini menimbulkan kecurigaan.

"Ini semua berkat latihan dan kerja keras. Saya tidak pernah menggunakan obat terlarang. Kami warga China selalu tampil bersih," tutur Ye pada China News Service seperti dilansirReuters.co.uk, Senin (30/7).

"Saya tidak keberatan dicurigai seperti itu. China memiliki kebijakan anti-doping ketat," tambahnya.

China sempat menjadi negara yang mendominasi dunia renang. Dominasi mereka tak berlangsung lama, setelah terjadinya serentetan kasus doping atlet beberapa tahun silam.

Di tahun 1994, China memenangkan 12 dari 16 nomor renang putri di kejuaraan dunia di Roma. Kejayaan ini ternoda sebulan kemudian, saat tujuh perenang China dinyatakan positif memakai doping di ajang Asian Games di Hiroshima, Jepang.( Metrotvnews.com,)

Ye Shiwen tepis doping


London –RENANG INDONESIA - Perenang muda asal China Ye Shiwen menepis isu yang menuduh dirinya memakai doping (obat penambah stamina) setelah media massa Inggris mencurigai pemecahan rekor Ye lpada Olimpiade 2012.

Ye memang mematahkan rekor Stephanie Rice pada pertandingan renang medley (renang dengan berbagai gaya) 400 meter individual. Tak hanya itu, Ye juga membuat rekor dengan mengarungi lap terakhir bahkan lebih cepat dari peraih emas di nomor renang putra asal Amreika, Ryan Lochte dan Michael Phelps.

"Gila. Maksud saya, tentu saja saya tidak melihatnya, saya jauh berada di belakangnya, jadi saya tidak melihatnya. Tapi ketika ia memutar (berbalik) itu di luar kontrol, bahkan saya rasa ia lebih cepat dari semua orang, tapi tidak lebih cepat dari Phelps," komentar Rice.

Dengan rekor tersebut, Ye juga mengalahkan rekor waktu yang ia buat saat kejuaraan dunia tahun lalu, yakni lebih cepat tujuh detik.

Tak hanya itu, Ye juga menunjukkan kecepatannya pada nomor 200 meter medley. Waktu Ye lebih cepat dua setengah detik dari seluruh waktu yang ditempuh atlet renang lainnya sepanjang tahun ini.

Namun perenang muda asal Zhejiang, China yang memulai karier sebagai atlet profesional dengan memenangi gelar juara dunia pada nomor 200 meter medley tersebut mengungkapkan ia tidak memakai doping.

"Tidak ada masalah dengan doping. Tim China punya peraturan tegas soal itu, jadi sebenarnya tidak ada masalah," ungkap Ye.

Ye menjadi buah bibir setelah salah satu harian terkemuka Inggris menyudutkan penampilan cemerlangnya. Harian tersebut bahkan merujuk pada penyediaan doping oleh pemerintah yang pernah dilakukan China pada 1980-an dan 1990-an.

"Rekor waktu Ye dalam nomor bebas hampir tak bisa dipercaya," tulis The Times dalam berita utama mereka. Dalam berita tersebut The Times juga menulis soal Li Zhesi, atlet China yang berusia 16 tahun. Li gagal tampil pada olimpiade karena terbukti mengonsumsi obat pemacu aliran darah EPO. Dan Li adalah teman berlatih Ye.

"Dunia renang di China punya sejarah memalukan terkait doping, dan pencapaian apapun yang didapat oleh atlet mereka sangat dekat dengan kritik dan sinisme," tulis Daily Telegraph, seperti dikutip dari AFP. (ANTARA News)

Renang-Michael Phelps Tak Lagi Fenomenal


LONDON – RENANG INDONESIA - Perenang asal Amerika Serikat Michael Phelps belum mampu menunjukkan penampilan terbaiknya.Pada dua nomor yang diikutinya sampai hari kedua cabang renang Olimpiade 2012 London,Minggu (28/7),dia gagal mempersembahkan medali emas bagi negerinya. 

Pada nomor 400 meter gaya ganti perseorangan putra misalnya,Phelps,27,harus puas di tempat keempat dengan catatan waktu 4 menit 09,28 detik.Padahal,empat tahun lalu, dialah yang merebut medali emas, sekaligus mencatatkan rekor dunia dan rekor Olimpiade dengan waktu 4:03,84. Hasil ini memang sangat ironis bagi Phelps.

Apalagi,nomor tersebut merupakan nomor spesialisasinya.Terbukti,dia menguasai nomor itu di dua Olimpiade: 2004 Athena dan 2008 Beijing.Termasuk,menjadi juara di beberapa kejuaraan dunia seperti 2003 Barcelona dan 2007 Melbourne.Bahkan,dia kerap mencatatkan rekor dunia pada nomor tersebut,termasuk pada 2008 Beijing.

Namun,semuanya berakhir kini.Phelps bukan cuma gagal merebut emas,juga tak bisa menyumbangkan medali pada nomor ini.Kali ini,dia harus mengakui kelebihan rekan senegaranya, Ryan Lochte,yang menjadi terbaik di nomor tersebut dengan catatan waktu 4:05,18.Namun,hasil itu belum melewati rekor Olimpiade milik Phelps.

“Ini membuat saya frustrasi.Itu yang bisa saya katakan dengan kegagalan ini,”kata Phelps, dilansir newsday.“Bagi saya,hasil ini cukup menjengkelkan.Namun,saya harus akui pertarungan ini memang sulit.Saya mendapatkan perlawanan yang cukup berat, termasuk rekan saya,Lochte, ”tutur peraih 14 medali emas di dua Olimpiade tersebut, Athena dan Beijing. Yang menarik, kegagalan Phelps bukan hanya di nomor individu,juga tim.

Terbukti, pada nomor 4 x 10 meter gaya bebas putra,dia dan rekan-rekannya hanya mampu menempati posisi runner-up.Mereka hanya mampu mencatatkan waktu 3:10.38.Mereka harus mengakui keunggulan tim Prancis yang menorehkan waktu 3:09.93.Padahal,seperti halnya nomor 400 meter ganti perseorangan, dia biasanya mampu memimpin rekanrekannya meraih medali emas,baik saat tampil di Olimpiade 2008 Beijing maupun kejuaraankejuaraan dunia renang lain.

“Saya tentu kecewa gagal mempersembahkan medali emas pada dua hari penyelenggaraan cabang olahraga renang, Namun,setidaknya saya cukup senang bisa mendapatkan medali perak,”ujar Phelps,yang kini mengoleksi total 17 medali di Olimpiade.“Kami ingin berada di puncak.Tapi, Yannick Agnel––tim Prancis––merupakan perenang yang sangat baik sepanjang tahun.Meski kami memiliki empat perenang tercepat, pelatih mungkin memiliki pandangan terbaik untuk para perenangnya,”ujarnya.

raikhul amar
_Yang jelas,dua kegagalan emas ini menjadi pelajaran berharga bagi Phelps.Tentunya, dia bertekad tak akan mengulang kesalahan demi meraih prestasi terbaik pada Olimpiade kali ini. Apalagi,dia masih memiliki lima nomor lagi untuk meraih medali emas,yaitu 100 meter kupu-kupu, 200 meter kupu-kupu,200 meter ganti perseorangan,4 ? 200 meter gaya bebas estafet,4?100 meter gaya ganti estafet.Bahkan, empat tahun lalu kelima nomor itu bisa diraihnya dengan medali emas.Alhasil,ini menjadi kesempatan membuktikan performanya dengan mengulang prestasi terbaik.(Inilah.com)

OLIMPIADE LONDON 2012: YANNICK AGNEL, Bintang Kolam Renang


LONDON: RENANG INDONESIA - Sehari setelah ikut menghancurkan impian Michael Phelps dkk pada 4x100m gaya bebas estafet putra, perenang Yannick Agnel kembali menembus para bintang renang dunia guna menjuarai final nomor 200m gaya bebas putra.

Agnel memenangkan emas ketiga Prancis dari kolam renang Olimpiade London dengan mencatat waktu terbaik 1 menit 43,14 detik, menyisihkan dua raksasa dari Asia, Park Tae-Hwan wakil Korea Selatan dan Sun Yang dari China yang berbagi medali perak karena sama-sama mencatat waktu 1:44.93.

Juara Dunia Ryan Lochte yang menjuarai 400m gaya ganti perseorangan putra menempati posisi empat, sedangkan pemegang rekor dunia Paul Biedermann dari Jerman finish di urutan lima.

Ini adalah kali kedua Agnel mengungguli bintang US Lochte, yang menjadi andalan tim gaya bebas 4x100m AS hari Minggu lalu ketika perenang Prancis ini melewatinya pada 50 meter putaran akhir untuk mempersembahkan emas bagi negaranya.

Ini membalas kekalahan tipis Prancis dari para perenang AS pada nomor yang sama empat tahun lalu di Beijing.

Sun, yang memegang rekor dunia 1.500m yang kurang berpengalaman pada nomor 200m, menambahkan perak pada emas yang diraihnya dari nomor 400m gaya bebas putra.

Park sama-sama mendapat perak karena mencatat waktu sama dengan Sun.  (bisnisindonesia)

Lochte Kembali Dipecundangi Agnel


Ryan Lochte

LONDON, RENANG INDONESIA - Untuk kedua kalinya, bintang kolam renang Amerika Serikat, Ryan Lochte, dipecundangi perenang muda Perancis Yannick Agnel (20). Agnel meraih medali emas nomor 200 meter gaya bebas putra di Aquatics Centre, London, Senin (30/7/2012) malam waktu setempat.
Agnel menyelesaikan lomba dalam waktu 1 menit 43,14 detik, jauh mengungguli Lochte yang hanya menempati urutan keempat. Medali perak nomor ini diraih dua perenang Asia, yaitu Park Tae-Hwan (Korea Selatan) dan Sun Yang (China), yang sama-sama mencatatkan waktu 1 menit 44,93 detik.
"Saya tidak menduga bisa membuat waktu seperti itu," kata Agnel, yang menentukan kemenangan Perancis di nomor estafet 4x100 meter gaya bebas, juga setelah mengungguli Lochte sebagai perenang terakhir.
Atas kemenangannya itu, Agnel mendapat ucapan selamat dari Presiden Perancis Francois Hollande, langsung di pinggir kolam.
"Saya memang punya rencana di kepala saya, tetapi hasil ini melampaui harapan saya. Saya memang harus unggul di 100 meter pertama dan mempertahankannya di sisa jarak," tutur Agnel, bercerita strateginya.
Lochte, yang dua kali ditaklukkan Agnel, hanya berkomentar bahwa rivalnya itu adalah perenang hebat. Dalam lomba tersebut, Lochte sebenarnya sempat berada di posisi kedua, namun terkejar Park dan Sun dalam 50 meter terakhir (KOMPAS.com)

OLIMPIADE LONDON 2012: Remaja Lithuania 15 Tahun Persembahkan Emas Olimpiade


LONDON: RENANG INDONESIA - Perenang muda yang masih berusia 15 tahun asal Lithuania Ruta Meilutyte berhasil menyingkirkan juara dunia asal Amerika Serikat (AS) dan meraih medali emas pada final renang nomor 100 meter gaya punggung, Olimpiade 2012 London.

Meilutyte memimpin di depan Soni dengan selang waktu 1 menit 05,47 detik. Kemenangan atlet renang yang masih bersekolah ini sekaligus menjadi medali emas dari cabang olahraga renang pertama bagi Lithuania, setelah lepas dari Uni Soviet.

Meilutyte yang mengandalkan tambahan kecepatan dari tolakan pertama membuatnya memimpin di depan Soni, yang mengakhiri pertandingan dengan putus asa. Sementara itu, atlet renang asal Jepang Satomi Suzuki menempati tempat ketiga.

Meilutyte yang berlatih di Inggris, tepatnya di Plymouth College, bertanding pada olimpiade dan mencetak waktu terbaik, yakni satu menit 07,20 detik dan mampu meningkatkan waktu tersebut menjadi satu menit 07,30 detik hingga akhirnya berhasil menjadi juara olimpiade.

"Saya sudah tahu akan mengalami penurunan pada lima meter terakhir, dan saya pada waktu itu berharap punya lima meter lagi, tapi secara keseluruhan ini adalah pertandingan yang bagus," ungkap Soni.

Awal pertandingan final tersebut sempat ditunda akibat kesalahan teknis yang dilakukan perenang AS Breeja Larson yang terjun ke kolam renang lebih cepat.

"Pada awal pertandingan sangat menarik, kami ditempatkan pada posisi yang sama. Tapi saya kasihan kepada Breeja yang terlalu cepat terjun. Dan memang begitulah seharusnya," tambah Soni. Larson sempat takut akan didiskualifikasi akibat terlau cepat.

"Saya takut didiskualifikasi. Saya terjun ke arena dan jantung saya seakan ikut tenggelam. saya sebenarnya sudah siap, dan ini hanya reaksi perenang yang sudah sangat siap bertanding. Tapi tidak ada yang terjun, hingga saya kembali ke atas, saya lega mereka tidak meneruskan pertandingan," aku Larson seperti dikutip AFP.

Perenang Australia peraih tiga emas dan juara bertahan Leisel Jones hanya mampu menempati posisi kelima.
(Antara/faa)

Rekor Dunia Van der Burgh Akhiri Dahaga Medali


LONDON, RENANG INDONESIA - Perenang Afrika Selatan, Cameron Van der Burgh, berjuang mengendalikan emosinya. Dia bahkan tidak percaya akan kecepatannya di nomor 100 meter gaya dada yang berhasil memecahkan rekor dunia, sekaligus menyumbangkan emas pertama bagi negaranya di Olimpiade 2012.

Perenang berusia 24 tahun ini menjadi atlet putra pertama dari Afrika Selatan yang meraih emas Olimpiade di nomor renang perorangan, setelah kecepatannya meninggalkan juara Kosuke Kitajima dan pemegang rekor sebelumnya Brenton Rickard.

Ia mencetak rekor waktu dunia 58.46 detik, Minggu (29/7/2012), mengalahkan rekor Brenton Rickard 58.58 detik pada 2009. Itu juga memecahkan rekor waktu 58.83 detik yang ia ciptakan sendiri pada semifinal Olimpiade, Sabtu (28/7).

"Tadi malam, ketika saya datang, saya berkata pada diri saya sendiri, ’seseorang dapat mengubah bintangnya, Anda dapat menulis takdir Anda sendiri malam ini’. Saya memiliki kesempatan dan saya mengambilnya," kata Burgh.

Burgh kemudian berkata sambil memandang ke atas langit, mengenang saingannya dari Norwegia dan juara dunia Alexander Dale Oen yang meninggal awal tahun ini karena serangan jantung.

"Saya tahu ia mungkin akan menertawakan saya, berpikir ’bagaimana kamu bisa mendapatkan waktu itu?’" katanya menambahkan.

Kemenangan Burgh mengakhiri kekeringan medali pada cabang renang Afrika Selatan, setelah tim gagal meraih satu medali pun di Olimpiade 2008, suatu kekecewaan setelah "empat perenang mengagumkan" meraih emas di nomor 4x100 estafet gaya bebas di Olimpiade Athena menyusul medali perak dan perunggu di nomor perorangan dari Roland Schoeman.

Selebriti langka

Di Afrika Selatan, negara penggila rugby, kriket, dan sepak bola, Burgh tidak begitu terkenal sebagai perenang layaknya selebriti. Tidak seperti perenang internasional kelas atas, ia harus menahan godaan untuk berlatih di AS dan akhirnya berlatih di kolam renang 25m di gelanggang olahraga lokal.

Tetapi ia berlatih keras, berenang di kolam ukuran pertandingan Olimpiade dan memperbaiki nutrisi gizinya dalam persiapan menuju Olimpiade 2012. Dia berlatih di bawah pengawasan pelatih Jerman Dirk Lange dan Ryk Neethling, perenang senior dan perenang Afrika Selatan pertama yang sukses di empat Olimpiade.

"Ini baik untuk olahraga (di Afrika Selatan) tetapi kami memiliki pekerjaan rumah yang sangat besar, kami sama sekali belum memiliki kolam renang, jadi ada pekerjaan yang harus dikerjakan," kata Neethling kepada Reuters.

"Kami harap kesempatan ini dapat dimanfaatkan. Kami tidak memanfaatkan kemenangan di Athena, jadi kami harap kami dapat melakukannya kali ini," katanya menambahkan.

Dalam pertandingan tersebut, Burgh mendapat dukungan dari ibunya yang duduk di tribun pinggir kolam renang. Ia sangat terharu ketika melihat Burgh berdiri di podium.

"Saya tidak peduli dengan rekor dunia. Satu kali Anda menjadi juara Olimpiade maka Anda bergabung dengan kelompok itu, dan mereka tidak bisa mengambilnya kembali dari Anda. Suatu hari saya bisa bercerita pada anak-anak saya ketika mereka menyaksikan Olimpiade bahwa saya pernah menjuarainya," kata Burgh.

"Satu emas tentu sudah lebih baik ketimbang Olimpiade Beijing. Jika kami bisa terus seperti ini, tentu akan lebih baik," katanya menambahkan.

Burgh memiliki peluang untuk meraih emas tambahan di nomor 4x100m estafet gaya ganti minggu ini. (Kompas.com)

Day 3 Review: Teenage star Meilutyte claims gold


Ruta Meilutyte has become Olympic Games champion at the age of 15 by claiming Lithuania's first Swimming medal with victory in the 100m Breaststroke.

RENANG INDONESIA - The teenager made her intentions clear throughout the rounds, setting a new European record in the heats, and was fastest into the final.
Meilutyte led from start to finish and held off a fast-finishing Rebecca Soni, the Beijing silver medallist, to win in 1:05.55.
While the youngster's achievement was the highlight of the night for the crowd, who were clearly moved by what she had done, it was a thrilling night at the Aquatics Centre.
Yannick Agnel won his second, and France's third, gold in 24 hours when he led from start to finish to take the 200m Freestyle title in 1:43.14, the fastest ever in a textile suit.
Talking about France's success in the pool this week, Agnel said 'We are very pleased because it is a reward for several years of very hard work. It's pure happiness.'
Beijing silver medallist Park Tae Hwan and 400m Freestyle champion Sun Yang shared second, with world champion Ryan Lochte locked out in fourth.
Teenager Missy Franklin won her first individual medal when she took the 100m Backstroke title in 58.33, with her fellow American Matt Grevers setting a new Olympic record of 52.16 in the men's equivalent.
Asked about her win, Franklin said 'It's incredible. I dreamt about it all my life and I can't believe it happened at 17 (years old). I cannot put it into words, it's incredible. I still feel like I am in a dream and someone has to pinch me.'

Meilutyte on top of the world



RENANG INDONESIA - Teenage star Ruta Meilutyte claimed a sensational gold medal for Lithuania in the women's 100m Breaststroke tonight.

The 15-year-old led from start to finish to touch in 1:05.47 as she held off a fast-finishing Rebecca Soni, the Beijing silver medallist. Japan's Satomi Suzuki claimed the bronze.
An emotional Meilutyte told BBC Sport afterwards: 'I can't believe it. It's too much for me.'
Meanwhile, USA's Matt Grevers set a new Games record as he claimed gold in the men's 100m Backstroke.
Grevers clocked 52.16, with compatriot Nick Thoman (52.92) claiming the silver and Japan's Ryosuke Irie (52.97) bronze.

Second gold for Agnel



RENANG INDONESIA - Frenchman Yannick Agnel won the 200m Freestyle to claim his second Olympic Games title in 24 hours

Agnel, just 20, anchored the French sprint Freestyle Relay squad to victory over the USA last night when he overhauled Ryan Lochte in the final 10m.
Tonight he led from the start and enjoyed a dominant victory in 1:43.14, with Beijing silver medallist Park Tae Hwan and 400m Freestyle champion Sun Yang sharing silver while world champion Lochte was locked out of the medals in fourth.
Meanwhile, USA teenager Missy Franklin claimed the 100m Backstroke title with an impressive display.
Franklin clocked a winning time of 58.33, with Australia's Emily Seebohm (58.68) second and Aya Terakawa of Japan (58.83) third.

Minggu, 29 Juli 2012

Siman Terempas


London RENANG INDONESIA- Perenang nasional I Gede Siman Sudartawa terempas di London, Inggris. Turun di babak penyisihan nomor 100 meter gaya punggung, Ahad (29/7) sore WIB, Siman harus puas menyentuh finis di urutan keenam dari tujuh perenang.

Berpacu di kolam renang Aquatic Center di Kompleks Olimpic Park, Siman cuma mampu mencetak waktu 55,99 detik. Catatan waktu Siman ada 77 detik di belakan perenang Trinidad dan Tobago yang memenangi lomba babak penyisihan.

Albert C. Sutanto, pelatih Siman, punya jawaban atas kegagalan anak buahnya. "Kalau hasil memang kurang memuaskan karena target awal memang rekor nasional. Tapi cara berenang dia sudah benar. Itu yang penting," kata Albert.

Menurut Albert, Siman tak bisa memacu kecepatan karena suhu air kolam dingin. "Siman tidak dapat feel of water-nya. Suhunya 25 derajat," terang dia.

Albert mengatakan, selama ini Siman hanya tryout di kawasa Asia Tenggara. Dia tak pernah merasakan bertanding di suhu air dingin, meski standar FINA adalah 25-27 derajat.

Selain itu, tambah Albert, ini juga pertandingan pertama Siman dengan lawan yang punya tubuh lebih besar, seperti perenang Eropa, Amerika Serikat, atau Australia.

"Selama ini Siman hanya bertanding melawan perenang Asia Tenggara. Jadi bagi saya, waktu yang dicapai Siman sudah cukup baik. Dia juga peserta termuda di nomer 100 meter gaya punggung ini," beber Albert.

Siman sendiri tak begitu murung. Dia coba mengambil pengalaman dari kekalahan ini. Siman juga berharap bisa mendapat kesempatan try out di luar zona Asia Tenggara.

"Supaya lebih siap secara keseluruhan," kata atlet yang mengaku bangga menjadi satu-satunya wakil Indonesia di cabang renang dan satu-satunya wakil Asia Tenggara di nomer 100 meter gaya punggung.( Metrotvnews.com,)

Swimming Men's 400m Individual Medley Final - London 2012 Olympic Games...

OLIMPIADE LONDON 2012: Emas Pertama AS Diraih Perenang Ryan Lochte


Juara 400m gy ganti individual 

LONDON, RENANG INDONESIA -: Amerika Serikat, salah satu kandidat kuat juara umum Olimpiade 2012, meraih medali emas pertama dari cabang olah raga renang.

Adalah Ryan Lochte merebut emas di nomor 400 meter individu setelah mengungguli rekan senegaranya Michael Phelps di kolam renang Aquatics Centre.
 
Lomba itu merupakan ajang kebolehan pertama sesama perenang Negeri Paman Sam. Lochte selalu berada di depan rekannya itu dan berhasil menyentuh garis finish dalam waktu 4:05.18.

Padahal, Phelps sebenarnya lebih dijagokan untuk menyumbang emas pertama bagi negaranya. Dia adalah perenang andalan AS yang meraih 8 medali emas dalam Olimpiade 2008 Beijing.

Perenang Brasil Thiago Pereira berada di urutan dua, serta perenan muda berusia 17 tahun asal Jepang Kosuke Hagino meraih perunggu, yang baru saja mendapatkan perunggu dalam kejuaraan dunia yunior.

Phelps, sebenarnya berada di urutan ketiga selama separuh jarak, tetapi tidak mampu mempertahankan posisinya, dan hanya berada di posisi keempat. 

AS Raih Medali Emas Pertama Lewat Cabang Renang


Ryan Lochte

RENANG INDONESIA - Bintang cabang renang Ryan Lochte hari Sabtu memenangkan medali emas pertama Amerika pada ajang 400 meter gaya ganti perorangan.

Bintang cabang renang Ryan Lochte hari Sabtu memenangkan medali emas pertama Amerika pada ajang 400 meter gaya ganti perorangan, sementara rekan senegaranya Michael Phelps hanya berada di tempat ke-empat.

Phelps adalah salah satu atlit dengan medali emas terbanyak dalam sejarah Olimpiade, dan ia membutuhkan tambahan tiga medali untuk memecahkan rekor yang dipegang mantan atlet senam Soviet, Larisa Latynina.

Delegasi Amerika lain yang mencetak kemenangan adalah tim bola basket perempuan, yang mengalahkan Kroasia 81-56. Amerika memenangkan empat medali emas Olimpiade berturut-turut dan 34 pertandingan Olimpiade berturut-turut.

Medali emas pertama Olimpiade 2012 diperoleh Tiongkok setelah Yi Siling memenangkan cabang tembak senapan angin 10 meter. Atlet Tiongkok lain, Wang Mingjuan, juga meraih emas dan rekornya di cabang 48 kilogram angkat besi masih tidak terkalahkan dalam 10 tahun.

Dari cabang balap sepeda, Alexander Vinokourov dari Kazakhstan meraih medali emas, sementara pembalap favorit Mark Cavendish dari Inggris gagal memberi penampilan mengesankan.

Dari cabang judo, di kelas putra di bawah 60 kilogram, Arsen Galstyan dari Rusia berhasil mengalahkan kedua unggulan teratas, termasuk juara dunia dua kali Rishod Sobirov dari Uzbekistan.

Hari Sabtu adalah hari pertama pertandingan Olimpiade 2012 di London. Polisi mengatakan mereka menangkap lebih dari 130 pembalap sepeda yang hari Jumat ikut serta dalam aksi protes dekat stadion Olympic ketika berlangsung upacara pembukaan.

Australia raih emas dari renang estafet putri


Tim Australia

London RENANG INDONESIA - Australia memenangi emas Olimpiade pada nomor 4x100 meter gaya bebas estafet putri, Minggu dini hari tadi di Aquatics Centre, London.

AFP melaporkan, Belanda yang diperkuat perenang berdarah Jawa menyusul di urutan kedua, sedangkan AS meraih perunggu.

Alicia Coutts, Cate Campbell, Brittany Elmslie dan Melanie Schlanger juga menciptakan rekor baru Olimpiade dengan catatan waktu 3:33.15, hanya seperseskian detik dari Tim Belanda yang diperkuat Inge Dekker, Marleen Veldhuis, Femke Heemskerk dan bintang baru jago sprint gaya bebas berdarah Jawa, Ranomi Kromowidjojo.

Kromowidjojo hampir mengantarkan Belanda mempertahankan emas Olimpiade, namun akhirnya Belanda harus puas dengan perak dengan catatan waktu 3:33.79.

Sementara kuartet putri duyung dari AS yang terdiri dari Missy Franklin, Jessica Hardy, Lia Neal dan Allison Schmitt mempersembahkan perunggu setelah mencatat waktu yang juga rekor baru Amerika 3:34.24 (ANTARA News)

Sun dan Ye tambah dua emas China


London, RENANG INDONESIA  - Sun Yang dan Ye Shiwen menambahkan dua medali emas untuk China melalui aksi mereka di kolam renang pada Olimpiade London 2012, Sabtu waktu setempat.

Sun Yang memenangkan medali emas dalam final renang gaya bebas 400m putra Olimpiade London, setelah juara bertahan asal Korea Selatan, Park Tae-hwan, didiskualifikasi dan pulang.

Sementara Ye Shiwen yang baru berusia 16 tahun meraih emas kedua bagi China dari cabang renang medley individu 400m putri.

Ye, yang memenangkan nomor medley individu dalam usia 15 tahun pada kejuaraan dunia di Shanghai tahun lalu, mencatatkan waktu 4 menit 28,43 detik.

Juara dunia Elizabeth Beisel berada di urutan kedua, dan posisi ketiga diraih rekan senegara Ye, Xuanxu Li.

Kemudian pada perlombaan terakhir Sabtu malam waktu London, Australia meraih emas pada nomor 4x100m gaya bebas estafet putri, demikian laman resmi Olimpiade London 2012 melaporkan. (ANTARA News)

Klasemen Renang:
1.      People's Republic of China (2-0-1)
2.      United States of America (1-1-1)
3.      Australia (1-0-0)
4.      Brazil (0-1-0)
4    Republic of Korea (0-1-0)
4    Netherlands (0-1-0)
5.      Japan (0-0-1)

Banding Diterima, Park Tae-hwan Bisa Bertarung Lagi


LONDON, RENANG INDONESIA - Juara Olimpiade asal Korea Selatan Park Tae-hwan merasa plong. Ia dinyatakan bisa bertarung lagi pada nomor gaya bebas 400 meter cabang renang Olimpiade London 2012 setelah langkah bandingnya atas keputusan diskualifikasi karena gagal start dikabulkan Federasi Renang Amatir Internasional (FINA), Sabtu (28/07/2012).
Direktur Eksekutif FINA Cornel Marculescu mengungkapkan kapada Associated Press, keputusan tersebut diambil FINA setelah menganalisis rekaman video. "Saya bisa mengonfirmasi bahwa Park bisa diikutkan lagi untuk nomor 400 meter gaya bebas," katanya.
Park mencatat waktu 3 menit 46,68 detik, yang meloloskannya di peringkat keempat. Namun, ia didiskualifikasi karena dinilai gagal dalam start. Keputusan diskualifikasi itu mengejutkan Park.
"Saya tidak tahu apa alasannya. Saya harus berbicara dengan pelatih untuk mencari tahu alasannya," kata Park setelah didiskualifikasi.
Ofisial Korea Selatan mengajukan protes pada Komite Teknik FINA, tetapi ditolak dan keputusan diskualifikasi tetap berlaku. Setelah itu, mereka mengajukan banding pada Majelis Banding, yang ternyata mengabulkan protes kubu Korea Selatan dan menyatakan Park bisa kembali berlaga.
Dengan bisa tampilnya Park, praktis posisi Ryan Cochrane (Kanada) untuk berlaga dibatalkan. Marculescu tidak bisa menjelaskan, mengapa hakim di arena renang mendiskualifikasi Park. "Itu pertanyaan sangat bagus. Mungkin, itu karena kesalahan (human error)," katanya. (KOMPAS.com)

Perenang Putri China Pecahkan Rekor Dunia 400 Meter Gaya Ganti


Ye Shiwen

LONDON, RENANG INDONESIA  - Perenang putri China, Ye Shiwen, memecahkan rekor dunia pada nomor 400 meter gaya ganti di Olimpiade London 2012, Sabtu (28/7/2012). Dengan demikian, dia menambah perolehan medali emas negaranya, yang kini terus berada di posisi teratas daftar peraih medali.

Atlet berusia 16 tahun ini mengalahkan perenang Amerika Serikat yang berstatus juara dunia, Elizabeth Beisel. Di babak final, Shiwen mencatat waktu 4 menit 28,43 detik, sekaligus melengkapi keberhasilan China di kolam renang setelah Sun Yang juga menyabet emas untuk nomor gaya bebas putra 400 meter.

Rekor sebelumnya untuk nomor gaya ganti 400 meter putri ini dipegang oleh perenang Australia, Stephanie Rice. Dia melakukannya pada Olimpiade empat tahun lalu di Beijing, dengan catatan waktu 4 menit 29.45 detik.

Sementara itu Beisel harus puas dengan raihan medali perak, setelah hanya mencatat waktu 4:31,27. Di belakang Beisel ada rekan senegara Shiwen, Li Xuanxu, yang berhak mendapatkan perunggu, setelah catatan waktu 4:32,91.

Hasil buruk diraih Rice, sang juara bertahan. Pasalnya, dia terpuruk di urutan keenam dengan waktu 4:35,49. Sedangkan perenang harapan Inggris, yang juga peraih medali perak Kejuaraan Dunia, Hannah Miley, ada di posisi kelima, dengan perolehan waktu 4:34,17.

Atas kegagalannya mempertahankan gelar, Rice mengakui bahwa dirinya tak berada dalam performa terbaik. "Saya pikir dalam situasi ini, membuktikan bahwa saya tidak cukup fit untuk kembali ke posisi dua besar dunia. Saya kecewa, saya tidak bisa memungkirinya."

Memang, Rice sempat mengalami cedera cukup lama pada bahu, sehingga dia harus mendapatkan perawatan setelah setiap sesi pelatihan. Ini menghambat persiapan atlet berusia 24 tahun tersebut untuk mempertahankan dua gelar gaya ganti di Olimpiade. (Kompas.com)

Review: Lochte stars in the pool


RENANG INDONESIA - American swimmer Ryan Lochte dazzled on Day 1 taking gold in the 400m Individual Medley, but it was a disappointing night for Michael Phelps as the eight-time Beijing gold medallist could only manage fourth.
Lochte cruised to victory in four minutes, 05.18 seconds, followed in by Brazil’s Thiago Pereira and Japanese 17-year-old Kosuke Hagino.

Phelps said: “I'm a bit frustrated, I'm not feeling that great. I just want to put this race behind me and move on.

"It's not the start that I would have liked to have had but I've just got to move up.

"I have a bunch of other races and hopefully we can finish a lot better than we started. That's what I'm going to try to do.”

Sun Yang was crowned Olympic champion in the 400m Freestyle as he continued to leave an indelible mark on the global stage.

The 20-year-old was second over eight lengths at the World Championships in Shanghai last year before producing a sublime 1,500m Freestyle in which he lowered Grant Hackett's long-standing world record.

He qualified fastest from a dramatic morning session which had seen defending champion Park Tae-hwan disqualified and then reinstated.

South Korean Park was second in the final, with Peter Vanderkaay of the United States third.
Ye Shiwen, just 16, secured China's second gold of the session and also the first long-course world record set by a woman since the ban on performance-enhancing suits.

Ye produced a superb freestyle to stretch away and touch in four minutes 28.43 seconds. World champion Elizabeth Beisel was second with Ye's compatriot Xuanxu Li third.

The last final of the night saw Australia claim gold in the women's 4x100m Freestyle Relay final.

Alexandr Vinokourov stunned the home crowd who had hoped to cheer Mark Cavendish to victory as he sprinted to Olympic gold in the men’s Cycling Road Race.

The 38-year-old from Kazakhstan triumphed in a sprint finish over Rigoberto Uran Uran from Colombia. Alexander Kristoff from Norway was the first among the chasing pack to claim the bronze.

The United States’ women’s Basketball team were pushed by Croatia before pulling away in the fourth quarter to win 81-56.

The Croatians trailed by just three at half-time but the US kicked on to cruise home with Tina Charles top-scoring with 14 points.

There was a surprise earlier as China knocked off the Czech Republic 66-57 but the second game saw European champions Russia beat Canada 58-53.

New Zealand rowers Hamish Bond and Eric Murray smashed the world record in the men’s pair, previously set by Matthew Pinsent and James Cracknell in 2002.

Murray and Bond won their Olympic heat to qualify for the semi-finals with a victory in six minutes 08.50 seconds.

The first gold medal of London 2012 went to China with shooter Yi Siling winning the women's 10-metre air rifle title at the Royal Artillery Barracks.

The world number one and gold medal favourite lived up to her billing by beating Poland's Sylwia Bogacka into second. China's Yu Dan collected the bronze.

China’s Wang Mingjuan claimed the first Weightlifting gold in the women’s 48kg weight category at ExCeL while in the Judo there were golds in the under-48kg category for Brazil’s Sarah Menezes and Russian Arsen Galstyan in the men’s -60kg.

Italy claimed a shock gold in the men's Archery Team event as Michele Frangilli held his nerve to hit a 10 with the last arrow of the final against the United States.

Italy were nine behind with one shot remaining when Frangilli struck centre gold.

The dramatic 219-218 win for Frangilli, Mauro Nespoli and Marco Galiazzo against Brady Ellison, Jacob Wukie and Jake Kaminski capped a day of surprises in the competition, with favourites South Korea losing 224-219 to the USA in the semis.

The United States left with silver, while the Koreans saw off Mexico to take bronze.

Italian joy was tempered, however, as fencing star Valentina Vezzali missed out on a piece of Olympic history.

The 38-year-old police officer was thwarted by compatriot Arianna Errigo in the semi-finals in her bid for an amazing fourth consecutive foil gold at the Games.

No woman has achieved that in any individual Olympic event - and the only men to have done it are Carl Lewis in the long jump (1984-96) and fellow American Al Oerter in the discus (1956-68).

Preview: Day of drama ahead in the pool


As Day 2 begins at London 2012, much of the focus will again be on the Aquatics Centre, where some of the biggest names in Swimming go for glory in the pool.

RENANG INDONESIA - After the disappointment of his opening-day defeat to Ryan Lochte in the men's 400m Individual Medley, USA great Michael Phelps can bounce back and add to his incredible gold medal haul with the help of his team-mates in the men’s 4 x 100m Freestyle Relay.
That will be one of four medal races during the evening session, which also includes the finals of the men's 100m Breaststroke, women's 100m Butterfly and the women's 400m Freestyle, when the home support could lift the roof off the venue if Rebecca Adlington can defend the title she won at Beijing 2008.
In between the morning heats and evening finals, the Diving competition also gets under way, and China will be planning a repeat of their dominance on home soil four years ago.
Wu Minxia will be out to make history by equalling fellow Chinese diver Guo Jingjing's Olympic Games record of winning six medals when she competes in the women’s 3m Synchro alongside He Zi.
Day two of London 2012 will also see the first day of Sailing at Weymouth and Portland, where Britain’s Ben Ainslie will again look to rule the waves as he starts his quest to add to his three Olympic Games gold medals and a silver when he competes in the Finn class.
There will be royalty participating too - and not a parachute in sight - as Zara Phillips makes her long-awaited Olympic Equestrian debut at Greenwich Park.
The Queen's granddaughter missed out in 2004 and 2008 due to injuries to her horse, Toytown, but she will be hoping for third time lucky when she competes in the Individual and Team events.
In Cycling, it is the women’s turn to battle it out in the Road Race around a 140km course, which starts and finishes on The Mall and features two climbs of Box Hill.
Marianne Vos of the Netherlands is one of the favourites but will face tough competition from Britain’s defending champion Nicole Cooke and her team-mate Lizzie Armitstead, as well as the likes of Italy's Giorgia Bronzini and Shelley Olds of the United States.
More Shooting medals will be handed out in the women’s 10m Air Pistol and women’s Skeet events, as well as the men's -66kg and women’s -52kg judo competitions.
There are also Archery, Weightlifting and Fencing finals.

Sabtu, 28 Juli 2012

Phelps in 400m Individual Medley final


Michael Phelps has made the final of the 400m Individual Medley by just seven hundredths of a second as the first morning of the Olympic programme got under way.

Michael Phelps
RENANG INDONESIA-Phelps, the defending champion, was eighth fastest into tonight's final, edging out Beijing silver medallist Laszlo Cseh in a major surprise.
Beijing 2008 champion Park Tae Hwan was disqualified in the 400m Freestyle but later appealed, while world record holder Paul Biedermann failed to make it through.
Phelps and Cseh were alongside each other in the fourth heat but their apparent game of cat and mouse almost proved costly for both.
Phelps touched in 4:13.33, just 0.07 ahead of the Hungarian who won silver behind him three times in Beijing.
However, it was 17-year-old Kosuke Hagino who laid down the gauntlet with a time of 4:10.01 ahead of South Africa's Chad le Clos and Ryan Lochte, although the world champion was clearly easing off.
Phelps admitted to being taken by surprise and said: 'I didn't expect those guys to go that fast. I just wanted to try to get some good underwater, try to get some good times.
'I think the only thing that matters is really getting a spot in the final.'
Park's disqualification overshadowed Sun Yang's apparently effortless progress into the 400m Freestyle final in 3:45.07.
Elsewhere in the pool, Host Nation hope Hannah Miley booked a place in the final of the 400m women's Individual Medley in 4:34.98.

Men's 400m Individual Medley
Participants - start list
1.      Yuya Horihata (4:13.09)
2.      Thomas Fraser-Holmes (4:12.66)
3.      Ryan Lochte (4:12.35)
4.      Kosuke Hagino (4:10.01)
5.      Chad le Clos (4:12.24)
6.      Thiago Pereira (4:12.39)
7.      Luca Marin (4:13.02)
8.      Michael Phelps (4:13.33)

Women's 400m Individual Medley
Participants - start list
1.      Stephanie Rice (4:35.76)
2.      Mireia Garcia Belmonte (4:34.70)
3.      Katinka Hosszu (4:33.77)
4.      Elizabeth Beisel (4:31.68)
5.      Shiwen Ye (4:31.73)
6.      Xuanzu Li (4:34.28)
7.      Hannah Miley (4:34.98)
8.      Caitlin Levenrenz (4:36.09)

Athletes at the heart of the Opening Ceremony


RENANG INDONESIA - Beginning with an idyllic countryside scene, Danny's Boyle's 'Isles of Wonder' has produced spectacular moments in the Olympic Stadium.

The highly anticipated Opening Ceremony began with an imagined trip along London's iconic river, the Thames, from its source in Gloucestershire to the Olympic Stadium in east London.
The countdown to the start of the Ceremony was marked by 96 children standing around the Stadium with popping balloons, followed by the Olympic Bell ringing in the official start of the Opening Ceremony.
Boyle's 'green and pleasant land' was brought to life with villagers playing cricket, farmers herding 40 sheep and children dancing around 4 maypoles.
Loud drumming indicated the beginning of 'Pandemonium', a depiction of the Industrial Revolution in Britain. A giant ring was forged in the centre of the stage which was raised to join four others and form spectacular Olympic Rings above the Olympic Stadium.
Also during the Ceremony, the Olympic Flame made its way along the Thames in a boat piloted by David Beckham. He played an important role in bringing the Games to London and has been a big supporter ever since. Carrying the Torch on the boat was Jade Bailey, a young footballer tipped to become one of the sporting stars of the future.
At the heart of the Opening Ceremony is the Athletes' Parade where teams enter the Stadium in alphabetical order, with Team GB concluding the Parade.

Phelps preparing for emotional swansong


RENANG INDONESIA - Fourteen-time Olympic champion Michael Phelps is expecting to feel plenty of emotion when he enters the final stages of his competitive career at London 2012.

The crowd at the Aquatics Centre on 4 August will bear witness to the final race of one of the greatest Olympians when Phelps competes in the 4 x 100m Medley Relay.
The 27-year-old's career has spanned four Olympic Games, starting as a 15-year-old at Sydney 2000, where he finished fifth in the 200m Butterfly.
In the intervening 12 years, the USA athlete has won 14 gold and two bronze medals, as well as 26 world titles.
Despite having attended so many Olympics and World Championships, Phelps is absorbing everything about his final Games.
'I'm having fun, this is something I enjoy,' he said. 'It's kind of cool walking through the village and seeing the athletes from everywhere.'
Keen to start his programme, which begins on Saturday in the 400m Individual Medley - where he will go head to head with team-mate Ryan Lochte - Phelps has been spending time alone resting or watching TV.
Experience has taught him how to channel his emotional energy, although he admits it will be a challenge at London 2012.
'I wouldn't say I get choked up but I've been more emotional because these are the last competitive moments I will have in my career. It's big, it's something,' he said.
'I think there are going to be a lot of firsts and a lot of lasts this week, and I think over the last couple of years and I guess throughout my career I've been able to manage my emotional energy fairly well.'
Phelps' first meeting with Lochte comes on the opening day of Swimming action in the 400m Individual Medley, with heats on Saturday morning progressing to a straight final that same night.
He had vowed not to return to the event after his gold medal in Beijing and if he is successful, Phelps would make history as the first male swimmer ever to twice successfully defend a title following victory in both 2004 and 2008.
Phelps said: 'Everything we've done has never been easy, it’s always a challenge. It's going to be a very challenging race, an exciting race.
'It's something I've been looking forward to for a while - you can guarantee it's going to be loud on opening night. And this will be the last one!'

Lochte not just focusing on Phelps


RENANG INDONESIA - Ryan Lochte is playing down his rivalry with Michael Phelps as their Saturday showdown at the Aquatics Centre draws closer.

Phelps may have already claimed 14 Olympic titles, but Florida-based Lochte won five gold medals at last year's World Championships in Shanghai.
Two of those victories saw him edge out his fellow USA athlete. In the 200m Individual Medley, he became the first swimmer to break a long-course world record since turbo suits were banned. He also triumphed in the 200m Freestyle.
While Phelps has dropped the latter event in London, the duo are scheduled to meet on Saturday in the 400m Individual Medley before the shorter 200m Individual Medley on 2 August, the day before Lochte's 28th birthday.
At a USA press conference, Lochte said: 'I'm not really going just to swim to beat Michael.
'Michael is just one person and there are a bunch of other swimmers across the world I have to worry about.
'I am just doing what I normally do and I am just going to go up on the blocks and race and have fun.
'If Michael's right there with me then he is right there with me but I can't just rely on one person.
'Back home people are talking about me and Michael - I guess that is just talk and I guess I shall just see what happens in a couple of days.'

Persaingan Pribadi Demi Emas Pertama AS


London, RENANG INDONESIA —Kontingen Ame­rika Serikat (AS) diprediksi masih akan mendominasi kolam renang di Olimpiade London 2012. Nama Michael Phelps dan Ryan Lochte seakan menjadi lumbung emas bagi Negeri Paman Sam. Di hari perdana perebutan emas renang hari ini, Phelps dan Lochte diperkirakan bakal menjalani bentrok head-to head  untuk memberikan emas pertama bagi negerinya.

Nomor 400 meter gaya ganti perorangan putra jadi penyedia emas pertama dari kolam renang. Seperti di nomor-nomor lainnya, AS dan kontingen lainnya maksimal diwakili dua perenang. Kali ini, Phelps dan Lochte yang menjadi andalan emas AS.

Rivalitas dua perenang itu men­jadi keuntungan bagi AS. Saat per­forma Phelps menurun usai menya­bet delapan emas di Olimpiade Beijing 2008, bintang Lochte malah bersinar. Begitu Phelps mem­per­baiki latihannya dan mulai konsisten meraih peningkatan, Lochte dan Phelps pun bersaing ketat dan saling mengalahkan di berbagai even.

Yang paling panas tentu saja trial tim AS di Omaha, Nebraska sebelum berangkat ke London bulan lalu. Mereka bertarung dalam tiga no­mor. Lochte menang di 400 meter gaya ganti, sementara Phelps me­nang di 200 meter gaya ganti dan 200 meter gaya bebas.

”Olimpiade adalah pertunjukan besar. Saya tak berlatih dan bekerja keras cuma untuk trial. Saya berlatih untuk di sini. Saya tahu masih bisa jauh lebih cepat,” sesumbar Lochte seperti dikutip Associated Press.

Lochte seakan menyindir lang­kah Phelps sebelum trial itu. Phelps yang masih jauh dari waktu terbaiknya bekerja amat keras hingga mampu meloloskan diri ke lima nomor perorangan. Tapi, dia melepas nomor 200 meter gaya bebas, sehingga pertarungan head to head dengan Lochte hanya terjadi di dua nomor gaya ganti (400 meter dan 200 m­e­ter).

”Saya datang ke sini bu­kan untuk mengejar perak atau perunggu. Saya datang untuk emas,” tegas Phelps.

Nomor gaya ganti disebut seba­gai yang paling berat dalam per­saingan renang putra. Ujian berat untuk daya tahan sekaligus kece­patan. Tak cukup hanya unggul di satu gaya, tapi harus tangguh untuk meraih keunggulan.

Dalam hal ini, Lochte dan Phelps sulit ditandingi rival-rival dari negara lainnya. Cuma tembok finis yang akan menentukan keunggulan di antara mereka.

”Akan terjadi perlombaan yang sangat ketat. Ini seperti impian pelatih, juga impian para penggemar renang. Tapi, sulit dikatakan sebagai impian yang terlibat persaingan,” ujar Bob Bowman yang sudah mela­tih Phelps sejak remaja. (jpnn)

Siman Sempat Bertemu LeBron James


LONDON, RENANG INDONESIA -  Atlet renang Indonesia, I Gde SIman SUdartawa sempat bertemu idolanya, pebasket NBA LeBron James usai jadi pembawa bendera Indonesia di pembukaan Olimpiade London, Jumat.

Atlet renang I Gede Siman Sudarwata mengaku bangga menjadi pembawa bendera Merah Putih dalam defile atlet Olimpiade pada pembukaan Olimpiade London, Jumat malam waktu setempat, atau Sabtu dini hari WIB.
   
"Saya bangga membawa bendera Indonesia," kata Siman, sehari sebelum dia mengikuti defile atlet mewakili kontingen atlet Indonesia pada pembukaan Olimpiade ini.
   
Di antara yang juga turut defile adalah "Chef de Mission" Kontingen Indonesia Erick Thohir dan pelatih renang Albert C Sutanto, selain beberapa atlet dan ofisial lainnya.
   
Pada Olimpiade 2012 ini Indonesia mengirimkan 22 atlet yang akan bertanding pada delapan cabang olahraga, meliputi anggar, panahan, atletik, bulutangkis, menembak, renang, judo, dan angkat besi.
   
I Gede Siman Sudartawa adalah perenang dengan spealisasi gaya punggung.  Pada SEA Games 2011 di Palembang, dia merebut empat  medali emas dan memecahkan 2 rekor SEA Games pada nomor 100 meter gaya punggung putra dengan waktu 55,59 detik dan pada nomor 4x100 meter estafet gaya ganti beregu putra, dan pemerintah lalu memberinya bonus Rp800 juta. (Kompas.com) 

Mengejar Emas Olimpiade, Tim Renang Inggris Dibekali Baju Khusus

LONDON- RENANG INDONESIA -  Para perenang Ingggris dibekali baju renang khusus yang memberikan mereka keuntungan 2% dibandingkan para rivalnya dari negara lain. Semua itu dilakukan demi pengejaran medali emas Olimpiade yang akan resmi dimulai beberapa jam ke depan.

Baju renang ini juga sudah diuji oleh perenang asal Australia, sang torpedo Ian Thorpe yang meyakini baju ini akan memberikan
perbedaan. "Memang keunggulannya minimal, namun bisa jadi signifikanm" ungkap peraih lima emas Olimpiade itu.

Sebagai uji cobanya, Thorpe berada di lorong angin (wind tunnel) dan menghadapi angin dengan kecepatan 128 km di pusat pengujian di Eindhoven, Belanda.

Namun tampaknya baju renang yang disponsori Adidas itu akan menjadi masalah khusus, mengingat ada perenang yang sudah memiliki kontrak dengan produk yang lain.

Pihak Adidas menyatakan, 70% perenang Inggris akan menggunakannya. Departemen inovasi produsen olahraga raksasa itu menyatakan, baju ini bisa membuat perbedaan antara perain medali emas dengan perak.

Tetapi bukan Inggris sendirian yang menggunakan baju renang teknologi tinggi ini, karena tim Jerman, Prancis dan sebagian perenang dari Australia juga menggunakannya.

Apa sih kelebihan baju renang ini dibandingkan yang lain? Menurut Udo Mueller dari divisi inovasi Adidas, baju renang ini
telah di uji coba dengan baju renang yang lainnya, da diketahui memiliki kandungn air lebih kurag 32% dibandingkan baju yang
lain.

"Selain itu juga sangat ringan. Di Olimpiade Beijing 2008, perenang Jerman Britta Steffen memakainya utuk meraih dua emas yang
beratnya 208 gra. Baju renang yang akan ia pakai di London beratnya di bawah 100 gram," jelasnya.

Sebetulnya badan renang dunia FINA melarang penggunaan baju teknologi tinggi yang dinilai telah berkontribusi pada tumbangnya
sejumlah rekor dunia di kejuaraan dunia renang di Roma pada 2009. Namun demikian toh baju baru Adidas ini lolos dari aturan
FINA. Tampak jelas kalau teknologi bisa digunakan dalam hal ini untuk membantu meraih hasil maksimal. (suarapembaharuan)

Cina berharap dari renang di Olimpiade?


RENANG INDONESIA - Dengan tim yang lebih kecil dan juga dana yang menciut, tim Olimpiade Cina harus lebih meratakan prioritasnya di Olimpiade London 2012.
Tetapi lebih kecil tentu saja relatif sifatnya. Karena yang disebut lebih kecil tetaplah sebuah tim dengan jumlah atlet hampir 400 orang (turun dari 600 saat Beijing menjadi tuan rumah empat tahun lalu)

Dana yang menciut juga bukan berarti kemudian sedikit. Walau tidak ada angka resmi disebutkan tetapi untuk mengirim 400 atlet lengkap dengan peralatan dan juga ofisial tentulah membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Namun kalau Cina ingin mengulangi sukses sebagai juara umum dengan 51 medali emas seperti di Beijing, mereka harus mendulang emas di luar olahraga yang secara tradisional mereka kuat.
Itu berarti mencoba untuk tidak hanya mengandalkan bulutangkis, loncat indah, tenis meja, angkat besi dan semacamnya, tetapi menapaki cabang di luar itu. Salah satunya adalah renang dengan bintang Sun Yang

Sun, 20, adalah juara dunia untuk gaya bebas 1500m danrunner up untuk 400m. Ia adalah satu dari hanya dua perenang yang mampu memecahkan rekor sesudah akhir tahun 2009 badan renang dunia, FINA, melarang pakaian renang berbahanpolyurethane yang diyakini membantu perenang melaju di air dengan lebih mulus.
Memang Sun beredar di antara para elit dunia kolam renang. Namun tim renang Cina di Olimpiade tidaklah demikian.
Cina menatap renang
Di Beijing 2008, setelah investasi besar-besaran dan dengan 49 perenang, Cina hanya duduk di peringkat tujuh untuk raihan medali di kolam renang.
Mereka hanya meraih satu medali emas lewat gaya kupu-kupu putri 200m. Zhang Lin memenangkan medali perak 400m gaya bebas putra -- raihan terbaik perenang putra Cina di Olimpiade. Itulah hasil terbaik mereka.
Tahun ini Sun Yang berharap akan bisa mengubahnya. Sun mengambil alih mantel harapan emas dari Zhang Lin yang kali ini tidak terpilih masuk dalam tim.
Sun tahun ini mencatatkan waktu tercepat baik untuk nomor 400m dan 1500m gaya bebas putra. Di nomor 200m ia mencatatkan waktu lima tercepat di dunia.

Sejak pekan lalu tiba pusat latihan di Bath, Inggris Barat, Sun enggan bicara. Tetapi sebelum meninggalkan Cina ia sempat berkata: ''Saya merasa dalam kondisi bagus dan rileks. Saya kira tidak ada tekana kepada saya.''
Cina yakin Sun akan mampu berprestasi di London. Bahkan menurut kantor berita Reuters, kartu keanggotaannya di Partai Komunis dipercepat agar ia sudah menjadi anggota penuh sebelum ke London.
Tetapi ia tidak sendirian. Cina juga mengandalkan perenang putri untuk meraih emas.
Ye Shiwen meraih emas di nomor 200m gaya berganti putri tahun lalu di usia yang ke-15.
Lalu masih ada Liu Zige dan Jiao Liu Yang. Liu yang meraih emas di Beijing diharapkan bisa mempertahankan emas 200m. Sementara Jiao yang memenangkan kejuaraan dunia 2011 untuk jarak yang sama diharapkan akan bisa menggantikan Liu seandainya hal tak terduga terjadi.
Harapan Cina di kolam renang memang membumbung. Karenanya walau tim Olimpiade secara keseluruhan lebih kecil, Cina membawa tim renang yang lebih besar.
Kalaupun belum sesuai harapan untuk tahun ini, mungkin Cina sedang melakukan investasi untuk empat tahun depan (bbc)

Thorpe Menilai Inggris Tak Berpeluang


RENANG INDONESIA - Pemenang lima medali emas cabang renang Olimpiade asal Australia, Ian Thorpe, mengatakan bahwa terlalu banyak hingar-bingar di sekitar Olimpiade 2012. Hal ini menyebabkan Inggris lupa bahwa timnya akan menghadapi kompetitor terbaik di dunia.

Dalam pernyataan yang berani, Thorpe mengatakan bahwa Tim Inggris Raya akan "cukup kesulitan" mengalahkan Tim Australia. Di sisi lain, menurutnya, Amerika Serikat akan tetap mendominasi. Sementara, akan ada atlet-atlet dari Jepang dan China yang mungkin saja akan menyabet medali emas.

Thorpe gagal masuk dalam pertandingan Olimpiade untuk mengalahkan rekornya sendiri. Setelah kembali ke dunia olahraga tahun lalu ia mengatakan bahwa kemenangan Adlington bukanlah sebuah formalitas.

Adlington yang telah memenangkan dua medali emas di Beijing, sangat diharapkan untuk mengulangi kesuksesannya di nomor 800 m gaya bebas.

Namun Thorpe mengatakan, "Ini adalah hal tersulit, asumsi sudah beredar, bahwa medali emas telah dimenangkan bahkan sebelum ia mulai berenang. Yang saya tahu, ini bukan respon Repecca menanggapi pertandingan Olimpiade. Sebagai tuan rumah, Becky juga mendapatkan tekanan untuk mempertahankan medali Olimpiade.

"Ini sulit baginya. Saya pernah melihat pada beberapa potongan video kedatangannya dan dia terlihat tenang saat itu. Ia harus tetap tenang sampai beberapa hari ke depan."

UK Sport telah memprediksi tim perenang Inggris akan mendapatkan beberapa medali, lebih dari apa yang mereka dapatkan di Beijing.

Namun, walaupun Thorpe mengatakan bahwa tim ini memiliki "beberapa titik" yang dapat mereka menangkan, termasuk perlombaan Adlington dan Fran Halsall, dia mengatakan bahwa Inggris harus "mengatur harapan mereka".

"Terlalu banyak hingar-bingar dan terlalu banyak harapan dan semua orang ingin melihat timnya berhasil," katanya.

"Anda dapat terjebak dalam situasi ini dan melupakan fakta bahwa ini adalah atlet-atlet terbaik dari seluruh dunia. Jika dilihat dari sana, kalian adalah tim underdog."

"Jika seorang atlet kehilangan medali emas dengan selisih satu detik pada urutan ke-100, apakah itu kegagalan? Saya pikir tidak begitu, terutama jika atlet tersebut telah turun setengah detik dari rekornya."

Thorpe mengatakan olahraga renang telah mengalami "evolusi" dalam empat tahun terakhir. Saat ini, dominasi Amerika dan Australia sudah berkurang.

"Saya pikir kita akan terkejut dengan hasil perolehan medali," katanya. "Saya rasa ada beberapa peluang untuk Korea Selatan, perenang China dan Jepang. Ini menunjukkan bahwa renang berubah menjadi sebuah olahraga yang lebih global. " (KOMPAS.com) 

Sekitar Olimpiade London 2012


A total 1,450 athletes will make the trip to London (GBR) to compete in one of FINA’s five aquatics disciplines – Swimming and Marathon Swimming, Diving, Water Polo, Synchronised Swimming – for the XXX Olympiad from July 27 to August 12.

SWIMMING
Dates: July 28-August 4, 2012
Events: For Men and Women (32) – 50m free, 100m free, 200m free, 400m free, 800m free (women only), 1500m free (men only), 100m backstroke, 200m backstroke, 100m breaststroke, 200m breaststroke, 100m butterfly, 200m butterfly, 200m individual medley, 400m individual medley, 4x100m free relay, 4x200m free relay, 4x100m medley relay
Venue: Aquatics Centre, 17,500 seats
Number of athletes: 900
Participating Relays:
Men's 4x100m free – AUS, FRA, USA, ITA, RUS, RSA, GER, GBR, BEL, BRA, HUN, CAN, CHN, VEN , SRB.
Men's 4x200m free – USA, FRA, CHN, GER, AUS, JPN, GBR, ITA, AUT, HUN, CAN, NZL, RUS, DEN, BEL, RSA.
Men's 4x100m medley – USA, AUS, GER, ITA, JPN, NED, HUN, BRA, NZL, CAN, FRA, RUS, POL, GBR, RSA, CHN.
Women's 4x100m free – NED, USA, GER, CHN, AUS, SWE, CAN, JPN, DEN, GBR, ITA, RUS, NZL, HUN, GRE, BLR. Women's 4x200m free – USA, AUS, CHN, CAN, HUN, FRA, ITA, GBR, NZL, JPN, GER, RUS, SLO, ESP, POL, UKR.
Women's 4x100m medley – USA, CHN, AUS, RUS, JPN, GER, GBR, CAN, DEN, ITA, SWE, NED, ESP, FRA, ISL, HUN.
Athletes/countries to follow: Men – James Magnussen (AUS), Cesar Cielo Filho (BRA), Ryan Cochrane (CAN), Yang Sun (CHN), Yannick Agnel, Camille Lacourt (FRA), Paul Biedermann (GER), Ryosuke Irie, Kosuke Kitajima (JPN), Taeh Wan Park (PRK), Chad Le Clos (RSA), Oussama Mellouli (TUN), Michael Phelps, Ryan Lochte (USA). Relays – AUS, FRA, GER, USA. Women – Leisel Jones, Stephanie Rice (AUS), Zige Liu, Shiwen Ye (CHN), Laure Manaudou, Camille Muffat (FRA), Rebecca Adlington, Francesca Halsall (GBR), Federica Pellegrini (ITA), Satomi Suzuki (JPN), Ranomi Kromowidjojo (NED), Anastasia Zueva (RUS), Sarah Sjoestroem (SWE), Missy Franklin, Jessica Hardy, Rebecca Soni (USA). Relays – AUS, CHN, NED, USA.
Entry in the Olympic programme: 1896
Most decorated athletes: Men – Michael Phelps (USA, 14G, 2B), Mark Spitz (USA, 9G, 1S, 1B), Matt Biondi (USA, 8G, 2S, 1B), Gary Hall Jr. (USA, 5G, 3S, 2B). Women – Jenny Thompson (USA, 7G, 3S, 1B), Kristin Otto (GDR, 6G), Krisztina Egerszegi (HUN, 5G, 1S, 1B).

MARATHON SWIMMING
Dates: August 9-10, 2012
Event: For Men and Women (2) – 10km
Location: Serpentine Lake in Hyde Park, 3’000 seats (spectators can also watch free of charge)
Number of athletes: 50
Athletes/countries to follow: Men – Petar Stoychev (BUL), Thomas Lurz (GER), Spyridon Gianniotis (GRE), Vladimir Dyatchin (RUS), Oussama Mellouli (TUN). Women – Poliana Okimoto (BRA), Keri-Anne Payne (GBR), Angela Maurer (GER), Marianna Lymperta (GRE), Martina Grimaldi (ITA), Swann Oberson (SUI).
Entry in the Olympic programme: 2008
Olympic medallists: Men – Maarten Van der Weijden (NED, G), David Davies (GBR, S), Thomas Lurz (GER, B).
Women – Larissa Ilchenko (RUS, G), Keri-Anne Payne (GBR, S), Cassandra Patten (GBR, B).

DIVING
Dates: July 29-August 11, 2012
Events: For Men and Women (8) – 3m springboard, 10m platform, 3m springboard synchro, 10m platform synchro
Venue: Aquatics Centre, 17,500 seats
Number of athletes: 136
Athletes/countries to follow: Men – Matthew Mitcham (AUS), Alexandre Despatie (CAN), Chong He, Yutong Luo, Kai Qin (CHN), Jose Guerra Oliva (CUB), Tom Daley (GBR), Yahel Castillo, Ivan Garcia, German Sanchez (MEX), Evgeny Kuznetsov, Victor Minibaev, Ilya Zakharov (RUS), Oleksandr Bondar, Illya Kvasha (UKR), David Boudia, Troy Dumais (USA). Women – Sharleen Stratton, Melissa Wu (AUS), Jennifer Abel, Emilie Heymans (CAN), Ruolin Chen, Zi He, Yadan Hu, Minxia Wu (CHN), Tania Cagnotto (ITA), Pandelela Rinong (MAS), Paola Espinosa (MEX), Abigail Johnston, Kelci Bryant (USA).
Entry in the Olympic programme: 1904
Most decorated athletes: Men – Greg Louganis (USA, 4G, 1S), Klaus Dibiasi (ITA, 3G, 2S), Xiong Ni (CHN, 3G, 1S, 1B).
Women – Jingjing Guo (CHN, 4G, 2S), Fu Mingxia (CHN, 4G, 1S), Patricia McCormick (USA, 4G), Ingrid Kraemer-Engel (GDR, 3G, 1S), Minxia Wu (CHN, 2G, 1S, 1B), Yulia Pakhalina (RUS, 1G, 3S, 1B).

WATER POLO
Dates: July 29-August 12, 2012
Events: Men’s Tournament (12 teams) and Women’s Tournament (8 teams)
Venue: Water Polo Arena, 5,000 seats
Number of athletes: 260
Participating countries: Men – Australia, Croatia, Spain, Great Britain, Greece, Hungary, Italy, Kazakhstan, Montenegro, Romania, Serbia, United States of America. Women – Australia, China, Spain, Great Britain, Hungary, Italy, Russia, United States of America.
Teams to follow: Men – Croatia, Hungary, Italy, Montenegro, Serbia, USA.
Women – Australia, China, Italy, Russia, USA.
Entry in the Olympic programme: 1900 (for Men), 2000 (for Women)
Teams with Olympic title: Men – Hungary (9), Great Britain (4), Italy (3), Serbia (incl. SCG/YUG, 3), Soviet Union (2), France (1), Germany (1), Spain (1), USA (1).
Women – Australia (2000), Italy (2004), Netherlands (2008)

SYNCHRONISED SWIMMING
Dates: August 5-10, 2012
Events: For Women (2) – Duet (24) and Team (8)
Venue: Aquatics Centre, 17,500 seats
Number of athletes: 104
Participating Duets: ARG, AUS, AUT, BRA, CAN, CHN, CZE, EGY, ESP, FRA, GBR, GRE, HUN, ISR, ITA, JPN, KAZ, KOR, MEX, PRK, RUS, SUI, UKR, USA.
Participating Teams: AUS, CAN, CHN, EGY, ESP, GBR, JPN, RUS.
Countries to follow: Canada, China, Spain, Japan, Russia.
Entry in the Olympic programme: 1984
Most decorated athletes: Anastasia Davydova (RUS, 4G), Anastasia Ermakova (4G), Olga Brusnikina (RUS, 3G), Maria Kisseleva (3G), Tracie Ruiz-Conforto (USA, 2G, 1S), Carolyn Waldo (CAN, 2G, 1S).

Rabu, 25 Juli 2012

Franklin Akan Bertanding dalam Kecemasan dan Duka


COLORADO, RENANG INDONESIA - Beberapa hari menjelang Olimpiade 2012 di London, Missy Franklin, perenang wanita Amerika Serikat harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya akan meninggalkan kota asalnya, Colorado untuk berkompetisi dalam keadaan cemas dan berduka. Hanya beberapa hari sebelum berlaga di event akbar itu, Franklin dikejutkan dengan tragedi penembakan di sebuah bioskop di Aurora, Colorado, yang menewaskan 12 orang dan 50 lainnya luka-luka.

"Saya sangat-sangat terguncang. Bagi saya itu menakutkan karena saya tidak tahu siapa saja yang ada di sana," kata Franklin kepada Reuters akhir pekan lalu.

"Saya mendapatkan informasi dari semua teman dan keluarga bahwa begitu banyak orang yang terluka dan kejadian ini berdampak buruk bagi banyak orang," tambahnya.

Franklin mengatakan, jarak tempat kejadian dan tempat tinggalnya cukup dekat, hanya sekitar 15 sampai 20 menit jika mengendarai mobil. Ia sangat terpukul atas insiden penembakan yang terjadi pada hari Jumat (20/7/2012) lalu, dan terutama ia sangat mengkhawatirkan keadaan keluarganya selama ia bertanding di London nanti.

Terkait hal tersebut, keadaan emosial Franklin saat ini sedang dimonitor oleh pelatihnya, Todd Schmitz, yang timnya berbasis di Aurora. Schmitz telah berbicara panjang lebar kepada Franklin tentang insiden tersebut, dan berharap hal ini tidak mempengaruhi prestasi Franklin di Olimpiade nanti.

Nama Franklin mulai dikenal di pentas olahraga dunia ketika atlet yang masih berusia 17 tahun ini memenangkan tiga medali emas pada Kejuaraan Dunia di Shanghai tahun lalu.

Pda uji coba bulan lalu di Nebraska, Franklin memenuhi syarat untuk berlaga di Olimpiade 2012 di kota London dan memberinya kesempatan untuk menjadi perenang wanita pertama yang mendapatkan tujuh medali emas hanya dalam satu olimpiade.

"Satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah pergi ke Olimpiade dan mudah-mudahan saya bisa membuat Colorado bangga dan bangkit dari kedukaan," kata Franklin. (Kompas.com)

Perenang Australia Dilarang Menggunakan Pil Tidur


SYDNEY, RENANG INDONESIA - Para perenang Australia yang akan terjun di Olimpiade London 2012 dilarang menggunakan pil tidur, menyusul pengakuan mantan perenang Grant Hackett bahwa dia tergantung pada pil tidur ketika masih aktif.
Ketua Komite Olimpiade Australia John Coates mengatakan hari Selasa (3/7/2012). pil tidur seperti Stilnox akan dilarang digunakan untuk pertama kalinya di London. AOC hari Senin memutuskan  untuk memperbaiki petunjuk medis mereka di Olimpiade, dengan menulis bahwa "AOC tidak lagi mendukung dan malah melarang penggunaan Stilnox oleh para atlet mereka.
Di Amerika Utara, obat ini dikenal dengan nama Ambien. Menurut Coates, para dokter tim sudah diberitahu soal perubahan tersebut yang juga menekankan paDa tingginya pemakaian caffeine untuk meningkatkan prestasi atlet. "Kami khawatir dengan dampak aksi reaksi di kalangan para atlet, yang menggunakan caffeine untuk meningkatkan prestasi namun kemudian memerlukan obat-obatan seperti Stilnox untuk bisa tidur." kata Coates kepada para wartawan di Sydney."Kami melakukan ini karena kewajiban utama kami adalah melindungi para atlet." demikian dilaporkan oleh situs smh.com.au.
Para ofisial tim Australia akan diberi kuasa memeriksa perlengkapan para atlet bila memang ada yang dicurigai menggunakan pil tidur dan mereka akan terkena hukuman seperti pemulangan lebih cepat ke Australia atau hukuman lain.
Menurut Coates, perubahan ini dilakukan menyusul pengakuan dari Hacket, yang pernah merebut dua medali emas Olimpiade di nomor 1.500 m gaya bebas, bahwa di akhir karirnya sebagai perenang, dia sangat tergantung pada Stilnox, yang pada awalnya diberikan oleh dokter tim.
Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L. Sastra Wijaya, Hackett menjadi sumber pemberitaan media di Australia baru-baru ini setelah dia mabuk-mabukan di rumahnya dan perceraian dengan istrinya Candice Alley karena hal tersebut. Menurut Coates, Hackett menjelaskan kepadanya bahwa dia pertama kali menggunakan Stilnox di kejuaraan dunia renang di Barcelona 2003, dan kemudian para perenang lain diberi obat serupa di Olimpiade Athena 2004.
Tim renang Australia kemudian tidak lagi menggunakan pil tidur ini di tahun 2007 setelah mereka menemukan efek buruk seperti berjalan atau mengendarai mobil ketika tidur. Hackett dilaporkan secara pribadi tetap menggunakan obat ini di Olimpiade Beijing 2008, tetapi ternyata para perenang lain juga bersikap serupa.
Hackett tidak lagi menggunakan Stilnox setelah dia pensiun dari renang pasca Olimpiade Beijing dimana dia merebut medali perak di nomor 1.500 m. Mantan pelatih Hackett, Dennis Cotterell mengatakan pemakaianStilnox oleh Hackett menjadi sebab dia tidak merebut medali emas di Beijing, karena adanya laporan dia tidur sambil berjalan di perkampungan Olimpiade, dan juga jatuh di dalam pesawat karena menggunakan obat tersebut.
"Dia tidak bisa tidur sehingga dia memakai Stilnox untuk menenangkan diri. Saya yakin sekali ini menjadi sebab dia tidak fokus di final 1.500 m di Beijing. Saya yakin sekali." kata Cotterell kepada harian The Australian.  (KOMPAS.com)